Kompas.com - 11/03/2021, 20:05 WIB
Ilustrasi kelopak mata ShutterstockIlustrasi kelopak mata

KOMPAS.com – Memiliki kelopak mata bengkak bisa jadi sangat menyebalkan.

Bagi sebagian orang, keadaan ini mungkin saja dianggap dapat mengganggu penampilan atau meruntuhkan rasa percaya diri.

Belum lagi, kelompak mata bengkak bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman di area mata, terlebih jika pembengkakannya cukup parah hingga mengganggu penghlihatan.

Baca juga: 9 Cara Mengobati Infeksi Mata Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Sebagian besar penyebab kelopak mata bengkak tidaklah berbahaya.

Tapi, masalah yang tampaknya kecil ini bisa jadi cukup serius.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya
Kenali beragam kondisi yang bisa menjadi penyebab mata bengkak dan juga cara mengatasinya untuk menghilangkan ketidaknyaman hingga benjolannya.
Bagikan artikel ini melalui

Jadi, jika seseorang memiliki kelopak mata bengkak, ada baiknya segera menemui dokter.

Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab kelopak mata bengkak yang dapat terjadi:

1. Bintitan

Bintitan (hordeolum) adalah infeksi kelenjar di kelopak mata.

Jenis bintitan yang paling umum menginfeksi kelenjar air mata yang berada di dasar bulu mata.

Bintitan juga terkadang terjadi di dalam kelopak mata karena kelenjar minyak yang terinfeksi.

Bintitan biasanya dimulai dengan benjolan merah, gatal, nyeri, dan bengkak.

Selama beberapa jam atau beberapa hari, bintitan biasanya mulai menyerupai jerawat. Beberapa benjolan “berkepala” putih.

Dalam kebanyakan kasus, infeksi hanya menyerang satu kelenjar air mata atau minyak dan tidak memerlukan pengobatan. Kompres hangat bisa membantu meredakan nyeri.

Baca juga: 17 Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami

Seseorang harus menghindari berbagai produk untuk mata, termasuk makeup dan krim mata sampai bintitan hilang.

Penderita juga tidak boleh mencoba mencabut bintitan karena dapat menyebarkan infeksi dan merusak mata.

Antibiotik dapat membantu dalam situasi berikut:

  • Beberapa bintitan muncul sekaligus
  • Bintitanya terasa sangat nyeri
  • Gejala terus memburuk
  • Demam berkembang
  • Penglihatan terganggu

Jika mengalami gejala-gejala tersebut dengan bintitan, seseorag harus menghubungi dokter mata.

Baca juga: 4 Penyebab Mata Merah dan Cara Menghilangkannya

2. Kalazion

Chalazion atau kalazion tampak seperti bintitan, tetapi itu bukan infeksi.

Sebaliknya, kalazion terjadi ketika kelenjar minyak di kelopak mata tersumbat.

Orang yang pernah mengalami kalazion cenderung bisa mengembangkannya lagi, dan benjolan bisa tumbuh cukup besar.

Namun, kalazia jarang melukai. Benjolan biasanya muncul sendiri setelah beberapa hari, seperti jerawat.

Kompres hangat dapat membantu kalazion hilang lebih cepat.

Ketika tumbuh sangat besar, kalazia bisa mengganggu penglihatan dan bisa menjadi menyakitkan.

Itu juga akan sulit untuk dibedakan, yakni antara kalazion, bintitan, atau infeksi mata.

Jika benjolan tidak hilang setelah beberapa hari atau terdapat tanda-tanda infeksi lain, seperti demam, sebaiknya segera hubungi dokter.

3. Alergi

Jika mata gatal, merah, dan berair menyertai kelopak mata yang bengkak, penyebabnya bisa jadi alergi mata.

Debu, serbuk sari, dan alergen umum lainnya dapat mengiritasi mata, memicu reaksi alergi.

Baca juga: Alergi: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, dan Cara Mengobati

Alergi mata jarang berbahaya, tetapi bisa mengganggu.

Menghindari alergen yang diketahui adalah bentuk pengobatan terbaik.

Tetapi, beberapa orang merasa lega setelah mengonsumsi antihistamin, seperti Benadryl.

Obat tetes mata yang dijual bebas juga dapat membantu mengatasi rasa gatal dan kekeringan

Tetapi, jika keluhan terus berlanjut, seseorang harus menghubungi dokter. Dokter mungkin merekomendasikan tes alergi atau perawatan resep.

4. Kelelahan

Keletihan atau kelelahan bisa membuat kelopak mata terlihat sembab dan bengkak.

Retensi air yang terjadi dalam semalaman juga bisa memengaruhi kelopak mata. Itu bisa membuat kelopak mata terlihat bengkak dan sembab di pagi hari, terutama jika orang tersebut tidak tidur nyenyak.

Baca juga: 8 Penyebab Mata Gatal dan Cara Mengatasinya

Menerapkan kompres dingin sambil berbaring dengan kepala ditinggikan di atas bantal dapat membantu mengasi kelopak mata bengkak ini.

Minum segelas air juga dapat membantu mengurangi retensi cairan dan pembengkakan.

5. Menangis

Menangis dapat merusak pembuluh darah kecil di mata dan kelopak mata, terutama jika menangis parah atau berlangsung lama.

Kelopak mata bengkak yang terjadi setelah seseorang menangis bisa jadi akibat retensi cairan, yang disebabkan oleh meningkatnya aliran darah ke area sekitar mata.

Beberapa cara mengatasi kelopak mata bengkak yang bisa dilakukan karena menangis di antaranya yakni:

  • Cukup istirahat
  • Kompres dingin
  • Mengangkat kepala
  • Konsumsi cukup air putih

6. Kosmetik

Produk riasan dan perawatan kulit yang masuk ke mata dapat mengiritasi mata dan jaringan di sekitarnya, menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan rasa sakit.

Baca juga: Rinitis: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi

Reaksi alergi terhadap produk tersebut juga bisa memicu kelopak mata bengkak.

Jika sampai mengalami mata terbakar dan bengkak, seseorang kiranya perlu menggunakan air mata buatan (obat tetes mata) untuk membantu meredakan ketidaknyamanan.

Jika rasa terbakar berlanjut atau semakin parah, mereka penting untuk menemui dokter.

7. Selulitis orbital

Selulitis orbital adalah infeksi jauh di dalam jaringan kelopak mata yang disebabkan oleh bakteri atau jamur.

Ini dapat menyebar dengan cepat dan sering kali sangat menyakitkan.

Bahkan luka kecil pun dapat memasukkan cukup banyak bakteri untuk memicu selulitis orbital.

Baca juga: Waspada, Darah Tinggi Bisa Sebabkan 3 Penyakit Mata Ini

Jika kelopak mata sangat nyeri, merah, atau bengkak, seseorang harus mencari perawatan medis darurat.

Selulitis adalah infeksi serius yang membutuhkan pengobatan antibiotik.

Bergantung pada tingkat keparahan infeksi, mungkin perlu menerima antibiotik intravena (IV).

8. Penyakit Graves

Penyakit Graves adalah kelainan endokrin yang menyebabkan tiroid terlalu aktif.

Kondisi ini dapat menyebabkan tiroid secara keliru melepaskan sel untuk melawan infeksi yang tidak ada di mata.

Antibodi yang dilepaskannya dapat menyebabkan pembengkakan dan peradangan pada mata.

Berbagai perawatan tersedia untuk penyakit Graves, termasuk operasi tiroid dan berbagai pengobatan.

9. Herpes okuler

Herpes okuler adalah infeksi herpes yang terjadi di dalam dan sekitar mata.

Mesk siapa pun dapat mengembangkan herpes mata, kondisi medis ini paling sering terjadi pada anak-anak.

Baca juga: 7 Alasan Medis Mata Kedutan Bisa Jadi Pertanda Apa

Herpes okuler dapat terlihat sangat mirip dengan penyakit pink eye.

Untuk mendiagnosis herpes, dokter perlu melakukan kultur mata (pemeriksaan mikroskopik) untuk memeriksa keberadaan virus.

Meskipun virus tetap ada di dalam tubuh dan tidak ada obatnya, obat antivirus dapat mengatasi gejalanya.

10. Blefaritis

Beberapa orang memiliki lebih banyak bakteri di dalam dan sekitar kelopak mata mereka daripada orang lain.

Bakteri ini dapat menyebabkan kondisi yang disebut blepharitis atau blefaritis.

Orang dengan blefaritis mungkin memiliki kelopak mata berminyak dan serpihan seperti ketombe di sekitar bulu mata.

Baca juga: 13 Cara Menghilangkan Kantung Mata Secara Alami

Beberapa orang dengan blepharitis mengembangkan kelopak mata yang nyeri dan meradang.

Blefaritis adalah kondisi kronis yang tidak dapat disembuhkan.

Blefaritis cenderung memunculkan gejala timbul-tenggelam, yakni bisa menjadi lebih baik dan kemudian berubah lagi menjadi lebih buruk.

Beberapa cara meredakan gejala blefaritis yang bisa dilakukan, yakni:

  • Kompres hangat
  • Penghapusan riasan mata dengan hati-hati
  • Melakukan scrub kelopak mata

Dokter mata mungkin dapat meresepkan salep antibiotik.

Terkadang, blefaritis menyebabkan infeksi yang lebih parah.

Jika gejala blefaritis lebih buruk dari yang sebelumnya atau jika rasa sakitnya hebat, lebih baik segera hubungi dokter.

11. Saluran air mata tersumbat

Ketika saluran air mata tersumbat, mata tidak dapat sepenuhnya mengeluarkan air mata, yang menyebabkan nyeri dan kemerahan pada kelopak mata.

Orang dengan kelopak mata tersumbat juga mungkin memperhatikan kumpulan cairan dan minyak mirip lendir atau biasa disebut belek.

Baca juga: 8 Cara Menghilangkan Mata Bengkak Setelah Menangis

Mata mereka mungkin akan tertutup saat bangun tidur.

Bayi baru lahir sangat rentan terhadap saluran air mata yang tersumbat.

Gejala sering membaik saat mereka berusia 1 tahun.

Dalam kebanyakan kasus, saluran air mata yang tersumbat mengganggu tetapi tidak berbahaya.

Kompres hangat dapat meredakan pembengkakan dan membantu saluran air mata mengalir.

Coba pijat area tersebut dengan lembut untuk mengurangi tekanan dan mengeringkan saluran.

Saluran air mata yang tersumbat terkadang bisa terinfeksi.

Baca juga: Glaukoma: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dan Cara Mencegah

Jika kelopak mata sangat nyeri atau seseorang mengalami demam, mereka harus segera mencari perawatan. Infeksi mungkin memerlukan antibiotik dari dokter.

Apabila saluran air mata yang tersumbat tidak sembuh, dokter mungkin perlu melakukan prosedur medis untuk membukanya.

12. Pink eye

Konjungtivitis atau dikenal juga sebagai penyakit pink eye adalah peradangan pada konjungtiva mata, yaitu jaringan tipis dan bening yang melapisi kelopak mata dan bola mata.

Orang dengan pink eye biasanya memiliki bola mata berwarna merah muda atau merah dan mungkin mengalami nyeri, gatal, serta kelopak mata bengkak.

Bentuk konjungtivitis yang paling umum adalah infeksi virus yang hilang dengan sendirinya setelah 7-10 hari.

Namun, infeksi bakteri juga bisa menyebabkan konjungtivitis.

Kadang-kadang, alergi atau iritasi seperti parfum mengiritasi mata dapat menyebabkan konjungtivitis.

Kompres hangat bisa membantu meredakan nyeri.

Baca juga: 8 Penyebab Katarak pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Seseorang dengan konjungtivitis juga harus melakukan tindakan ini:

  • Jaga kebersihan mata dan bebas dari riasan
  • Hindari menggosok atau menyentuh mata
  • Sering-seringlah mencuci tangan untuk mencegah penyebaran infeksi

Jika gejalanya memburuk, nyeri menjadi parah, atau pink eye tidak hilang dalam beberapa hari, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk pasien.

 


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Pipi Bengkak
Pipi Bengkak
PENYAKIT
Gusi Bengkak
Gusi Bengkak
PENYAKIT
Betis Bengkak
Betis Bengkak
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Pinggul

Displasia Pinggul

Penyakit
8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

Health
Radang Permukaan Lidah

Radang Permukaan Lidah

Penyakit
13 Makanan untuk Melancarkan BAB

13 Makanan untuk Melancarkan BAB

Health
Gusi Bengkak

Gusi Bengkak

Penyakit
13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

Health
Biang Keringat

Biang Keringat

Penyakit
Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Health
Mata Gatal

Mata Gatal

Penyakit
Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Health
Iritis

Iritis

Penyakit
6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Gusi

Abses Gusi

Penyakit
Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.