Kompas.com - Diperbarui 15/09/2022, 12:06 WIB
dr. Darrell Fernando, SpOG, MRCOG, MM, MARS, FICS
Divalidasi oleh:
dr. Darrell Fernando, SpOG, MRCOG, MM, MARS, FICS

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Mayapada Hospital Kuningan www.mayapadahospital.com

KOMPAS.com - Menopause adalah kondisi ketika siklus menstruasi seorang wanita selesai. Umumnya, kondisi ini dialami oleh wanita berusia 45 tahun ke atas. Kondisi menopause terjadi jika sudah 12 bulan berturut-turut tidak mengalami haid.

Meski begitu, ada beberapa kasus yang menyebabkan wanita mengalaminya sebelum usia 45 tahun. Kondisi tersebut disebut dengan menopause dini.

Pada kondisi menopause, tubuh wanita akan mengalami penurunan hormon reproduksi secara alami.

Baca juga: 7 Tanda-tanda Menopause pada Wanita

Saat mengalami kondisi ini, wanita tidak dapat lagi hamil secara alami.

Meskipun menopause bukan menjadi masalah kesehatan, perubahan hormonal dan faktor lain yang terlibat dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

Penyebab

Menopause merupakan proses alami yang terjadi seiring bertambahnya usia ovarium dan menghasilkan lebih sedikit hormon reproduksi.

Tubuh mulai mengalami beberapa perubahan sebagai respons terhadap berkurangnya sel telur (folikel) dan turunnya kadar hormon estrogen.

Pada umumnya, wanita mengalami menopause alami pada rentang usia 45-55 tahun.

Namun, menurut Medical News Today, terdapat faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan menopause dini yang dimulai lebih awal, seperti:

  • Kondisi genetik yang mempengaruhi kromosom, seperti sindrom Turner
  • Penyakit autoimun
  • Infeksi seperti TBC, malaria, atau gondong
  • Operasi pengangkatan ovarium
  • Penghentian fungsi ovarium yang dilakukan dengan terapi hormon, pembedahan, atau teknik radioterapi
  • Radiasi panggul
  • Cedera panggul yang sangat merusak atau menghancurkan ovarium
  • Penggunaan obat-obat keras yang menurunkan fungsi ovarium.

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Menopause Dini dan Penyebabnya

Gejala

Pada setiap wanita, gejala menopause yang dirasakan akan berbeda-beda, seperti:

  • Perubahan suasana hati
  • Insomnia
  • Penambahan berat badan
  • Kecemasan
  • Libido atau dorongan untuk berhubungan seks berkurang
  • Peningkatan buang air kecil
  • Payudara yang sakit atau lunak
  • Sakit kepala
  • Nyeri atau kaku sendi
  • Rambut menipis atau rontok
  • Gejala vasomotor, termasuk hot flashes, keringat malam, dan kemerahan pada kulit.

Namun, melansir Healthline, terdapat gejala umum menopause yang perlu Anda ketahui, antara lain:

  • Frekuensi haid berkurang atau tidak teratur
  • Periode yang lebih berat atau lebih ringan dari biasanya.

Komplikasi

Berdasarkan Healthline, menopause dapat menyebabkan komplikasi umum, meliputi:

  • Dispareunia, atau hubungan seksual yang menyakitkan
  • Fungsi metabolisme lebih lambat
  • Osteoporosis
  • Perubahan suasana hati atau emosi yang tiba-tiba
  • Katarak
  • Penyakit periodontal
  • Inkontinensia urin
  • Penyakit jantung atau pembuluh darah

Baca juga: 6 Efek Menopause pada Tubuh Wanita

Diagnosis

Meskipun menopause bukan penyakit, tetapi terdapat manfaat dari menemui dokter ketika menstruasi berakhir.

Apalagi jika Anda mengalami gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menurut Medical News Today, terdapat jenis-jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis menopause Anda, meliputi:

  • Diskusi mengenai gejala
  • Uji kadar hormon atau tes urine untuk menentukan status menopause
  • Tes darah untuk memeriksa masalah kesehatan lainnya.

Perawatan

Dilansir dari Medical News Today, terdapat berbagai jenis perawatan yang dapat membantu Anda meringankan gejala menopause, di antaranya:

Perawatan medis

  • Terapi hormon
  • Terapi kombinasi (estrogen dan progesteron)

Terapi dilakukan untuk membantu menyeimbangkan kadar hormon tubuh.

Namun, penting untuk mendiskusikan kemungkinan manfaat dan risiko terapi hormon dengan dokter sebelum memutuskan untuk menggunakannya.

Baca juga: 3 Perubahan Tubuh yang Terjadi saat Menopause, Wanita Wajib Tahu

Obat-obatan

  • Resep krim untuk kekeringan vagina
  • Terapi sulih hormon (hormone replacement therapy) untuk hot flashes, kekeringan vagina, dan perubahan suasana hati
  • Antidepresan untuk hot flashes, bahkan di antara orang yang tidak mengalami depresi
  • suplementasi vitamin sesuai kebutuhan.

Perawatan rumahan

  • Olahraga secara teratur, termasuk olahraga dengan angkat beban
  • Menerapkan pola makan yang sehat
  • Berhenti merokok dan hindari menjadi perokok pasif
  • Membatasi asupan alkohol
  • Mencari konseling untuk kecemasan atau perubahan suasana hati
  • Istirahat yang cukup

Selain itu, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin agar dapat memastikan efektivitas dari perawatan yang dilakukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.