Kompas.com - 19/11/2020, 16:05 WIB
Ilustrasi pneumonia menjadi penyebab utama kematian pada bayi dan balita di Indonesia. Kematian balita akibat pneumonia di Indonesia peringkat ke-7 di dunia. SHUTTERSTOCK/Kateryna KonIlustrasi pneumonia menjadi penyebab utama kematian pada bayi dan balita di Indonesia. Kematian balita akibat pneumonia di Indonesia peringkat ke-7 di dunia.

Dokter biasanya akan menanyakan pertanyaan tentang tanda dan gejala Anda, dan bagaimana dan kapan itu mulai muncul.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Tidur Pakai Kipas Angin Sebabkan Paru-paru Basah?

Untuk membantu mengetahui apakah infeksi Anda disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur, Anda mungkin ditanyai beberapa pertanyaan tentang kemungkinan pajanan, seperti:

  • Setiap perjalanan baru-baru ini
  • Pekerjaan Anda
  • Kontak dengan hewan
  • Paparan orang sakit lain di rumah, kantor atau sekolah
  • Apakah Anda baru-baru ini menderita penyakit lain

Pemeriksaan fisik

Dokter mungkin akan mendengarkan paru-paru Anda dengan stetoskop.

Jika Anda menderita pneumonia, paru-paru Anda mungkin mengeluarkan suara berderak, menggelegak, dan bergemuruh saat Anda menarik napas.

Tes Diagnostik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika dokter Anda menduga Anda menderita pneumonia, mereka mungkin akan merekomendasikan beberapa tes untuk memastikan diagnosis dan mempelajari lebih lanjut tentang infeksi Anda.

Ini mungkin termasuk:

  • Tes darah untuk memastikan infeksi dan mencoba mengidentifikasi kuman yang menyebabkan penyakit
  • Rontgen dada untuk mencari lokasi dan tingkat peradangan di paru-paru
  • Pulse oksimetri untuk mengukur tingkat oksigen dalam darah Anda. Pneumonia dapat mencegah paru-paru Anda memindahkan cukup oksigen ke aliran darah
  • Tes dahak pada sampel lendir (sputum) yang diambil setelah batuk dalam, untuk mencari sumber infeksi

Jika Anda dianggap sebagai pasien berisiko tinggi karena usia dan kesehatan Anda secara keseluruhan, atau jika Anda dirawat di rumah sakit, dokter mungkin ingin melakukan beberapa tes tambahan, termasuk:

  • CT-scan dada untuk mendapatkan gambaran paru-paru yang lebih baik dan mencari abses atau komplikasi lain
  • Tes gas darah arteri untuk mengukur jumlah oksigen dalam sampel darah yang diambil dari arteri, biasanya di pergelangan tangan Anda. Ini lebih akurat daripada oksimetri nadi yang lebih sederhana
  • Kultur cairan pleura dengan cara mengambil sejumlah kecil cairan dari sekitar jaringan yang mengelilingi paru-paru, untuk menganalisis dan mengidentifikasi bakteri penyebab pneumonia
  • Bronkoskopi, yakni prosedur yang digunakan untuk memeriksa saluran udara paru-paru. Jika Anda dirawat di rumah sakit dan perawatan Anda tidak bekerja dengan baik, dokter mungkin ingin melihat apakah ada hal lain yang memengaruhi saluran udara Anda, seperti penyumbatan. Mereka mungkin juga mengambil sampel cairan atau biopsi jaringan paru-paru

Baca juga: 5 Penyebab PPOK pada Orang Bukan Perokok

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.