Kompas.com - 18/02/2021, 08:10 WIB
Foto tertanggal 13 Mei 2020 menunjukkan Gary Stokes pendiri LSM lingkungan hidup Oceans Asia, memegang sampah masker sekali pakai yang berserakan di Discovery Bay di Pulau Lantu yang terpencil di Hong Kong. Selain berserakan di sepanjang garis pantai, beberapa sampah masker sekali pakai juga hanyut ke laut. AFP/ANTHONY WALLACEFoto tertanggal 13 Mei 2020 menunjukkan Gary Stokes pendiri LSM lingkungan hidup Oceans Asia, memegang sampah masker sekali pakai yang berserakan di Discovery Bay di Pulau Lantu yang terpencil di Hong Kong. Selain berserakan di sepanjang garis pantai, beberapa sampah masker sekali pakai juga hanyut ke laut.

KOMPAS.com - Sejak pandemi melanda, sampah medis menjadi isu lingkungan yang memprihatinkan.

Paparan limbah medis ini bisa menyebabkan penyakit dan menyebabkan cedera.

Pasalnya, limbah kesehatan juga mengandung zat atau agen berbahaya, seperti berikut:

  • patogen
  • genotoksik
  • bahan kimia atau obat beracun
  • radioaktif.

Baca juga: Tak Sengaja Bertemu Orang Positif Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan

Menurut data WHO, pengelolaan limbah medis yang buruk bisa memicu bahaya berikut:

1. Infeksi

Limbah medis biasanya mengandung patogen penyebab infeksi, yakni virusdan bakteri.

Limbah medis seringkali menyebabkan infeksi saluran pernapasan seperti uberkulosis, Streptococcus pneumonia, dan virus seperti campak, yang bisaterjadi akibat pembuangan limbah yang keliru.

Selain itu, limbah medis juga meningkatkan risiko hepatitis A, B, atau C, hingga HIV dan Aids yang bisa menular melalui barang yang terkontaminasi darah atau cairan tubuh.

2. Bahan kimia berbahaya

Limbah medis sering mengandung bahan kimia berbahaya. Jika tidak dibuang dengan tepat, bisa memicu keracunan.

Bahan kimia dalam limbah medis juga bisa meningkatkan risiko penyakit pernapasan atau kulit.

3. Zat genotoksik

Riset dari Finlandia menemukan bahwa zat genotksik pada limbah meids bisa meningkatkan risiko keguguran.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Penyakit Paget
Penyakit Paget
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Health
Insufisiensi Aorta

Insufisiensi Aorta

Penyakit
10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

Health
Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin

Penyakit
Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Health
Ekolalia

Ekolalia

Penyakit
3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Health
Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.