Kompas.com - 19/12/2020, 14:06 WIB
ilustrasi hepatitis, virus hepatitis Shutterstock/Kateryna Konilustrasi hepatitis, virus hepatitis

Peradangan dapat memengaruhi cara kerja hati penderitanya dan menyebabkan tanda dan gejala hepatitis A.

Virus hepatits A paling sering menyebar saat seseorang makan atau minum sesuatu yang sudah terkontaminasi kotoran yang mengandung virus tersebut, bahkan dalam jumlah kecil.

Baca juga: 9 Gejala Hepatitis A yang Perlu Diwaspadai

Ingat, hepatitis A tidak menyebar melalui bersin atau batuk.

Berikut ini adalah beberapa cara spesifik virus hepatitis A dapat menyebar:

  1. Makan makanan yang disiapkan oleh seseorang dengan infeksi yang tidak mencuci tangannya dengan benar, ata mencucinya di air yang terkontaminasi dengan kotoran
  2. Minum air yang terkontaminasi, termasuk es batu
  3. Makan kerang mentah atau setenga matang dari air yang terkontaminasi
  4. Melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi hepatitis A, meskipun orang tersebut tidak menunjukkan tanda atau gejala
  5. Berhubungan seks dengan seseorang yang terkena virus hepatitis A, terutama jika menyentuh anusnya
  6. Menyuntikkan narkoba menggunakan peralatan yang terkontaminasi virus hepatitis A

Seseorang dengan hepatitis A paling menular dari sekitar 2 minggu sebelum mereka mulai mengembangkan gejala sampai sekitar satu minggu setelahnya.

Baca juga: 7 Jenis Hepatitis yang Perlu Diwaspadai

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Faktor risiko hepatitis A

Terdapat sejumlah faktor risiko hepatitis A yang perlu diantisipasi.

Melansir Mayo Clinic, seseorang menjadi berisiko tinggi terkena hepatitis A jika:

  • Bepergian atau bekerja di daerah di mana hepatitis A masih umum terjadi, termasuk sebagian besar negara dengan standar sanitasi rendah atau kekurangan air bersih
  • Menghadiri penitipan anak atau bekerja di pusat penitipan anak
  • Hidup serumah dengan orang lain yang menderita hepatitis A
  • Pria yang melakukan kontak seksual dengan pria lain
  • Melakukan kontak seksual apa pun dengan seseorang yang menderita hepatitis A
  • Menjadi HIV positif
  • Sedang mengalami tunawisma
  • Memiliki kelainan faktor pembekuan, seperti hemofilia
  • Gunakan semua jenis obat-obatan terlarang (tidak hanya yang disuntikkan)

WHO melaporkan bahwa lebih dari 90 persen anak yang tinggal di negara dengan standar sanitasi yang rendah akan terinfeksi hepatitis A pada usia 10 tahun.

Vaksinasi hepatitis A

Vaksin hepatitis A tersedia sebagai cara mencegah hepatitis A.

Di Indonesia, jenis vaksin yang umum diberikan adalah vaksin hepatitis A dan vaksin kombinasi hepatitis A dan hepatitis B.

Baca juga: 11 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Hati

Vaksin ini tidak termasuk imunisasi wajib. Vaksin hepatitis A hanya disarankan untuk orang yang berisiko tinggi.

Siapa yang perlu mendapat vaksin hepatitis A?

  • Balita, diberikan 2 dosis mulai umumr 1 tahun, dosis ke-2 diberikan 6-12 bulan kemudian
  • Kontak dekat seseorang dengan hepatitis A
  • Orang yang berencana bepergian atau tinggal di belahan dunia di mana hepatitis A tersebar luas, terutama jika sanitasi dan kebersihan makanan diperkirakan buruk
  • Orang dengan semua jenis penyakit hati jangka panjang (kronis)
  • Orang yang menyuntikkan obat-obatan terlarang
  • Orang yang mungkin terpapar hepatitis A melalui pekerjaan mereka, seperti pekerja yang berurusan dengan limbah, orang yang bekerja di tempat penampungan tunawisma, dan orang yang bekerja dengan monyet, kera, atau gorila

Hubungi dokter jika Anda merasa perlu mendapatkan vaksin hepatitis A atau Anda tidak yakin apakah Anda membutuhkannya.

Baca juga: 3 Penyebab Perlemakan Hati yang Perlu Diwaspadai

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.