Kompas.com - 13/02/2021, 18:08 WIB
. SHUTTERSTOCK.

Sleep apnea sering terjadi pada orang dengan kondisi diabetes tipe 2.

80 persen atau lebih dari penderita mungkin menderita obstructive sleep apnea.

Obesitas meningkatkan resiko seseorang untuk kedua gangguan tersebut.

Meskipun penelitian belum menunjukkan hubungan sebab-akibat antara sleep apnea dan diabetes tipe 2, tidak cukup tidur karena sleep apnea dapat membuat tubuh Anda tidak menggunakan insulin dengan benar, yang menyebabkan diabetes.

4. Penambahan berat badan

Berat badan berlebih dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena sleep apnea, dan kondisinya juga membuat Anda lebih sulit untuk langsing.

Jika Anda kelebihan berat badan, Anda dapat memiliki timbunan lemak di leher yang menghalangi pernapasan di malam hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, sleep apnea dapat membuat tubuh Anda melepaskan lebih banyak hormon ghrelin, yang membuat Anda mendambakan karbohidrat dan makanan manis.

Baca juga: 3 Cara Mengukur Obesitas, Mana yang Terbaik?

Dan, bila Anda merasa lelah sepanjang waktu, Anda mungkin tidak dapat mengubah makanan yang Anda makan menjadi energi secara efisien, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Berita bagusnya, perawatan untuk obstructive sleep apnea dapat membuat Anda merasa lebih baik, dengan lebih banyak energi untuk berolahraga dan aktivitas lainnya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X