Kompas.com - 28/04/2022, 10:01 WIB

KOMPAS.com - Gejala pendarahan otak akibat kecelakaan bisa muncul seketika atau selang beberapa saat kemudian.

Untuk itu, setiap orang perlu mengenali ciri-cirinya agar masalah kesehatan yang bisa berdampak fatal ini tidak membahayakan kesehatan.

Terlebih untuk kasus cedera kepala berat. Penderita perlu segera diberikan pertolongan medis darurat agar bisa selamat dan mencegah cacat permanen.

Baca juga: 11 Gejala Pendarahan Otak yang Pantang Disepelekan

Gejala pendarahan otak akibat kecelakaan

Akibat pendarahan otak bisa beragam, tergantung tekanan di dalam tengkorak, efek pada otak, sampai jumlah jaringan otak yang rusak.

Dilansir dari MedicineNet, beberapa gejala pendarahan otak akibat kecelakaan yang perlu diwaspadai yakni:

  • Sakit kepala parah, biasanya muncul secara tiba-tiba dan bermula di bagian belakang kepala
  • Tingkat kesadaran menurun dalam waktu singkat
  • Susah konsentrasi dan tidak dapat berpikir
  • Mendadak kesulitan menggerakkan beberapa bagian tubuh atau lumpuh
  • Mengalami kebingungan
  • Bicara jadi cadel
  • Susah menelan
  • Suasana hati berubah, mudah emosi, atau gampang marah
  • Nyeri otot, terutama di bagian leher dan bahu
  • Beberapa bagian tubuh mati rasa
  • Mual dan muntah
  • Jadi lebih peka dengan cahaya atau suara
  • Kejang
  • Gangguan penglihatan
  • Keluar cairan dari telinga dan hidung
  • Pola tidur terganggu, jadi susah tidur atau tidur terus-menerus

Apabila kondisi pendarahan otak akibat kecelakaan cukup parah, penderita bisa mengalami tekanan darah tinggi, denyut nadi melemah, pernapasan tidak beraturan, pupil mata melebar, sampai koma.

Baca juga: 12 Penyebab Pendarahan Otak dan Gejalanya

Penyebab pendarahan otak akibat kecelakaan

Pendarahan otak akibat kecelakaan dapat disebabkan benturan di kepala, kepala terpental, atau getaran yang kencang di kepala.

Perlu diketahui, otak adalah struktur lunak dan lentur mirip jeli. Bagian kepala ini dikelilingi cairan serebrospinal yang terdapat di antara lapisan pelapis otak meningen.

Terdapat tiga lapisan meningen. Setiap lapisan ini dipisahkan celah sempit yang rentan terisi darah ketika terjadi pendarahan di otak.

Penumpukan darah ini bisa menggenangi celah antara lapisan meningen, menekan bagian dalam tengkorak, menekan jaringan otak, sampai merusak otak.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.