Kompas.com - 05/06/2021, 10:33 WIB
Ilustrasi people pleaser justockerIlustrasi people pleaser

KOMPAS.com - Gara-gara pandemi, kita terpaksa harus melakukan physical distancing atau menjaga jarak minimal 1,8 meter dengan orang lain.

Akhirnya, sekadar berjabat tangan dengan teman pun tidak bisa kita lakukan.

Namun, apa jadinya ketika ada teman lama yang tiba-tiba datang dan mengajak kita bersalaman?

Tentu masih ada rasa takut akan bayang-bayang virus Corona ketika kita berjabat tangan dengan orang lain.

Sejak vaksin ditemukan, aturan mengenai physical distancing memang tidak seketat seperti saat dimulainya pandemi.

Meski belum bisa kembali normal seperti sedia kala, perlahan kita sudah mulai bisa beraktivitas di luar rumah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, kegiatan perkantoran pun mulai di lakukan. Namun, apakah benar-benar aman untuk kembali melakukan kontak fisik seperti berjabat tangan meski kita sudah mendapatkan vaksin?

Baca juga: Tinnitus Masuk dalam Daftar Gejala Covid-19, Kok Bisa?

Saran dokter dan CDC

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ahli pulmonologi dari Cleveland Clinic Akhil Bindra mengatakan orang yang sudah mendapatkan vaksinasi sangat kecil risikonya tertular Covid-19.

"Vaksinasi memberikan perlindungan terhadap virus dengan memperlambat penyebaran penyakit," ungkap dia.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga menginformasikan bahwa orang yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap bisa melanjutkan aktivitas tanpa mengenakan masker atau melakukan physical distancing, kecuali dalam keadaan tertentu.

Bindra juga mengatakan Mengembalikan tradisi dan interaksi seperti berjabat tangan merupakan bagian penting dari proses pemulihan pandemi.

“Ini adalah kembalinya perasaan manusia setelah setahun hidup dalam ketakutan,” katanya.

Tradisi berjabat tangan sudah ada sejak zaman kuno. Tradisi diyakini sebagai cara untuk menunjukkan niat damai atau menunjukkan bahwa mereka tidak memegang senjata apa pun.

Seiring waktu, tradisi berjabat tangan berkembang sebagai simbol itikad baik, salam, dan etika kesopanan.

Baca juga: Amankah Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil?

Namun, jika Anda merasa belum siap untuk berjabat tangan, jangan dipaksakan. Anda bisa mengganti jabat tangan dengan memberikan gestur namaste atau memberikan tos tinju.

Apalagi, jika orang yang mengajak berjabat tangan sedang batuk atau menunjukan tanda-tanda sakit, jangan segan untuk menolaknya.

Meski sudah divaksin, Anda tetap haris menjaga kebersihan dengan baik, salah satunya rutin mencuci tangan.

Jika Anda belum mendapatkan vaksinasi, CDC juga menyarankan agar tetap mengenakan masker saat berada di tempat umum dan melakukan physical distancing.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X