Nyata Bahayakan Anak, Rokok Diserukan Naik Harga

Kompas.com - 14/10/2020, 07:01 WIB
Anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Surakarta (FAS) mengikuti aksi memungut puntung rokok yang diadakan Yayasan Kepedulian untuk Anak Surakarta (Kakak) di tempat umum yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah pada Maret 2019. Kegiatan ini diadakan untuk semakin menyadarkan anak akan bahaya rokok. Kompas.comAnak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Surakarta (FAS) mengikuti aksi memungut puntung rokok yang diadakan Yayasan Kepedulian untuk Anak Surakarta (Kakak) di tempat umum yang ada di Kota Solo, Jawa Tengah pada Maret 2019. Kegiatan ini diadakan untuk semakin menyadarkan anak akan bahaya rokok.

Survei ini diadakan Yayasan Kakak dengan menggandeng anak-anak dari Forum Anak Surakarta (FAS) dengan maksud agar anak-anak menyadari situasi di sekitar mereka, khususnya posisi anak yang dijadikan target dari industri rokok.

Baca juga: Dokter: Rokok Elektrik Bisa Lebih Berbahaya Ketimbang Rokok Tembakau

Survei juga dimaksudkan untuk meningkatkan peran serta anak-anak di Kota Solo dalam melakukan advokasi kebijakan berkaitan dengan rokok.

Dalam survei yang dilakukan selama 2 pekan itu, Yayasan Kakak dan FAS mendapati sedikitnya ada 1.472 iklan, promosi, dan sponsor rokok yang tersebar di 5 kecamatan di Solo.

Dari jumlah tersebut, 54 persen atau sebagian besarnya ditemukan berada di pinggir jalan.

Media iklan, promosi, dan sponsor itu tentu tidak asal dipasang di sembarang tempat di pinggir jalan.

Berdasarkan pengamatan, Shoim menuturkan, iklan, promosi dan sponsor rokok pada kenyataanya banyak diletakkan di tempat anak-anak sering berkumpul, misalnya halte atau tempat mereka menunggu jemputan ketika pulang sekolah.

Setelah pinggir jalan, iklan, promosi, dan sponsor rokok kemudian bisa dengan mudah ditemukan di sekitar minimarket, sekitar sekolah, pasar tradisional, simpang jalan, tempat olahraga atau lapangan, dan taman kota atau taman cerdas.

Dia melihat keadaan pada 2019 itu masih tak jauh beda dengan sekarang.

"Anak-anak sudah dikepung iklan rokok di mana-mana yang pada akhirnya membuat mereka penasaran dan ingin mencobanya," kata Shoim saat berbincang dengan Kompas.com, Selasa (13/10/2020).

Kemudian, karena harga rokok relatif murah, Shoim menyebut, anak-anak bisa dengan mudah mendapatkannya.

Baca juga: Dokter: Rokok Dapat Tingkatkan Risiko Infeksi Virus Corona

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X