Kompas.com - 04/07/2021, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Saat si kecil dinyatakan positif Covid-19, orang tua pasti khawatir setengah mati.

Apalagi, ketersediaan ruangan di rumah sakit juga terbatas sehingga disarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

Berdasarkan Panduan Ikatan Dokter Anak Indonesia, iolasi mandiri memang bisa dilakukan jika anak tidak bergejala/asimptomatik, mengalami gejala ringan, anak aktif, bisa makan dan minum.

Selama isolasi mandiri, orang tua harus bisa memantau gejala atau kelihan anak, memeriksa suhu tubuh anak dua kali sehari.

Pastikan juga lingkungan rumah atau kamar yang digunakan untuk isolasi mandiri memiliki ventilasi yang baik.

Baca juga: 5 Cara Menurunkan Demam Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Hal yang harus dilakukan orangtua

Ketika anak terinfeksi Covid-19, orangtua tetap bisa mengasuh mereka.

Namun, jika masuk dalam kelompok rentan, sebaiknya mencari bantuan untuk mengasuh anak.

Orang yang diminta bantuan untuk mengasuh anak selama isolasi mandiri juga harus memiliki risiko rendah terhadap gejala berat Covid-19.

Jika ada anggota keluarga yang positif, maka bisa diisolasi bersama.

Ketika orangtua dan anak berada pada status positif Covid-19, maka disarankan untuk tidur dengan jarak 2 meter di kasurterpisah.

Orangtua juga harus memberikan dukungan psikologis pada anak selama melakukan isolasi mandiri.

Orangtua juga harus segera membawa anak ke rumah sakit bila mengalami kondisi berikut:

  • anak banyak tidur
  • napas cepat
  • ada cekungan di dada, hidung kembang kempis
  • saturasi oksigen kurang dari 95 persen
  • mata merah, ruam, leher bengkak
  • demam lebih dari tujuh hari
  • kejang
  • tidak bisa makan dan minum
  • mata cekung
  • frekuensi buang air kecil berkurang
  • terjadi penurunan kesadaran.

Baca juga: Isolasi Mandiri Covid-19, Perlu Waktu Berapa Lama?

Obat yang harus disiapkan selama isolasi mandiri

Selama melakukan isolasi mandiri, orangtua juga harus menyiapkan berbagai obat-obatan penunjang seperti obat demam dan multivitamin.

Pemberian multivitamin juga harus disesuaikan dengan dosis. Menurut ikatan dokter anak Indonesia, berikut dosis untuk pemberian multivitamin pada anak:

Vitamin C

  • 1- 3 tahun: max 400 mg/ hari
  • 4-8 tahun: 600 mg/ hari
  • 9-13 tahun: max 1200 mg/ hari
  • 14-18 tahun: max 1800 mg/ hari

Vitamin D

Anak di atas usia 3 tahun: 400 U/ hari
Anak: 1000 U/ hari
Remaja: 2000 U/ hari
Remaja obesitas: 5000 U/ hari.

Unuk pemberian suplemen zink, dosis yang diberikan sekitar 20 mg setiap hari selama 14 hari.

Protokol kesehatan juga harus tetap diterapkan selama isolasi mandiri. Protokol kesehatan selama isolasi mandiri antara lain:

  • menerapkan etika batuk
  • menggunakan masker
  • rutin mencuci tangan
  • tetap di rumah
  • menjaga jarak.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.