Kompas.com - 06/06/2021, 12:00 WIB
Ilustrasi anak bermain di kamar. PIXABAY/VICTORIA BORODINOVAIlustrasi anak bermain di kamar.

KOMPAS.com - Selain orang dewasa, obesitas di kalangan anak-anak juga berbahaya.

Selama pandemi Covid-19 penderita obesitas di kalangan anak-anak juga semakin tinggi.

Upaya untuk membatasi penyebaran virus corona menciptakan suasana yang menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat di kalangan anak-anak.

Menurut peneliti, hal ini terjadi karena faktor-faktor seperti sistem belajar jarak jauh, berkurangnya kesempatan untuk aktivitas fisik dan diet yang padat kalori, makanan yang diproses.

Padahal, obesitas di masa kanak-kanak juga bisa terbawa hingga mereka dewasa.

Baca juga: Sudah Mendapatkan Vaksin Covid-19, Amankah Melakukan Jabat Tangan?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagaimana mengatasinya?

Menurut ahli kesehatan dari Cleveland Clinic, Jennifer Brubaker, anak-anak yang mengalami obesitas rentan mengalami diabetes tipe 2,tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan stroke, saat mereka dewasa.

Karena itu, dibutuhkan peran besar orangtua untuk mengatasi hal ini.

Menurut Brubaker, cara paling efektif untuk mengatasi obesitas anak adalah fokus pada kesehatan fisik dan mental mereka.

Orangtua harus mampu memberi contoh nyata terkait perilaku hidup sehat untuk anak-anaknya.

Berikut tips untuk orangtua"

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X