Kompas.com - 05/01/2022, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Sindrom Guillain-Barre adalah gangguan langka saat sistem kekebalan tubuh menyerang saraf. Gejala pertama ditandai dengan kelemahan dan kesemutan pada ekstremitas (tangan dan kaki).

Sindrom ini menyerang kaki, tangan, dan anggota tubuh dan menimbulkan gangguan seperti mati rasa, kelemahan, dan nyeri.

Kondisi ini dapat diobati dan banyak kasus penderitanya sembuh total, meskipun terkadang sidrom Guillain-Barre dapat mengancam jiwa dan beberapa dibiarkan dengan masalah jangka panjang.

Baca juga: Penyakit Autoimun

Sindrom Guillain-Barre juga memengaruhi orang dari segala usia, tapi lebih sering pada pria dewasa.

Gejala

Sindrom Guillain-Barre sering dimulai dengan kesemutan dan kelemahan. Berawal dari kaki dan tungkai, kemudian menyebar ke tubuh abgian atas dan lengan.

Melansir Mayo Clinic, pada sekitar 10 persen orang dengan gangguan ini mengalami gejala yang berawal di lengan atau wajah.

Saat gejala berkembang, kelemahan otot dapat berkembang menjadi kelumpuhan.

Tanda dan gejala sindrom Guillain-Barre mungkin termasuk:

  • sensasi tertusuk jarum di jari tangan, jari kaki, pergelangan kaki atau tangan
  • kelemahan di kaki yang menyebar ke tubuh bagian atas
  • berjalan goyah atau ketidakmampuan untuk berjalan atau menaiki tangga
  • kesulitan dengan gerakan wajah, termasuk berbicara, mengunyah, atua menelan
  • penglihatan ganda atau ketidakmampuan untuk menggerakkan mata
  • sakit parah yang mungkin terasa pegal, seperti tertusuk atau kram yang dapat memburuk di malam hari
  • kesulitan mengontrol kandung kemih atau fungsi usus
  • detak jantung cepat
  • tekanan darah rendah atau tinggi
  • kesulitan bernapas.

Orang dengan sindrom Guillain-Barre juga biasanya mengalami kelemahan paling signifikan dalam waktu dua minggu setelah gejala dimulai.

Baca juga: Apa Penyebab Penyakit Autoimun?

Penyebab

Terdapat beberapa hal yang diketahui dapat menyebabkan sindrom Guillain-Barre.

Sekitar dua pertiga orang dengan sindrom ini mengalami diare atau penyakit pernapasan beberapa minggu sebelum timbulnya gejala.

Salah satu faktor risiko paling umum dari sindrom Guillain-Barre adalah akibat infeksi dari Campylobacter jejuni yang merupakan penyebab diare.

Setelah mengalami sindrom ini, penderita juga dapat mendapatkan infeksi lain, seperti flu, cytomegalovirus, virus Epstein Barr, dan virus Zika.

Dalam kasus yang sangat jarang, orang mengembangkan sindrom Guillain-Barre dalam beberapa hari atau minggu setelah menerima vaksin tertentu.

Melansir CDC, sekitar 1 dari 1.000 penyakit Campylobacter dilaporkan menyebabkan sindrom Guillain-Barre.

Diagnosis

Pada tahap awal, sindrom Guillain-Barre cenderung sulit untuk didiagnosis. Hal ini disebabkan oleh gejala yang mirip dengan gangguan neurologis lainnya dan dapat bervariasi pada setiap orang.

Dokter mungkin akan memulai dengan riwayat medis dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Dokter juga mungkin dapat mengusulkan untuk melakukan hal di bawah ini.

Baca juga: 14 Jenis Penyakit Autoimun yang Perlu Diwaspadai

  • pungsi lumbar: penarikan sejumlah kecil cairan dari kanal tulang belakang di bagian punggung bawah untuk diuji dan dicari perubahannya.
  • elektromiografi (EMG): elektroda jarum tipis yang dimasukkan ke otot dan mengukur aktivitas saraf
  • studi konduksi saraf: penempelan elektroda pada kulit di atas saraf dan digunakan untuk mengukur kecepatan sinyal saraf.

Perawatan

Kebanyakan orang dengan sindrom Guillain-Bare dirawat di rumah sakit. Perawatan utama yang dilakukan meliputi:

  • imunoglobulin intravena (IVIG): perawatan yang terbuat dari darah donor untuk membantu mengendalikan sistem kekebalan
  • pertukaran plasma (plasmapheresis): alternatif untuk IVIG dengan menggunakan mesin yang dapat menyaring darah dan menghilangkan zat berbahaya
  • perawatan untuk menangani gejala, seperti obat penghilang rasa sakit
  • perawatan untuk mendukung fungsi tubuh, seperti ventilator dan/atau selang makanan

Kebanyakan orang perlu tinggal di rumah sakit selama beberapa minggu hingga bulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.