Kompas.com - 17/10/2021, 18:00 WIB
Ilustrasi halusinasi dan skizofrenia ShutterstockIlustrasi halusinasi dan skizofrenia

KOMPAS.com - Psikosis merupakan kondisi sensorik saat seseorang hilang kontak dengan kenyataan. Kondisi ini mengindikasikan gangguan mental yang serius.

Orang yang mengalami psikosis mungkin mengalami halusinasi atau delusi.

Sebagai contoh, orang yang sedang mengalami halusinasi melihat seseorang atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Baca juga: Halusinasi: Penyebab, Jenis, hingga Cara Mengatasinya

Episode psikosis juga dapat melibatkan penderitanya memiliki pikiran yang bertentangan dengan fakta yang ada. Pikiran ini disebut sebagai delusi.

Orang dengan psikosis mungkin juga mengalami kehilangan motivasi dan penarikan sosial.

Selain itu, orang yang mengalami psikosis juga rentan dalam melukai diri sendiri atau orang lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seseorang dapat mengalami kondisi ini bahkan saat tidak memiliki penyakit psikotik primer seperti skizofrenia atau gangguan bipolar.

Saat ini terjadi, kondisi ini disebut psikosis sekunder.

Jenis

Terdapat beberapa gangguan dan faktor yang dapat menyebabkan psikosis, seperti

  • gangguan skizoafektif: mirip dengan skizorenia, tetapi masuk ke dalam periode gangguan suasana hati (mood).
  • gangguan psikotik singkat: terjadi sebagai respons terhadap peristiwa kehidupan yang penuh tekanan, berlangsung kurang dari sebulan, dan tidak kembali
  • gangguan delusi: orang dengan gangguan memiliki keyakinan yang kuat pada sesuatu yang irasional dan seringkali tidak masuk akal
  • psikosis bipolar: beberapa orangdengan gangguan bipolar mengalami psikosis, baik selama suasana hati yang sangat tinggi atau sangat rendah
  • depresi berat: juga dikenal sebagai gangguan depresi mayor dengan ciri psikotik
  • psikosis pascamelahirkan (postnatal): jenis psikosis ini dapat muncul setelah melahirkan
  • psikosis induksi zat: penyalahgunaan alkohol, beberapa obat rekreasional, dan obat resep tertentu dapat menyebabkan hal ini

Baca juga: Skizofrenia

Gejala

Psikosis terjadi tidak secara tiba-tiba. Tahapannya adalah sebagai berikut.

Tanda-tanda yang perlu diwaspadai sebelum psikosis

Penderita dapat mengalami perubahan persepsi tentang dunia. Penderita atau orang sekitar mungkin akan menyadari perubahan berikut:

  • penurunan nilai atau prestasi kerja
  • kesulitan berpikir jernih atau berkonsentrasi
  • kecurigaan atau kegelisahan di sekitar orang lain
  • kurangnya perawatan diri atau kebersihan
  • menghabiskan lebih banyak waktu sendirian dari biasanya
  • pengelolaan emosi yang kurang baik
  • tidak menunjukkan emosi sama sekali

Tanda-tanda psikosis awal

Penderita mungkin akan:

  • mendengar, melihat, atau merasakan hal-hal yang tidak dimiliki orang lain
  • berpegang pada keyakinan atau pemikiran yang tidak biasa, tidak peduli apa yang orang lain katakan
  • menarik diri dari keluarga dan teman
  • tidak menjaga diri sendiri
  • tidak dapat berpikir jernih atau fokus

Baca juga: Gejala Skizofrenia pada Anak, Berbeda dari Orang Dewasa

Gejala episode psikotik

Selain gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, penderita akan mengalami hal berikut.

Halusinasi

  • Auditori. Penderita akan mendengar suara-suara di kepala mereka. Suara tersebut seolah berbicara kepada mereka atau bahkan menanggapi kegiatan sang penderita. Baik satu atau banyak, suara ini dapat berupa seperti bisikan, gumaman, atau marah dan menuntut.
  • Visual. Penderita dapat melihat cahaya, objek, orang, atau pola yang terbentuk secara abstrak.
  • Olfaktori. Halusinasi olfaktori atau penciuman dapat mengakibatkan penderitanya mencium sesuatu yang sebenarnya tidak nyata.
  • Gustatori. Halusinasi jenis ini memengaruhi indra pengecap penderitanya. Mereka mungkin akan merasa seolah sedang diracuni dan menolak untuk makan.
  • Taktil atau somatik. Timbulnya perasaan sesuatu sedang bergerak di dalam tubuh, seperti tangan atau serangga.

Delusi

Contoh delusi dapat meliputi:

  • kepercayaan bahwa ada kekuatan luar yang mengendalikan perasaan atau tindakan penderitanya
  • peristiwa atau komentar kecil yang berarti sangat besar
  • kepercayaaan bahwa penderitanya memiliki kekuatan khusus, seperti sedang dalam misi khusus, atau memiliki kekuatan super

Baca juga: Gejala Bipolar pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab

Belum diketahui secara pasti penyebab psikosis, tapi berkaitan dengan hal di bawah ini.

  • Faktor genetik. Penelitian menunjukkan bahwa skizofrenia dan gangguan bipolar mungkin memiliki penyebab genetik yang sama.
  • Hormon. Beberapa orang mengalami psikosis pascamelahirkan.Tanda-tanda awal psikosis juga seringkali terjadi pada remaja. Para ahli berasumsi bahwa terdapat faktor hormonal yang berperan pada orang dengan kerentanan genetik.
  • Perubahan otak. Tes telah menemukan perbedaan bahan kimia otak, khususnya aktivitas neurotransmitter dopamin pada orang yang mengalami psikosis.

Selain itu, kurang tidur juga dapat memicu psikosis.

Diagnosis

Segera berkonsultasi ke psikolog atau psikiater jika mengalami beberapa gejala di atas.

Dokter dapat mendiagnosis penyakit mental setelah mengesampingkan hal-hal lain yang dapat menyebabkan gejala psikotik.

Dokter ahli kesehatan mental mungkin akan bertanya soal:

  • pengalaman, pikiran, dan aktivitas orang-orang sehari-hari
  • riwayat kesehatan keluarga
  • penyakit psikiatri yang dialami
  • penggunaaan obat dan rekreasional apapun
  • jika timbul adanya gejala lain

Baca juga: Halusinasi

Dokter juga mungkin akan merujuk pada kriteria American Psychiatric Association's Diagnostic and Manual of Mental Disorders Edisi 5 (DSM-5) dalam membuat diagnosis.

Perawatan

Dibutuhkan pengobatan dini untuk kondisi psikotik, khususnya selama episode pertama, agar penanganannya dapat menghasilkan kondisi yang terbaik.

Beberapa psikoterapi yang dapat membantu psikosis, antara lain:

Terapi perilaku kognitif (CBT)

Terapi CBT dapat membantu penderita mengenali kapan penderita memiliki episode psikotik.

Konseling tersebut juga dapat membantu penderitanya mengetahui apa yang dilihat itu nyata atau imajinasi.

CBT juga menekankan pentingnya obat antipsikotik dan tetap berpegang pada perawatan yang sedang dilakukan.

Psikoterapi suportif

Membantu penderitanya untuk belajar hidup dengan mengelola psikosis. Terapi ini juga mengajarkan cara berpikir yang sehat.

Psikoedukasi dan dukungan keluarga

Melibatkan orang terdekat penderita. Terapi ini bertujuan untuk mengikat dan meningkatkan cara memecahkan cara memecahkan masalah bersama.

Baca juga: Mungkinkah Anak-anak Alami Gangguan Bipolar?

Terapi peningkatan kognitif (CET)

Terapi ini menggunakan latihan komputer dan kerja kelompok untuk membantu penderita

Coordinated Specialty Care (CSC) 

CSC atau perawatan khusus terkoordinasi melibatkan tim kesehatan dan spesialis profesional yang bekerja dengan seseorang untuk membuat rencana perawatan pribadi berdasarkan tujuan hidup dengan bantuan anggota keluarga sebanyak mungkin.

CSC memiliki komponen kunci berikut:

  • manajemen kasus
  • dukungan keluarga dan pendidikan
  • psikoterapi
  • manajemen obat
  • mendukung pendidikan dan pekerjaan
  • dukungan rekan dan orang terdekat
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
Iskemia

Iskemia

Penyakit
3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

Health
Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.