Kompas.com - 02/08/2020, 20:58 WIB
ilustrasi stretch mark pada ibu hamil Shutterstock/bearmoneyilustrasi stretch mark pada ibu hamil

KOMPAS.com - Stretch mark adalah guratan di kulit yang biasanya berwarna putih, kuning, cokelat, merah, atau ungu.

Guratan atau jaringan parut yang kerap dianggap mengganggu penampilan ini paling sering muncul di bagian perut, pantat, paha, dada, serta pinggul.

Stretch mark jamak dialami ibu hamil. Namun, siapa saja bisa memiliki stretch mark. Terutama orang yang punya saudara atau keturunan memiliki masalah kulit ini.

Baca juga: 8 Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil Menurut Dokter Obgyn

Melansir What to Expect, stretch mark pada ibu hamil biasanya muncul ketika kehamilan memasuki usia 13-21 minggu.

Munculnya jaringan parut atau stretch mark ini sebenarnya bukanlah penyakit. Melainkan robekan kecil di lapisan jaringan di bawah kulit.

Selama hamil, kulit di sejumlah bagian tubuh ibu hamil tertarik atau meregang dengan maksimal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, penyebab stretch mark lainnya yakni penambahan berat badan yang cepat selama kehamilan.

Ibu hamil yang punya warna kulit lebih gelap dan badan lebih kecil cenderung memiliki stretch mark dibandingkan ibu hamil yang berkulit putih.

Kendari guratan khas di kulit ini keniscayaan bagi para ibu, namun ada beberapa cara untuk meminimalkan guratan ini agar tidak terlalu kentara.

Baca juga: Anemia pada Ibu Hamil: Penyebab, Ciri-ciri, Cara Mengatasi

Berikut cara mencegah stretch mark pada ibu hamil sesuai usia kehamilan:

Trimester pertama kehamilan

Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan di masa pandemi Covid-19. Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan di masa pandemi Covid-19.
Melansir Parents, stretch mark pada ibu hamil bisa mulai muncul di perut, punggung bagian bawah, payudara, dan pinggul.

Stretch mark pada ibu hamil tersebut bisa muncul lantaran permukaan kulit pecah karena tekanan kenaikan berat badan yang cepat.

Pelembab bisa membantu menjaga elastisitas kulit ibu hamil yang sedang meregang tersebut.

Dengan menggunakan pelembab, kemungkinan kulit robek saat kulit tubuh mulai meregang bisa dicegah.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Sembelit pada Ibu Hamil

Setelah dinyatakan positif hamil,  rajin-rajin oleskan pelembab yang mengandung minyak kelapa, shea butter, atau vitamin E di bagian tubuh yang rentan stretch mark.

Terutama di pagi, sore, atau malam hari. Pastikan ibu hamil selalu menggunakan pelembab tubuh khususnya setelah mandi.

Tak hanya menggunakan pelembab, cukupi kebutuhan cairan dengan banyak minum air putih. 

Selain itu, ibu hamil juga perlu menjaga berat badannya tetap sehat. Konsultasikan dengan dokter kenaikan jumlah berat badan paling ideal.

Tak hanya bisa jadi cara mencegah stretch mark pada ibu hamil, menjaga berat badan sehat juga bisa menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Baca juga: 5 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Trimester kedua kehamilan

Ilustrasi ibu hamilNataliaDeriabina Ilustrasi ibu hamil
Setelah berupaya dengan beragam cara mencegah strech mark muncul di trimester awal kehamilan, jaringan parut di trimester kedua kehamilan biasanya tidak terlalu kentara atau hanya muncul kemerahan.

Berbeda dengan stretch mark pada ibu hamil tanpa perawatan di awal kehamilan, jaringan parut yang tidak dicegah sejak awal kehamilan biasanya kentara dan berwarna putih.

Jika sudah begitu, tak mudah menghilangkan bekas jaringan parut tersebut.

Di trimester kedua kehamilan, ibu hamil yang punya masalah strech mark bisa berkonsultasi ke dokter jika ingin menggunakan krim penghilang stretch mark.

Segera atasi stretch mark, terutama jika jaringan parut masih berwarna kemerahan dan belum memutih.

Lebih cepat strecth mark ditangani, kemungkinan bekas guratan halus di kulit tersebut hilang atau pudar semakin besar.

Baca juga: 10 Manfaat Buah Pisang untuk Ibu Hamil 

Setelah melahirkan

Jaringan parut atau stretch mark pada ibu hamil yang sudah melahirkan bisa dihilangkan dengan beberapa produk perawatan kulit.

Bagi ibu yang baru melahirkan dan sedang menyusui, selalu gunakan cara menghilangkan stretch mark dengan bahan alami.

Pilih beberapa produk perawatan atau krim penghilang stretch mark berbahan alami seperti Centella asiatica yang bisa mengencang kulit.

Setelah ibu hamil melahirkan, stretch mark biasanya juga memudar menjadi keputihan dan pudar seiring berjalannya waktu.

Jika perawatan harian dengan obat atau krim tak cukup mempan, coba konsultasikan ke dokter spesialis kulit untuk terapi laser.

Melansir Healthline, terapi laser dapat menghilangkan stretch mark dengan membantu kulit merangsang kolagen atau elastin untuk tumbuh.

Terdapat beberapa jenis terapi laser. Konsultasikan dengan dokter terkait terapi laser paling pas untuk menghilangkan stretch mark.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Angiosarkoma
Angiosarkoma
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.