Kompas.com - 20/02/2020, 10:33 WIB
Ilustrasi sakit GERD Shutterstock.comIlustrasi sakit GERD

KOMPAS.com - Gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi saat asam lambung dari perut berbalik naik ke kerongkongan.

Penyakit ini membuat penderitanya merasakan sensasi terbakar di dada (heartburn), mengalami gangguan pencernaan, sampai sulit menelan makanan.

Rasa tidak nyaman yang dirasakan penderita GERD ini bisa terjadi beberapa kali seminggu. Berikut penjelasannya.

Baca juga: Bisakah Asam Lambung Naik (GERD) Sebabkan Serangan Jantung?

Apa itu GERD?

GERD adalah kondisi naiknya (refluks) asam lambung dari perut ke kerongkongan secara kronis.

Melansir Cleveland Clinic, refluks asam bisa terjadi karena katup di ujung kerongkongan, tepatnya di bagian sfingter esofagus bagian bawah, tidak menutup saat makanan sampai di perut.

Akibatnya, asam lambung mengalir kembali melalui kerongkongan ke tenggorokan. Penderitanya pun bisa sampai merasakan rasa asam di mulut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala GERD

Penderita GERD bisa merasakan sejumlah gejala yang berbeda-beda pada penyakitnya.

Melansir Mayo Clinic, ada beberapa gejala GERD yang jamak dirasakan penderitanya. Antara lain:

  • Merasakan panas di bagian dada (heartburn), khususnya setelah makan atau di malam hari
  • Nyeri dada
  • Susah menelan makanan
  • Timbul rasa asam di mulut
  • Tenggorokan serasa ada yang mengganjal
  • Batuk tak kunjung sembuh
  • Radang selaput lendir di tenggorokan
  • Timbul asma
  • Susah tidur

Baca juga: 6 Pilihan Menu Makanan untuk Penderita Asam Lambung

Penyebab GERD

GERD disebabkan melemahnya atau kendurnya otot yang mengatur katup di bagian bawah esofagus. Sehingga, asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

Dalam kondisi normal, katup ini dapat tertutup rapat setelah makanan dari mulut masuk ke perut.

GERD dapat disebabnya banyak hal. Di antaranya:

  • Tekanan pada perut, seperti yang dialami ibu hamil
  • Makanan tertentu, seperti tinggi lemak, pedas, susu, gorengan
  • Efek obat-obatan dari obat asma, tekanan darah tinggi, alergi, sampai obat penenang
  • Hernia hiatal atau bagian atas perut menonjol ke dalam diafragma dan menghalangi asupan makanan
  • Kegemukan
  • Gangguan jaringan ikat, seperti scleroderma

Ada juga beberapa faktor risiko yang dapat memperburuk kondisi GERD, seperti:

  • Merokok
  • Makan malam terlalu larut
  • Terlalu banyak makan
  • Mengonsumsi makanan pemicu GERD
  • Mengonsumsi minuman tertentu seperti kopi, susu, alkohol

Baca juga: 5 Cara Penderita Asam Lambung Bisa Tetap Aman Minum Kopi

Cara mengobati GERD

Melansir Web MD, dokter biasanya merekomendasikan penderita GERD untuk mengubah gaya hidup dan memperbaiki pola makan.

Perawatan atau pengobatan bertujuan untuk mengurangi intensitas refluks atau menekan kerusakan pada lapisan esofagus akibat paparan asam lambung.

Umumnya, pasien GERD dianjurkan menghindari makanan dan minuman yang bisa memicu penyakit.

Selain itu, penderita GERD juga disarankan untuk mengatur porsi makan atau makan dalam ukuran kecil.

Kebiasaan makan sebelum tidur juga perlu diubah, paling tidak atur waktu dua hingga tiga jam sebelum tidur agar asam lambung di perut tidak naik.

Baca juga: Mengenal GERD, Masalah Pencernaan yang Bisa Sebabkan Komplikasi Serius

Seiring dengan perubahan gaya hidup dan diet, dokter Anda juga akan merekomendasikan sejumlah obat.

Beberapa obat yang diberikan bertujuan untuk menetralkan asam lambung di kerongkongan dan lambung.

Namun, penggunaan obat ini wajib dikonsultasikan pada dokter.

Pasalnya, penggunaan jangka panjang obat-obatan tertentu dapat memengaruhi kinerja ginjal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.