Kompas.com - 18/12/2020, 08:02 WIB
ilustrasi berat badan shutterstock/UfaBizPhotoilustrasi berat badan

KOMPAS.com - Berat badan ideal tubuh seseorang tidak bisa ditakar dengan patokan angka tertentu.

Seseorang dengan berat badan yang kecil belum jaminan bobot tubuhnya sudah ideal. Demikian juga sebaliknya.

Terdapat beberapa faktor yang menentukan berat badan ideal seseorang. Dilansir dari Verywell Fit, bobot tubuh seseorang dipengaruhi:

  • Massa otot
  • Proporsi atau bentuk tubuh
  • Distribusi lemak di tubuh
  • Usia
  • Tinggi badan
  • Jenis kelamin

Baca juga: Awas, Badan Kurus Tapi Perut Buncit Bisa Sebabkan Penyakit Jantung

Seperti diketahui, berat badan berlebih tak hanya soal penampilan. Lebih dari itu, berat badan berlebih juga dekat dengan masalah kesehatan.

Bobot tubuh berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, sampai penyakit jantung dan pembuluh darah.

Salah satu manajemen berat badan adalah mengetahui berat badan. Dengan begitu, setiap orang bisa menentukan strategi untuk mengendalikan bobot tubuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut beberapa cara menghitung berat badan ideal:

1. Menghitung indeks massa tubuh

Ilustrasi obesitas dan diabetes. Obesitas bisa memicu penyakit diabetes.SHUTTERSTOCK/JPC-PROD Ilustrasi obesitas dan diabetes. Obesitas bisa memicu penyakit diabetes.
Cara mengukur berat badan ideal yang paling sederhana adalah memanfaatkan indeks massa tubuh (IMT).

Melansir Health Hub, indeks massa tubuh dihitung berdasarkan berat badan dan tinggi badan. Semakin tinggi IMT seseorang, artinya jumlah lemak tak sehat di tubuh juga semakin banyak.

Cara menghitung indeks massa tubuh adalah berat badan dalam satuan kilogram dibagi kuadrat tinggi badan dalam satuan meter (tinggi badan dalam satuan meter dikalikan tinggi badan dalam satuan meter).

Baca juga: 6 Cara Menurunkan Berat Badan saat Makan Malam

Misalkan orang dengan berat badan 52 kilogram dan tinggi badan 1,58 meter, besarnya IMT adalah 52 dibagi 2,49 hasilnya 20,88. Berat badan ini tergolong ideal. 

  • IMT kurang dari 18,5 artinya seseorang kekurangan berat badan
  • IMT 18,5 sampai 22,9 artinya berat badan ideal dan masih sehat
  • IMT 23 sampai 27,4 artinya berat badan berlebih dan perlu waspada
  • IMT lebih dari 27,4 artinya obesitas dan berisiko

Kendati bisa menghitung berat badan ideal dengan mudah, tapi cara menghitung berat badan ideal dengan patokan indeks massa tubuh memiliki kelemahan.

Dilansir dari Medical News Today, IMT belum mempertimbangkan lingkar pinggang, proporsi atau distribusi lemak, dan massa otot.

Atlet yang sangat bugar misalnya, mereka bisa memiliki IMT tinggi karena massa ototnya lebih banyak. Padahal, mereka tidak berlebihan berat badan.

Untuk itu, patokan takaran IMT untuk mengukur berat badan ideal tidak berlaku untuk olahragawan, ibu hamil, anak di bawah 18 tahun, dan kalangan lansia.

Baca juga: Apakah Minum Air Putih Bisa Menurunkan Berat Badan?

2. Rasio pinggang-pinggul

Mengecilkan lingkar pinggang bisa dilakukan lebih efisien dengan lebih dulu tahu karakter DNA Anda. Diet dapat disesuaikan dengan karakter DNA.THINKSTOCKPHOTOS Mengecilkan lingkar pinggang bisa dilakukan lebih efisien dengan lebih dulu tahu karakter DNA Anda. Diet dapat disesuaikan dengan karakter DNA.
Pengukuran rasio pinggang-pinggul dapat membandingkan ukuran pinggang dan pinggul seseorang.

Sejumlah penelitian menunjukkan, orang yang memiliki banyak lemak di bagian tubuh bagian tengah lebih berisiko terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Sebelum menakar rasio pinggang-pinggul, ukur dulu lingkar pinggang pada bagian paling kecil, biasanya tepat di atas pusar.

Setelah itu, ukur juga bagian terlebar dari pinggul. Keduanya dalam satuan inci.

Cara menentukan rasio pinggang-pinggul adalah membagi ukuran lingkar pinggang dengan ukuran lingkar pinggul.

Sebagai ilustrasi, jika ukuran pinggang 28 inci dan pinggul 36 inchi, maka rasio pinggang-pinggul adalah 28 dibagi 36 dan hasilnya 0,77.

Menurut penelitian, skor rasio pinggang-pinggul memengaruhi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).

Baca juga: Konsumsi Jahe untuk Menurunkan Berat Badan, Begini Baiknya...

Bagi pria:

  • Skor di bawah 0,9 artinya memiliki risiko penyakit kardiovaskular rendah
  • Skor 0,9 sampai 0,99 artinya memiliki risiko penyakit kardiovaskular sedang
  • Skor di atas 1,0 artinya memiliki risiko penyakit kardiovaskular tinggi

Bagi wanita:

  • Skor di bawah 0,8 artinya memiliki risiko penyakit kardiovaskular rendah
  • Skor 0,8 sampai 0,89 artinya memiliki risiko penyakit kardiovaskular sedang
  • Skor di atas 0,9 artinya memiliki risiko penyakit kardiovaskular tinggi

Hal yang perlu diingat, cara mengukur berat badan ideal dengan rasio pinggang-pinggul ini belum mempertimbangkan faktor distribusi lemak.

Baca juga: Tips Bersepeda untuk Menurunkan Berat Badan

3. Rasio pinggang-tinggi badan

Ilustrasi lingkar pinggangshutterstock Ilustrasi lingkar pinggang
Cara menghitung berat badan ideal yang dapat menakar risiko penyakit jantung, diabetes, sampai kematian mendadak yang lebih efektif daripada indeks massa tubuh adalah memanfaatkan rasio pinggang-tinggi badan.

Untuk menghitung rasio pinggang-tinggi badan, bagi antara ukuran pinggang dengan tinggi badan. Jika hasilnya kurang dari 0,5; seseorang dikatakan memiliki berat badan ideal.

Wanita dengan tinggi 163 centimeter, ukuran pinggang idealnya kurang dari 81 centimeter. Pria dengan tinggi 183 centimeter, ukuran pinggang idealnya kurang dari 91 centimeter.

Menurut studi pada 2014, cara mengukur berat badan badan ideal dengan rasio pinggang-tinggi badan lebih akurat dalam memprediksi faktor risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, sampai tekanan darah tinggi.

Ahli menyebut, setiap orang perlu menjaga lingkar pinggang tetap ideal karena lemak yang terkumpul di bagian tengah tubuh tersebut berbahaya bagi jantung, ginjal, sampai hati.

Baca juga: Kenali Berat Badan Turun Drastis yang Jadi Gejala Kanker

4. Persentase lemak tubuh

Ilustrasi lemak perutaf_istocker Ilustrasi lemak perut
Cara menghitung berat badan ideal juga perlu mempertimbangkan persentase lemak tubuh.

Persentase lemak tubuh adalah berat lemak dibagi berat badan total. Total lemak yang dihitung ini termasuk lemak esensial dan lemak cadangan. Anda bisa mengukur lemak tubuh ke dokter atau pusat kebugaran terpercaya.

Tenaga kesehatan atau ahli akan mengukur jaringan lemak di paha, perut, dada, sampai lengan atas.

Rekomendasi persentase lemak tubuh ideal menurut American Council on Exercise berdasarkan aktivitas dan jenis kelamin adalah sebagai berikut:

  • Atlet pria: 6-13 persen
  • Atlet wanita: 14-20 persen
  • Non-atlet pria sehat: 14-17 persen
  • Non-atlet wanita sehat: 21-24 persen
  • Skor toleransi pria: 18-25 persen
  • Skor toleransi wanita: 25-31 persen
  • Pria kegemukan: 26-37 persen
  • Wanita kegemukan 32-41 persen
  • Pria obesitas: lebih dari 38 persen
  • Wanita obesitas: lebih dari 42 persen

Semakin tinggi proporsi lemak tubuh, seseorang lebih berisiko terkena penyakit diabetes, jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Penyebab Keluar Darah Setelah Berhubungan Seks Tapi Tidak Haid

10 Penyebab Keluar Darah Setelah Berhubungan Seks Tapi Tidak Haid

Health
7 Penyebab Puting Berwarna Hitam, Bisa KB hingga Kanker

7 Penyebab Puting Berwarna Hitam, Bisa KB hingga Kanker

Health
Vulvodynia

Vulvodynia

Health
8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

8 Penyebab Demam pada Bayi yang Perlu Diketahui

Health
Skizorenia Paranoid

Skizorenia Paranoid

Penyakit
13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

13 Gejala Awal Lupus yang Harus Diperhatikan

Health
Asites

Asites

Penyakit
15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

15 Gejala Serangan Panik yang Perlu Diketahui

Health
Anemia

Anemia

Penyakit
Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Cara Mudah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Health
Aritmia

Aritmia

Penyakit
Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Darah Tinggi?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Darah Tinggi?

Health
Mikosis

Mikosis

Penyakit
Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Bahaya Buat Kesehatan Mental, Kenali 7 Tanda Toxic Parent

Health
Ablasi Retina

Ablasi Retina

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.