Kompas.com - 08/12/2021, 17:00 WIB
Nyeri dada adalah tanda utama serangan jantung. Unsplash/Giulia BertelliNyeri dada adalah tanda utama serangan jantung.

KOMPAS.com - Nyeri dada dapat menjadi gejala dari berbagai penyakit jantung atau penyakit lainnya.

Meskipun terdapat beberapa kemungkinan penyebab nyeri dada yang berbahaya, sebagian besar lainnya tidak berbahaya.

Rasa nyeri yang timbul juga dapat bervariasi pada:

Baca juga: Apa Beda Nyeri Dada karena GERD dan Serangan Jantung?

  • kualitas
  • intensitas
  • durasi.

Nyeri dada dapat terasa tajam, menusuk, atau nyeri tumpul.

Gejala

Selain nyeri dada, terdapat gejala lain yang mungkin muncul dan membantu dokter membuat diagnosis.

Gejala yang berhubungan dengan jantung

  • tekanan dada atau sesak
  • nyeri punggung, rahang, atau lengan kelelahan
  • pusing
  • sesak napas
  • sakit perut
  • mual
  • nyeri saat beraktivitas.

Gejala yang tidak berhubungan dengan jantung

  • rasa asam di mulut
  • rasa sakit setelah menelan atau makan
  • kesulitan menelan
  • rasa sakit yang timbul saat tubuh dalam posisi tertentu
  • rasa sakit saat bernapas dalam-dalam atau batuk
  • nyeri dan ruam
  • demam
  • sakit
  • panas dingin
  • pilek
  • batuk
  • perasaan panik atau cemas
  • hiperventilasi
  • sakit punggung yang menjalar ke bagian depan dada.

Baca juga: 5 Sifat Nyeri Dada yang Bukan Gejala Khas Penyakit Jantung

Penyebab

Jika terasa nyeri pada dada, mungkin hal pertama yang terlintas adalah serangan jantung.

Meskipun nyeri dada adalah tanda pasti dari serangan jantung, ada hal lain yang dapat menyebabkan sakit yang serupa.

Beberapa penyebab lain dari nyeri dada, yaitu:

  • mulas atau gangguan pencernaan
  • dada terkilir atau tegang
  • kecemasan atau serangan panik
  • infeksi dada atau pneumonia
  • herpes zoster.

Selain itu, masalah jantung paling umum yang menyebabkan nyeri dada dapat meliputi:

  • perikarditis: rasa sakit tajam yang tiba-tiba, menusuk saat bernapas dalam-dalam tau berbaring
  • angina atau serangan jantung: gejala mirip dengan perikarditis tapi mengancam jiwa.

Selain itu, faktor risiko dapat meliputi:

  • merokok
  • obesitas (kelebihan berat badan)
  • memiliki tekanan darah, diabetes, atau kolesterol tinggi
  • riwayat serangan jantung atau angina pada anggota keluarga di bawah 60 tahun.

Diagnosis

Beberapa tes yang mungkin dilakukan dokter, yaitu:

Baca juga: 8 Penyebab Nyeri Dada Saat Menelan yang Perlu Diwaspadai

  • Elektrokardiogram (EKG atau ECG), merekam aktivitas listrik jantung
  • Tes darah, mengukur kadar enzim
  • Rontgen dada, memeriksa jantung, paru-paru, dan pembuluh darah
  • Ekokardiogram, menggunakan gelombang suara untuk merekam gambar jantung yang bergerak
  • MRI, digunakan untuk mencari kerusakan pada jantung atau aorta
  • Tes stres, mengukur fungsi jantung setelah aktivitas
  • Angiogram, untuk mencari penyumbatan tertentu.

Perawatan

Perawatan akan tergantung pada kondisi yang mendasari terjadinya nyeri dada.

Jika dokter telah mengenyampingkan penyebab serius, berikut hal yang dapat dilakukan untuk penanganan:

  • ikuti saran dokter
  • beristirahat jika merasa lelah
  • tingkatkan aktivitas secara perlahan, sesuai kemampuan
  • tidak perlu membatasi pekerjaan atau aktivitas berat (termasuk seks) jika merasa sehat.

Pencegahan

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya nyeri dada:

  • berhenti merokok
  • makan makanan sehat
  • berolahraga teratur
  • menjalani gaya hidup sehat.

Baca juga: 2 Penyebab Nyeri Dada Saat Membungkuk yang Perlu Diwaspadai

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eritema Multiforme

Eritema Multiforme

Penyakit
7 Obat Batuk Alami ala Rumahan yang Patut Dicoba

7 Obat Batuk Alami ala Rumahan yang Patut Dicoba

Health
Pahami, Cara Meningkatkan Kekuatan Jantung

Pahami, Cara Meningkatkan Kekuatan Jantung

Health
13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

13 Cara Alami Obati Penyakit Asam Urat

Health
9 Komplikasi Diabetes pada Kaki Penderita

9 Komplikasi Diabetes pada Kaki Penderita

Health
Waspadai, 4 Penyebab Sakit Leher

Waspadai, 4 Penyebab Sakit Leher

Health
4 Mitos tentang Karbohidrat bagi Kesehatan Tubuh, Bagaimana Faktanya?

4 Mitos tentang Karbohidrat bagi Kesehatan Tubuh, Bagaimana Faktanya?

Health
Adakah Usia Ideal untuk Hamil?

Adakah Usia Ideal untuk Hamil?

Health
Ramai Diperbincangkan, Berapa Kisaran Biaya Egg Freezing?

Ramai Diperbincangkan, Berapa Kisaran Biaya Egg Freezing?

Health
4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

Health
Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Health
Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Health
8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

Health
5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.