Kompas.com - 29/12/2021, 09:00 WIB

 

KOMPAS.com - Kanker liver adalah kanker yang berawal pada sel-sel hati. Hati adalah orang seukuran bola yang terletak di bagian kanan abdomen, di bawah diafragma dan di atas perut.

Terdapat beberapa jenis kanker yang dapat terbentuk di hati. Namun, jenis kanker paling umum adalah karsinoma hepatoseluler, bermula pada jenis utama sel hati (hepatosit).

Jenis kanker lainnya seperti kolangiokarsinoma intrahepatik dan hepatoblastoma tergolong lebih jarang terjadi.

Baca juga: Kanker Hati: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, dan Cara Mengobati

Gejala

Pada tahap awal, seseorang dengan kanker hati mungkin tidak memiliki gejala sama sekali.

Namun, jika hati membengkak, gejala yang mungkin akan timbul berupa:

  • benjolan di bawah tulang rusuk atau nyeri di sisi kanan perut, atau nyeri di dekat bahu kanan
  • penyakit kuning (penyakit yang menyebabkan kulit dan mata menjadi kuning)
  • penurunan berat badan tanpa penyebab jelas atau kehilangan napsu makan
  • kelelahan
  • urine berwarna gelap
  • kembung

Meskipun menjadi salah satu gejala, terdapat banyak penyebab lain yang dapat menyebabkan hati membengkak.

Penyebab

Siapa pun dapat mengembangkan kanker hati primer tanpa penyebab yang jelas.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kanker hati, yaitu:

  • berusia di atas 60 tahun, tapi kondisi ini paling umum terjadi pada orang berusia di atas 85 tahun
  • seorang pria dengan kondisi medis tertentu, seperti hepatitis, sirosis hati, batu empedu, diabetes, parasit di hati (cacing hati), dan HIV
  • memiliki saudara laki-laki, saudara perempuan, atau orang tua yang menderita kanker hati primer.

Baca juga: 12 Gejala Kanker Hati yang Perlu Diwaspadai

Kanker hati sekunder disebabkan oleh sel-sel kanker dari kanker di tempat lain yang menyebar ke hati.

Berbagai kanker hati juga dapat berkaitan dengan gaya hidup, seperti mengonsumsi banyak alkohol.

Diagnosis

Diagnosis kanker hati berawal dengan riwayat medis dan pemeriksaan fisik.

Pastikan dokter mengetahui jika memiliki penyalahgunaan alkohol jangka panjang atau mengalami infeksi hepatitis B atau C kronis.

Tes diagnostik dan prosedur untuk kanker hati meliputi:

  • tes fungsi hati: membantu dokter menentukan kesehatan hati dengan mengukur kadar protein, enzim hati, dan bilirubin dalam darah
  • keberadaan alphafetoprotein (AFP) dalam darah dapat mengindikasikan adanya kanker hati. Protein ini hanya diproduksi di hati dan kantung kuning telur bayi sebelum lahir. Produksi AFP biasanya berhenti setelah lahir.
  • pemindaian CT atau MRI perut untuk menghasilkan gambar hati dan organ lain yang mendetail di perut.

Pemindaian juga dapat membantu dokter melihat di mana tumor telah berkembang, menentukan ukuran, dan jika gangguan telah menyebar ke organ lain.

Perawatan

Kanker hati sulit diobati, tapi masih dapat kemungkinan untuk sembuh.

Baca juga: 11 Faktor Risiko Kanker Hati yang Perlu Diwaspadai

Perawatan akan bergantung pada:

  • jika kanker bersifat primer atau sekunder
  • jika sudah menyebar
  • ukuran dan jenis
  • kesehatan umum penderita secara umum.

Pengobatan akan meliputi operasi, kemoterapi, dan menggunakan panas untuk menghancurkan kanker (ablasi termal), menggunakan obat-obatan khusus, dan radioterapi.

Pencegahan

Mengurangi risiko sirosis

Sirosis adalah jaringan parut pada hati yang meningkatkan risiko kanker hati.

Kurangi risiko sirosis dengan:

  • minum alkohol secukupnya atau jangan sama sekali: tidak lebih dari satu gelas sehari untuk wanita dan tidak lebih dari dua gelas sehari untuk pria.
  • pertahankan berat badan sehat: jalani pola makan sehat dan berolahraga dengan teratur

Lakukan vaksinasi terhadap hepatitis B

Vaksin hepatitis B dapat diberikan kepada hampir semua orang, termasuk bayi, orang dewasa, orang usia lanjut, dan mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Lakukan tindakan untuk mencegah hepatitis C

Tidak ada vaksin hepatitis C, tapi risiko dapat dikurangi.

Baca juga: Suar Muntah Darah, Kisah Dahlan Iskan Menjadi Penyintas Kanker Hati

  • Ketahui status kesehatan pasangan seksual. Jangan melakukan hubungan seks tanpa kondom kecuali yakin pasangan tidak terinfeksi HBV, HCV, atau infeksi menular seksual lainnya.
  • Jangan menggunakan obat intravena. Jika perlu, gunakan jarum bersih dan steril. Jangan menggunakan atau menyuntikkan obat-obatan terlarang.Perlengkapan obat yang terkontaminasi adalah penyebab umum infeksi hepatitis C.
  • Cari toko yang aman dan bersih saat melakukan tindik atau tato. Jarum yang tidak disterilkan dengan benar dapat menyebarkan virus hepatitis C.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.