Kompas.com - 26/03/2020, 19:59 WIB
Ilustrasi tidur. ShutterstockIlustrasi tidur.

KOMPAS.com - Kebutuhan waktu tidur setiap orang bisa berbeda-beda tergantung banyak faktor, terutama usia.

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan tidur seseorang semakin singkat.

Bayi yang baru lahir dapat tidur sampai 17 jam setiap hari. Sementara orang lanjut usia (lansia), waktu istirahatnya tak lebih dari tujuh jam.

Baca juga: Tidur Tanpa Bantal: Manfaat dan Mudarat bagi Kesehatan

Menurut Kementerian Kesehatan, waktu tidur yang baik untuk kesehatan sesuai usia adalah:

  • Usia 0-1 bulan: 14-18 jam/hari
  • Usia 1-18 bulan: 12-14 jam/hari
  • Usia 3-6 tahun: 11-13 jam/hari
  • Usia 6-12 tahun: 10 jam/hari
  • Usia 12-18 tahun: 8-9 jam/hari
  • Usia 18-40 tahun: 7-8 jam/hari
  • Usia 40-60 tahun: 7 jam/hari
  • Di atas 60 tahun: 6 jam/hari

Secara alamiah, waktu dan pola tidur seseorang dapat berubah seiring pertambahan usia.

Baca juga: Bayar Utang Tidur di Akhir Pekan Rusak Kesehatan, Bagaimana Baiknya?

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Mengapa Waktu Tidur Bisa Berbeda-beda Tergantung Usia?
Usia dapat memengaruhi waktu tidur seseorang. Hal itu dipengaruhi aktivitas, ritme sirkadian, sampai hormon. Berikut penjelasannya.
Bagikan artikel ini melalui

Melansir Harvard Medical School, bayi yang baru lahir jam tidurnya belum menentu. Karena, aktivitas bayi baru lahir sepanjang hari kebanyakan hanya tidur dan makan.

Setelah usia bayi menginjak tiga bulan, pola tidur bayi baru terbentuk. Sesuai taraf tumbuh kembang buah hati, pada usia ini bayi mulai belajar tidur lebih lama.

Bayi dan anak balita, umumnya juga mulai bisa jenak tidur malam, ditambah beberapa sesi tidur siang.

Seiring meningkatnya aktivitas si kecil, waktu tidur siang anak balita juga semakin sedikit atau jam tidur siangnya makin pendek. Tidur mereka jadi lebih lama di malam hari.

Setelah usianya enam atau tujuh tahun, banyak anak-anak mulai tidak tidur siang. Hal itu normal, karena golongan usia ini mulai mengalami transisi menjelang remaja.

Baca juga: Susah Tidur di Malam Hari Bisa Jadi Gejala Penyakit Apa?

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Health
10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Bentuk Puting Tidak Normal

Bentuk Puting Tidak Normal

Penyakit
11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Jari Tangan Kaku

Jari Tangan Kaku

Penyakit
Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Hipotermia

Hipotermia

Penyakit
Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Kaki Bengkak

Kaki Bengkak

Penyakit
7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Perut Terasa Panas

Perut Terasa Panas

Penyakit
Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Health
Infeksi Bakteri

Infeksi Bakteri

Penyakit
15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

Health
Kulit Mengelupas

Kulit Mengelupas

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.