Kompas.com - 15/07/2020, 09:03 WIB
Ilustrasi madu ALLEKOIlustrasi madu

Perhatian sebelum memberikan madu pada anak

Selain mengentahui kapan madu boleh diberikan untuk bayi dan dosis awal pemberian madu, orangtua juga perlu mempertimbangkan hal lainnya.

Pertama, jangan berikan terlalu banyak madu untuk anak-anak.

Walaupun tidak ada reaksi alergi atau keracunan makanan, pemberian madu berlebihan bisa bikin anak kelebihan kalori dan gula.

Pasalnya, madu tinggi kalori dan fruktosa. Apabila dikonsumsi berlebihan, keduanya bisa menyebabkan berat badan berlebih, karies gigi, sampai masalah lambung.

Selain itu, periksa tanggal pembuatan dan batas aman konsumsi madu.

Baca juga: Bagaimana Nasib ASI Perah saat Listrik Padam?

Hindari menyimpan madu di tempat terbuka atau tanpa penutup karea bisa terkontaminasi bakteri dan debu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait jenis madu, anak-anak tidak disarankan mengonsumsi madu murni atau madu mentah.

Madu yang belum diolah bisa mengandung racun yang tidak bisa ditoleransi anak-anak.

Racun yang ada di dalam madu bisa encer atau dampaknya bisa diminimalkan setelah madu diolah atau diproses.

Tak hanya itu, madu yang sudah diproses umumnya juga bebas dari serbuk sari dan debu yang bisa jadi sumber alergi pada anak.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X