Kompas.com - 18/02/2022, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Salah satu penyebab perdarahan yang dialami ibu hamil adalah vasa previa.

Vasa previa merupakan penyakit komplikasi dalam kehamilan yang ditandai dengan adanya pembuluh darah dari tali pusat janin melintasi mulut rahim atau serviks.

Pada kehamilan yang normal dan sehat, semua pembuluh darah yang menghubungkan janin dan plasenta berada di dalam tali pusat.

Baca juga: Plasenta previa

Namun pada vasa previa, salah satu bagian pembuluh darah janin keluar dari tali pusat bersama dengan selaput ketuban.

Kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah yang tidak terbungkus di tali pusat robek atau pecah, baik selama masa kehamilan ataupun saat persalinan.

Hal ini dapat menyebabkan perdarahan hebat. Akibatnya, janin kehilangan banyak darah dan kekurangan oksigen yang dapat berujung pada kematian janin.

Hampir semua penderita vasa previa harus menjalani operasi cesar untuk mencegah komplikasi tersebut, serta menyelamatkan nyawa janin dan ibu.

Vasa previa juga meningkatkan risiko ibu hamil melahirkan secara prematur atau lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu.

Gejala

Merangkum Healthline dan WebMD, vasa previa sering kali bersifat asimptomatik atau tidak menimbulkan gejala apa pun.

Gejala vasa previa akan muncul saat proses persalinan, yaitu detak jantung janin yang lemah. Jika tidak segera dilahirkan, dapat menyebabkan bayi lahir meninggal (stillbirth).

Namun terkadang, vasa previa juga dapat menimbulkan gejala di masa kehamilan, yakni perdarahan yang keluar dari vagina.

Darah yang keluar biasanya akan berwarna merah gelap akibat janin kekurangan oksigen.

Penyebab

Dikutip dari WebMD, vasa previa disebabkan oleh dua kondisi berikut:

  1. Velamentous cord insertion, yaitu suatu kelainan pada tali pusat yang menyebabkan pembuluh darah berada di luar tali pusat
  2. Bilobed placenta, yaitu adanya dua plasenta dalam rahim yang dapat menyebabkan pembuluh darah pada plasenta tersebut melintasi serviks.

Baca juga: Kenali Pendarahan Implantasi, Tanda-tanda Awal Kehamilan

Faktor risiko

Menurut Healthline, berikut beberapa kondisi yang meningkatkan risiko ibu hamil mengalami vasa previa:

  • Letak plasenta terlalu rendah sehingga menutupi jalan lahir, kondisi ini disebut plasenta previa
  • Memiliki riwayat menjalani operasi cesar pada kehamilan sebelumnya
  • Kehamilan terjadi melalui prosedur bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF)
  • Mengandung lebih dari satu bayi (kembar)
  • Pernah menjalani prosedur operasi di area rahim.

Diagnosis

Dirangkum dari situs Healthline dan Very Well Family, vasa previa dapat didiagnosis melalui ultrasonografi (USG) secara rutin ketika melakukan pemeriksaan kehamilan.

Dokter akan menggunakan USG transvaginal Doppler yang dimasukkan melalui vagina untuk melihat gambaran pembuluh darah pada rahim.

Perawatan

Merangkum Healthline dan Merck Manuals, penanganan vasa previa dilakukan agar janin dapat lahir dalam kondisi yang sehat dan dapat tumbuh dengan optimal.

Penanganan vasa previa juga dilakukan untuk mencegah pecahnya pembuluh darah.

Pada sebagian kasus, vasa previa dapat hilang dengan sendirinya. Namun, kondisi ini mungkin memerlukan penanganan khusus setelah memasuki trimester ketiga.

Baca juga: Mengenal 3 Jenis Anemia selama Kehamilan beserta Dampaknya

Beberapa penanganan yang dapat diberikan, meliputi:

  1. Pemantauan yang lebih ketat terhadap perkembangan dan kondisi janin melalui pemeriksaan fisik dan USG Doppler
  2. Pasien tidak boleh memasukkan benda asing ke dalam vagina dan tidak boleh berhubungan intim selama kehamilan
  3. Pemberian obat kortikosteroid untuk untuk membantu mempersiapkan paru-paru janin jika harus dilahirkan secara prematur.

Jika vasa previa terdiagnosis selama masa kehamilan maka dokter akan merencanakan persalinan dengan operasi cesar.

Ibu hamil dengan vasa previa akan melakukan persalinan pada usia kehamilan 34 sampai 37 minggu.

Hal ini dilakukan untuk mencegah ketuban pecah yang akan menyebabkan pembuluh darah janin ikut pecah.

Apabila pembuluh darah janin ikut pecah maka janin akan mengalami perdarahan.

Selama proses operasi cesar, dokter akan menyiapkan transfusi darah karena umumnya bayi kehilangan banyak darah.

Komplikasi

Menurut Healthline, vasa previa yang tidak terdiagnosis selama kehamilan dapat membahayakan nyawa janin.

Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi berupa bayi lahir meninggal (stillbirth), yaitu bayi yang meninggal saat usia kandungan lebih dari 20 minggu.

Baca juga: Penyebab Tekanan Darah Rendah selama Kehamilan

Pencegahan

Dilansir dari Very Well Family, vasa previa merupakan kondisi yang tidak dapat dicegah.

Namun, pemeriksaan rutin dan deteksi dini selama kehamilan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup janin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.