Kompas.com - 22/04/2021, 08:02 WIB
Ilustrasi ibu hamil SHUTTERSTOCK/ElnurIlustrasi ibu hamil

KOMPAS.com - Preeklamsia adalah gangguan kehamilan yang jamak muncul saat usia kandungan memasuki 20 minggu.

Kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi kehamilan yang berbahaya bagi janin di dalam kandungan maupun ibu hamil.

Apabila tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat, masalah kesehatan ini menyebabkan janin kekurangan darah dan oksigen.

Baca juga: Penyebab dan Tanda Preeklamsia

Selain itu, ibu hamil yang terkena preeklamsia juga rentan mengalami komplikasi gangguan liver, otak, sampai ginjal.

Gangguan kehamilan ini biasanya memiliki gejala mirip masalah kehamilan lain. Dilansir dari NHS, ciri-ciri preeklamsia yang perlu diwaspadai di antaranya:

  • Tekanan darah tinggi
  • Protein urine tinggi
  • Sakit kepala parah
  • Gangguan penglihatan
  • Sakit perut parah
  • Berat badan naik tanpa sebab jelas
  • Kaki, wajah, atau tangan bengkak

Kabar baiknya, risiko kesehatan terkait preeklamsia bisa diminimalkan dengan deteksi dini dan penanganan tepat selama pemeriksaan kehamilan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Perbedaan Preeklamsia Ringan dan Preeklamsia Berat

Siapa yang berisiko tinggi terkena preeklamsia?

Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan di masa pandemi Covid-19. Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan di masa pandemi Covid-19.
Melansir What to Expect, preeklamsia lebih sering terjadi pada kehamilan pertama yang berisiko tinggi.

Risiko preeklamsia tersebut juga meningkat apabila ibu hamil pernah mengalami gangguan kehamilan sejenis sebelumnya.

Terdapat beberapa faktor yang membuat ibu hamil terkena preekplamsia, antara lain:

  1. Punya riwayat atau keluarga yang menderita preeklamsia
  2. Tekanan darah tinggi atau hipertensi kronis
  3. Menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2
  4. Punya riwayat migrain
  5. Mengidap penyakit ginjal
  6. Ada riwayat trombosis atau pembekuan darah
  7. Gemuk atau kelebihan berat badan
  8. Hamil anak kembar
  9. Hamil dengan fertilisasi in vitro
  10. Hamil di usia remaja atau di atas usia 35 tahun
  11. Melahirkan dengan jarak kurang dari dua tahun atau lebih dari 10 tahun
  12. Penderita penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis dan scleroderma
  13. Punya riwayat sindrom ovarium polikistik atau PCOS
  14. Mengidap multiple sclerosis
  15. Ada riwayat penyakit gusi
  16. Mengidap penyakit sel sabit

Baca juga: 6 Cara Mencegah Preeklamsia pada Ibu Hamil

Para ahli hingga kini belum mengetahui penyebab preeklamsia dengan pasti. Namun, masalah kesehatan ini terkait dengan penurunan pasokan darah ke plasenta saat hamil.

Cara terbaik mendeteksi dan mencegah preeklamsia adalah lewat pemeriksaan kehamilan rutin. Terlebih bagi ibu hamil dengan faktor risiko di atas.

Baca juga: 10 Ciri-ciri Preeklamsia pada Ibu Hamil


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X