Kompas.com - 28/03/2022, 18:01 WIB

KOMPAS.com - Alopecia areata adalah penyakit autoimun yang menyerang folikel atau tempat tumbuhnya rambut.

Normalnya, rambut seseorang biasanya rontok sekitar 50 sampai 100 helai per hari Namun, penyakit autoimun ini menyebabkan rambut rontok berlebihan sampai memicu kebotakan.

Tak hanya di bagian kepala, rambut rontok pada penderita alopecia areata juga bisa terjadi di alis, bulu mata, wajah, atau bagian tubuh yang ditumbuhi rambut lainnya.

Baca juga: Kenali Apa itu Alopecia Areata, Rambut Rontok Karena Penyakit Autoimun

Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan terlihat sangat parah, lalu sembuh dengan sendirinya, kemudian kambuh pada suatu ketika.

Untuk mengenal lebih dekat dengan penyakit ini, kenali penyebab alopecia areata dan siapa saja yang rentan mengalaminya.

Apa penyebab alopecia areata?

Dilansir dari laman resmi American Academy of Dermatology Association, penyebab alopecia areata berasal dari penyakit autoimun.

Dalam kondisi normal, sistem kekebalan tubuh bertugas melindungi tubuh ketika menghadapi kuman atau biang alergi.

Namun, sel-sel sistem kekebalan tubuh penderita alopecia areata mengalami gangguan, sehingga justru menyerang folikel rambut penderita dan menyebabkan rambut rontok.

Semakin banyak folikel rambut yang diserang sistem daya tahan tubuh, maka semakin banyak rambut yang rontok.

Meskipun folikel rambut kerap diserang sistem kekebalan tubuh, tapi jarang ada folikel rambut yang sampai rusak. Dengan kata lain, rambut penderita tetap bisa tumbuh setelah rontok.

Baca juga: Penyebab Rambut Rontok setelah Covid-19 dan Cara Mengatasinya

Siapa saja yang rentan terkena alopecia areata?

Terlepas dari penyebab alopecia areata, setiap orang sebenarnya bisa terkena penyakit autoimun ini.

Namun, ada beberapa orang yang memiliki peluang lebih besar atau berisiko terkena masalah kesehatan ini, di antaranya:

  • Mengidap penyakit multiple sclerosis atau rheumatoid arthritis
  • Orangtua atau saudara mengidap alopecia areata
  • Mengidap asma, diabetes, dermatitis atopik, penyakit tiroid, atau down syndrome
  • Baru menjalani pengobatan kanker

Perlu diketahui, gejala alopecia areata biasanya muncul sebelum pengidap berumur 30 tahun. Penyakit autoimun ini jamak berkembang sejak masa kanak-kanak atau remaja.

Walaupun penyakit alopecia areata tidak dapat disembuhkan, tapi masalah rambut rontok kronis ini bisa dikendalikan dengan perawatan medis dan rambut.

Baca juga: 10 Penyebab Rambut Rontok Berlebihan pada Wanita dan Cara Mencegahnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.