Kompas.com - 20/09/2021, 21:00 WIB
Ilustrasi payudara shutterstockIlustrasi payudara

KOMPAS.com - Payudara bengkak menjadi salah satu keluhan umum yang terjadi pada wanita dalam masa menstruasi atau menyusui.

Payudara terdiri dari 4 struktur utama yaitu jaringan lemak, saluran susu, kelenjar, dan jaringan ikat.

Perubahan pada salah satu struktur tersebut dapat menyebabkan pembengkakan payudara yang disertai dengan rasa sakit atau nyeri.

Baca juga: 8 Penyebab Nyeri Puting Payudara Wanita

Gejala

Berdasarkan Healthline, payudara bengkak umumnya memiliki gejala sebagai berikut:

  • Payudara menjadi lebih besar
  • Pembuluh darah di payudara lebih terlihat jelas
  • Payudara terasa berat
  • Ketidaknyamanan di sekitar payudara
  • Perubahan tekstur pada payudara atau kulit di sekitarnya

Sedangkan, dilansir dari Healthgrades, payudara bengkak dapat terjadi disertai dengan gejala lain yang dapat menandakan adanya kondisi medis yang lebih serius, seperti:

  • Kelainan bentuk payudara
  • Payudara yang tidak berbentuk
  • Terdapat benjolan pada payudara
  • Nyeri payudara
  • Demam
  • Ruam pada payudara atau puting
  • Kemerahan
  • Payudara terasa hangat atau panas saat disentuh
  • Kebingungan
  • Kehilangan kesadaran
  • Gangguan pernapasan
  • Lesu
  • Pingsan

Baca juga: 12 Penyebab Nyeri Payudara Kiri pada Wanita

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diagnosis

Selain gejala atau tanda-tanda di atas, segera temui dokter Anda jika mengalami pembengkakan payudara disertai dengan salah satu gejala berikut:

  • Rasa sakit yang parah selama siklus menstruasi
  • Perubahan warna puting atau kulit payudara
  • Kerutan pada kulit payudara
  • Kesulitan mengeluarkan ASI keluar setelah melahirkan
  • Benjolan yang mengeras di jaringan payudara
  • Terdapat luka yang tidak kunjung sembuh
  • Keluarnya cairan tak terduga dari puting

Melansir Healthline, berikut jenis pemeriksaan untuk memastikan diagnosis payudara bengkak, yaitu:

  • Diskusi mengenai gejala dan tingkat keparahannya
  • Pemeriksaan jaringan payudara untuk mendeteksi benjolan
  • Tes pencitraan untuk melihat struktur internal payudara

Penyebab

Mengutip Healthline, berbagai hal dapat menyebabkan pembengkakan payudara dari yang tidak berbahaya hingga yang serius.

Seperti yang sudah disebutkan, masa menstruasi, kehamilan, atau menyusui menjadi kondisi umum yang menyebabkan payudara bengkak.

Hal tersebut terjadi karena perubahan hormonal yang menyebabkan saluran payudara serta kelenjar susu membesar, sehingga meningkatkan pembengkakan payudara.

Baca juga: Nyeri Payudara Jelang Menstruasi, Bagaimana Mengatasinya?

Selain itu, penyebab potensial lainnya dari pembengkakan payudara meliputi:

  • Makanan dan minuman yang mengandung kafein atau garam dalam jumlah tinggi
  • Obat-obatan tertentu dengan kandungan estrogen

Namun, menurut Healthgrades, payudara bengkak juga dapat disebabkan oleh kondisi medis yang serius seperti:

  • Abses
  • Tumor jinak
  • Duct ectasia, pelebaran jaringan susu
  • Nekrosis lemak , kerusakan pada jaringan lemak payudara
  • Perubahan fibrokistik
  • Mastitis
  • Tumor
  • Kanker payudara

 

Perawatan

Berdasarkan Healthline, perawatan payudara bengkak dapat dibedakan menjadi 2 jenis, meliputi:

Perawatan medis

Rencana perawatan yang direkomendasikan dokter Anda akan tergantung pada penyebab pembengkakan payudara seperti infeksi, siklus menstruasi, atau kanker.

  • Resep obat antibiotik
  • Arahan untuk menjaga jaringan payudara tetap bersih dan kering
  • Resep pil KB
  • Kemoterapi
  • Terapi radiasi
  • Operasi

Baca juga: 12 Penyebab Payudara Sakit yang Bisa Terjadi

Perawatan rumahan

Dilakukan untuk menghilangkan ketidaknyamanan terkait pembengkakan payudara.

  • Kenakan bra yang nyaman
  • Kompres payudara dengan handuk hangat atau dingin selama 10 menit
  • Gunakan pereda nyeri yang dijual bebas

Pencegahan

Berikut beberapa cara untuk mencegah payudara bengkak menurut Healthline.

  • Mengonsumsi buah dan sayuran
  • Hindari makanan olahan yang kaya akan lemak jenuh
  • Kurangi asupan kafein dengan membatasi konsumsi soda, kopi, dan teh
  • Mengurangi konsumsi garam
  • Meningkatkan asupan air
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

Health
Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.