Kompas.com - 21/04/2021, 20:01 WIB
ilustrasi anak sakit Shutterstockilustrasi anak sakit

KOMPAS.com – Salesma (common cold) adalah gangguan pernapasan yang menyebabkan gejala mirip dengan penyakit flu (influenza).

Oleh sebab itu, salesma maupun banyak penyakit virus bukan influenza lainnya sering disebut sebagai flu.

Salesma biasanya dimulai dengan pilek diikuti dengan sakit tenggorokan dan kelelahan.

Baca juga: Kapan Anak Harus Dibawa ke Rumah Sakit saat Terserang Demam Berdarah?

Hampir semua orang pernah mengalami kondisi ini.

Sebuah tinjauan penelitian pada 2019 menunjukkan bahwa gejala salesma biasanya dapat sembuh dalam 3 hari dan jarang berlangsung lebih dari 5 hingga 7 hari.

Sementara itu, diare adalah suatu kondisi yang menyebabkan penderitanya sering buang air besar (BAB) dengan kondisi tinja berair atau encer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa virus penyebab salesma pada kenyatannya juga bisa menyebabkan diare.

Maka tidak jarang seseorang mengalami gejala salesma dan diare secara bersamaan.

Tapi, diare biasanya lebih merupakan gejala flu daripada salesma.

Jadi, bisakah salesma menyebabkan diare?

Melansir Health Line, diare bukan salah satu gejala salesma yang paling umum, tetapi bisa menjadi gejala dalam beberapa kasus.

Gejala salesma yang lebih khas adalah:

  • Sakit tenggorokan
  • Pilek
  • Batuk
  • Bersin-bersin
  • Pegal-pegal
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Demam ringan
  • Tekanan sinus

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan Akibat Asam Lambung

Banyak jenis virus dapat menyebabkan salesma, tetapi virus dalam keluarga rhinovirus adalah penyebab paling umum.

Beberapa bentuk virus corona, human parainfluenza virus, adenovirus, dan respiratory syncytial virus juga dapat menyebabkan salesma.

Nah, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, virus dalam keluarga adenovirus dapat pula menyebabkan radang lambung atau usus yang mengarah ke gejala seperti:

  • Diare
  • Muntah
  • Mual
  • Sakit perut

Salemsa juga secara tidak langsung dapat menyebabkan diare jika Anda minum obat salemsa yang mengganggu sistem pencernaan Anda.

Baca juga: 16 Cara Mengatasi Sakit Perut Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Bisakah salemsa menyebabkan diare pada balita dan bayi?

Menurut tinjauan penelitian pada 2016, infeksi rotavirus adalah penyebab diare dan muntah yang paling umum pada anak-anak.

Rotavirus ini tidak termasuk dalam kategori virus yang dianggap sebagai virus-salesma.

Pada anak-anak dan orang dewasa, infeksi rotavirus sering disebut dengan flu perut.

Adenovirus dan rhinovirus adalah dua jenis virus-salesma yang berpotensi menyebabkan diare pada anak.

Tinjauan penelitian yang sama di atas menunjukkan bahwa adenovirus bertanggung jawab atas sekitar 1,5 hingga 5,4 persen kasus diare pada anak di bawah 2 tahun.

Dalam sebuah studi pada 2016, para peneliti memeriksa gejala infeksi saluran pernapasan pada sekelompok 993 anak di bawah usia 2 tahun.

Para peneliti menemukan bahwa dalam 9,6 persen kasus, muntah atau diare adalah gejala anak-anak yang terkena infeksi rhinovirus.

Baca juga: 10 Gejala Muntah Darah yang Perlu Diwaspadai

Cara mengobati diare dan salesma

Cara terbaik untuk mengobati diare yang disebabkan oleh salesma atau flu sering kali dengan banyak istirahat.

Diare dapat menyebabkan dehidrasi, jadi penting juga untuk minum banyak cairan dan mengganti elektrolit yang hilang.

Beberapa sumber elektrolit yang mudah dicerna meliputi:

  • Kaldu sup
  • Minuman olahraga
  • Campuran elektrolit yang dikemas sebelumnya (oralit)

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Dehidrasi yang Baik Diketahui

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Iritabilitas

Iritabilitas

Penyakit
11 Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

11 Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Health
Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Penyakit
2 Cara Keliru dalam Membersihkan Telinga

2 Cara Keliru dalam Membersihkan Telinga

Health
Bulimia Nervosa

Bulimia Nervosa

Penyakit
3 Cara Aman Membersihkan Telinga

3 Cara Aman Membersihkan Telinga

Health
Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Penyakit
Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Health
Bisinosis

Bisinosis

Penyakit
Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Health
Penis Patah

Penis Patah

Penyakit
8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

Health
Emfisema

Emfisema

Penyakit
3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

Health
OCD

OCD

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.