Kompas.com - 12/08/2020, 21:00 WIB

KOMPAS.com – Panas tinggi atau demam adalah suatu kondisi saat suhu badan lebih tinggi daripada biasanya atau di atas suhu normal.

Suhu badan normal manusia pada umumnya berkisar antara 36-37 derajat Celsius.

Jadi, seseorang dapat dikatakan mengalami demam ketika suhu badannya berada di atas angka tersebut.

Baca juga: Alasan Tak Boleh Buru-buru Minum Obat Penurun Panas Saat Demam

Namun, suhu badan yang mencapai 37,5 derajat Celsius masih bisa disebut berada di ambang suhu normal sepanjang tidak memiliki kecenderungan untuk meningkat.

Demam pada umumnya akan terjadi ketika seseorang sedang mengalami gangguan kesehatan.

Melansir Buku Mini Handbook Kesehatan Anak (2019) oleh dr. Rendi Aji Prihaningtyas, dkk, demam adalah bentuk perlawanan tubuh dalam memerangi penyakit.

Cara kerjanya adalah suhu badan naik agar kuman penyebab penyakit merasa tidak nyaman.

Maka dari itu, tidak semua demam harus selalu diobati, termasuk pada anak-anak.

Jika anak demam dengan kondisi yang masih tampak nyaman, tindakan yang sebaiknya dilakukan para orangtua hanya obeservasi.

Hal itu dilakukan sampai suhu turun dengan sendirinya dan tidak perlu diberikan obat penurun panas.

Gejala demam pada anak yang perlu ditangani dokter

Setelah berkenalan dengan demam, para orangtua sebenarnya tidak perlu terlalu panik ketika mendapati anak mengalami demam.

Baca juga: Jangan Sampai Telat, Kenali 7 Ciri DBD pada Anak Harus Dirawat di RS

Pada kondisi demam tertentu saja anak-anak perlu mendapatkan penanganan dokter.

Melansir Buku Mencegah & Mengatasi Demam pada Balita (2001) oleh dr. M. C. Widjaja, mengetahui atau tidaknya penanganan dokter jika anak mengalami demam dapat dilihat dari tanda-tanda yang muncul, antara lain sebagai berikut:

1. Usia anak di bawah 6 bulan

Jika anak yang mengalami demam berusia di bawah 6 bulan, dengan alasan apa pun harus ditangani oleh dokter.

Sebaiknya hingga anak balita berusia 2 tahun, selalu dikonsultasikan atau ditangani oleh dokter bila mengalami demam.

Pasalnya, kondisi fisik anak di bawah 2 tahun apalagi 6 bulan masih tergolong sangat lemah, sehingga bila tidak segera ditangani oleh dokter dikhawatirkan akan membahayakan keselamatannya.

Baca juga: 7 Penyakit dengan Gejala Demam Disertai Bintik Merah Selain Campak

2. Mengalami gangguan pernapasan

Jika mengalami gangguan pernapasan, misalnya terlihat memburu dan tersengal-sengal, anak balita harus segera ditangani oleh dokter.

Anak balita yang napasnya terlihat memburu dan tersengal-sengal mungkin mengalami infeksi pada bagian dadanya, apalagi bagi anak balita yang baru saja terkena flu atau pilek.

Sementara itu, sebelum ditangani oleh dokter, usahakan pemberian minuman air putih hangat lebih banyak dari pada biasanya dan usahakan pula membuat ruang kamarnya menjadi lebih lembab.

Misalnya, dengan cara meletakkan panci yang berisi air panas, sehingga uapnya memenuhi ruangan dan dihirup oleh sang buah hati.

3. Sering BAB

JIka kerap buang air besar (BAB) atau terkena diare saat demam, anak perlu dilarikan ke dokter.

Apalagi, anak mengalami diare yang disertai dengan muntah-muntah.

4. Menolak makanan padat

Balita usia 6-12 bulan yang menolak makanan padat, besar kemungkinan mengalami radang tenggorokan.

Baca juga: Orangtua Harus Paham, Kenali 11 Mitos Demam pada Anak

Jangan paksakan anak menelan makanan padat (keras) apalagi bila diiringi demam.

Berikan saja anak susu sebagai pengganti makanan padat.

Selanjutnya, berikan obat penurun panas sesuai dengan aturan pakai yang ada pada kemasan.

JIka dalam waktu dua hari tindakan tersebut tidak menyembuhkan, anak perlu mendapat penanganan dokter.

5. Sering bersin-bersin

Jika anak balita sering bersin-bersin dan keluar cairan ingus dari hidungnya, besar kemungkinan mengalami radang tenggorokan karena infeksi virus influenza.

Pada umumnya, kepada penderita dianjurkan untuk minum air hangat guna meringankan efek radang tenggirokan yang dialami.

Bila dalam waktu 2 hari tindakan tersebut tidak membawa hasil, anak perlu dibawa ke dokter.

Baca juga: 3 Obat Demam yang Bisa Dibeli Tanpa Resep, Mana yang Terbaik?

6. Mengeluh telinga sakit

Jika anak mengeluh telinganya sakit atau anak balita yang belum mampu berbicara terlihat menangis sambil menarik-narik daun telinganya, besar kemungkinan terkena radang pada bagian tengah telinganya.

Gejala ini memerlukan penanganan dokter, terlebih jika sudah terjadi infeksi yang ditandai oleh keluarnya cairan berwarna keruh dan kental dari telinga.

7. Bintik merah

Jika muncul bintik merah muda pada tubuh anak balita setelah mengalami demam beberapa hari, besar kemungkinan dia terserang virus roseola infentum.

Virus menular ini biasa menyerang anak balita yang berusia 6 bulan hingga 3 tahun.

Segeralah dibawa ke dokter ahli jika anak ditemukan mengembangkan bintik merah muda di kulit.

8. Muncul bercak

Jika mengalami demam yang dibarengi munculnya bercak-bercak, besar kemungkinan anak terkena rubella atau campak jerman.

Namun, ada kemungkinan juga dia terkena cacar air jika bercak-bercak yang timbul di badan tampak melepuh.

Baca juga: Gejala Demam Karena Infeksi Virus

Pada umumnya, suhu badan anak akan segera kembali normal dalam waktu beberapa hari.

Bila demamnya tetap muncul, jalan terbaik adalah segera menghubungi dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.