Kompas.com - 21/10/2021, 12:00 WIB
Ilustrasi aritmia, bradikardia, takikardia Ilustrasi aritmia, bradikardia, takikardia

KOMPAS.com - Aritmia jantung adalah kondisi saat detak jantung tidak teratur.

Masalah irama jantung (aritmia jantung) terjadi saat sinyal listrik yang mengkoordinasikan detak jantung tidak bekerja dengan baik.

Gangguan impuls sinyal dapat menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak teratur.

Baca juga: Aritmia (Gangguan Irama Jantung): Jenis, Gejala, Penyebab

Jenis

Secara umum, aritmia jantung diklasifikasikan berdasarkan kecepatan denyut jantung, yaitu:

  • takikardia: denyut jantung cepat (lebih besar dari 100 denyut per menit dalam kondisi istirahat)
  • bradikardia: denyut jantung lembat (lebih rendah dari 60 denyut per menit dalam kondisi istirahat)
  • aritmia supraventricular: aritmia yang terjadi di atria (jantung bagian atas)
  • aritmia ventrikular: aritmia yang terjadi di ventrikel (jantung bagian bawah)
  • bradiaritmia: irama jantung lambat yang mungkin disebabkan oleh penyakit pada sistem konduksi jantung, seperti nodus sinoatral (SA), nodus atrioventrikular (AV), atau jaringan His-Purkinje

Jenis Takikardia

  • Supraventrikular. Terjadi saat sinyal listrik pada ruang atas jantung tidak berfungsi dan menyebabkannya berdetak lebih cepat. Akibatnya, area tersebut tidak terisi darah sebelum berkontraksi dan mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh.
  • Ventrikel. Kondisi saat detak jantung cepat dimulai pada area bawah jantung. Sinyal listrik ‘menyala’ dengan cara yang salah. Sama halnya, hal ini mengakibatkan area tersebut tidak terisi darah dan mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh.
  • Takikardia sinus. Terjadi saat alat pacu jantung secara alami mengirimkan sinyal listrik lebih cepat dari biasanya. Detakan cepat dan bergerak sebagaimana mestinya.

Jenis Bradikardia

  • Sindrom sinus sakit. Nodus sinus bertanggung jawab mengatur kecepatan jantung. Jika tidak bekerja dengan baik, detak jantung dapat bergantian antara terlalu lambat atau cepat. Sindrom sinus sakit dapat disebabkan oleh jaringan parut di dekat simpul sinus yang memperlambat, mengganggu, atua menghalangi jalannya impuls.
  • Blok Konduksi. Blok jalur listrik jantung dapat menyebabkan sinyal yang memicu detak jantung melambat atau berhenti.

Baca juga: 5 Gejala Aritmia Jantung yang Perlu Diwaspadai

Gejala

Gejala yang timbul saat aritmia, meliputi:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • detak jantung cepat atau lambat secara tidak normal
  • detak tidak teratur
  • sakit kepala ringan atau pusing
  • sakit dada
  • sesak napas
  • berkeringat.

Gejala lain dapat termasuk:

  • kecemasan
  • kelelahan
  • pingsan (sinkop) atau hampir pingsan.

Penyebab

Semua orang dapat mengalami aritmia bahkan jika sedang sehat. Penyebab aritmia dapat meliputi:

  • penyakit jantung
  • keseimbangan elektrolit yang salah (seperti natrium atau kalium) dalam darah
  • cedera atau perubahan jantung, seperti berkurangnya aliran darah atau jaringan jantung yang kaku
  • proses penyembuhan setelah operasi jantung
  • obat-obatan tertentu
  • masalah dengan sinyal listrik pada jantung
  • emosi, stres, atua kejutan yang kuat
  • hal dalam kehidupan sehari-hari, seperti alkohol, tembakau,atau olahraga.

Baca juga: 7 Tanda Penyakit Jantung Aritmia yang Perlu Diwaspadai

Faktor risiko seseorang mengalami aritmia, yaitu:

  • umur: risiko bertambah seiring bertambahnya umur
  • genetik: risiko lebih tinggi jika terdapat kerabat yang memiliki riwayat aritmia atau penyakit jantung lainnya
  • gaya hidup: rokok, tembakau, atau jenis obat-obatan rekreasional
  • kondisi medis: tekanan darah tinggi, diabetes, gula darah rendah, obesitas, apnea tidur, atau gangguan autoimun
  • lingkungan: hal di sekitar seperti polusi udara.

Diagnosis

Jika memiliki gejala aritmia, periksakan diri ke kardiologis untuk memastikan apa yang terjadi.

Beberapa tes yang dapat mendiagnosis aritmia, yaitu:

  • Elektrokardiogram (EKG). Alat untuk merekam aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan EKG juga dapat dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan lain, seperti tilt table test dan exercise test.
  • Tes darah. Untuk mengetahui adanya infeksi, hipotiroid, atau gangguan elektrolit yang dapat menyebabkan bradikardia.
  • Pencitraan sumber magnetik. Tes ini mengukur medan magnet pada otot jantung dan mencari kelemahannya.
  • Pemeriksaan lainnya yang berkaitan dengan kondisi tidur (apabila penderita mengalami sleep apnea).

Perawatan

Penanganan aritmia tergantung pada jenis dan tingkat keparahan. Dalam beberapa kasus, tidak diperlukan pengobatan.

Baca juga: 15 Penyebab Penyakit Jantung Aritmia

Beberapa pilihan opsi penanganan dapat meliputi:

  • obat-obatan: untuk menghentikan atau mencegah, serta mengontrol laju aritmia
  • kardioversi listrik: penggunaan listrik untuk menyetrum jantung kembali ke ritme normal saat dibius
  • ablasi kateter: perawatan ‘lubang kunci” di bawah anestesi lokal atau umum yang melibatkan penghancuran jaringan rusak di jantung yang menyebabkan aritmia
  • alat pacu jantung (pacemaker): perangkat kecil yang ditanam di dada, menghasilkan sinyal listrik agar jantung berdetak pada tingkat normal
  • implan cardioverter defibrillator (ICD): perangkat mirip alat pacu jantung yang memantau irama jantung dan menyetrum jantung kembali ke ritme normal saat dibutuhkan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Batu Ginjal

Batu Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.