Kompas.com - 15/04/2022, 13:00 WIB

KOMPAS.com - Penyakit jantung koroner terjadi ketika arteri koroner terlalu sempit atau terdapat penyumbatan kolesterol di dinding arteri.

Arteri koroner adalah pembuluh darah yang memasok oksigen dan darah ke jantung.

Penyakit jantung koroner berkembang ketika kolesterol menumpuk di dinding arteri, menciptakan plak.

Plak ini menyebabkan arteri menyempit, mengurangi aliran darah ke jantung, atau dapat menyebabkan peradangan dan pengerasan dinding pembuluh darah.

Gumpalan terkadang dapat menghalangi aliran darah, menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Baca juga: Perbedaan Nyeri Payudara Haid dan Hamil

Bagaimana penyakit ini terjadi?

Penyakit jantung koroner terjadi pada setiap orang. Kecepatan perkembangannya berbeda dari orang ke orang.

Prosesnya biasanya dimulai ketika Anda berusia muda. Sebelum masa remaja, dinding pembuluh darah mulai menunjukkan garis-garis lemak.

Prosesnya biasanya dimulai ketika Anda masih sangat muda. Sebelum masa remaja, dinding pembuluh darah mulai menunjukkan garis-garis lemak.

Tutup tipis di atas plak ini dapat pecah karena tekanan darah atau penyebab lainnya.

Fragmen sel darah yang disebut trombosit menempel di tempat "cedera", menyebabkan gumpalan terbentuk.

Gumpalan semakin mempersempit arteri. Terkadang gumpalan darah pecah dengan sendirinya.

Di lain waktu gumpalan menghalangi aliran darah melalui arteri, merampas jantung oksigen dan menyebabkan serangan jantung.

Yang terjadi pada tubuh

Seperti yang disebutkan sebelumnya, penyakit arteri koroner disebabkan oleh aterosklerosis.

Aterosklerosis adalah penumpukan plak di dalam arteri Anda.

Plak terdiri dari kolesterol, zat lemak, produk limbah, kalsium dan zat pembuat bekuan fibrin.

Saat plak terus menumpuk di dinding arteri Anda, arteri Anda menyempit dan menjadi kaku.

Plak dapat menyumbat atau merusak arteri Anda, yang membatasi atau menghentikan aliran darah ke otot jantung Anda.

Baca juga: Kenali Gejala dan Cara Mencegah Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

Jika tidak mendapatkan cukup darah, jantung tidak bisa mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk bekerja dengan baik. Kondisi ini disebut iskemia.

Tidak mendapatkan suplai darah yang cukup ke otot jantung juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dada atau nyeri dada (disebut angina). Hal ini juga meningkatkan risiko serangan jantung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.