Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/07/2022, 18:00 WIB
  • Apnea tidur
  • Diabetes
  • Penyakit refluks gastroesofageal (GERD)

Jika Anda menderita PPOK dan Anda kelebihan berat badan, temui dokter atau ahli gizi. Banyak orang dapat menurunkan berat badan dengan:

  • Mengurangi jumlah total kalori yang mereka makan
  • Makan lebih banyak buah dan sayuran segar dan lebih sedikit daging berlemak
  • Mengurangi junk food, alkohol, dan minuman manis
  • Meningkatkan aktivitas sehari-hari.

Baca juga: 5 Penyebab Penyakit Paru-paru sesuai Jenisnya

Jika Anda kekurangan berat badan

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kekurangan berat badan memiliki risiko kematian akibat PPOK yang lebih besar dari pada mereka yang memiliki berat badan normal atau kelebihan berat badan.

Alasan untuk ini tidak sepenuhnya jelas. Para peneliti percaya itu mungkin karena beberapa faktor, seperti:

  • Kekuatan otot kurang
  • Penyakit paru-paru yang memburuk
  • Fungsi sistem kekebalan tubuh yang buruk
  • Lebih sering kambuh.

Orang dengan PPOK yang signifikan membakar hingga 10 kali jumlah kalori dari pada orang tanpa PPOK. Ini karena kerja pernapasan yang sulit.

Jika Anda menderita PPOK dan Anda kekurangan berat badan, mungkin sulit untuk makan cukup.

Gejala pembekuan darah di otak tak hanya sakit kepala. Penderita juga bisa merasakan gangguan penglihatan sampai koordinasi tubuh.

Anda harus menemui dokter atau ahli gizi, jika Anda membutuhkan bantuan untuk menambah berat badan. Anda dapat mencoba:

  • Meningkatkan asupan kalori
  • Memiliki lebih banyak makanan dan minuman padat kalori, seperti selai kacang, susu murni, es krim, dan puding
  • Mengubah rencana perawatan PPOK Anda untuk membuat pernapasan lebih mudah
  • Makan lebih sering sepanjang hari.

Baca juga: 10 Tanda Penyakit Paru-paru yang Pantang Disepelekan

6. Mengelola stres

Mengutip Healthline, kesehatan tidak hanya mencakup kesehatan fisik, tetapi juga terkait kesehatan mental. Sehingga, penting untuk mengelola stres.

Penderita penyakit paru-paru kronis sering kali menyebabkan orang mengalami emosi negatif, seperti stres, depresi, dan kecemasan.

Terlebih lagi, penelitian menunjukkan stres dapat berdampak negatif pada kemampuan seseorang untuk mengelola kondisi mereka, kesehatan secara keseluruhan, dan kualitas hidup.

Bagi penderita PPOK, stres, kecemasan, dan serangan panik bisa sangat berbahaya karena bisa mengganggu pernapasan pada orang yang sehat.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+