Kompas.com - 19/12/2021, 16:00 WIB

KOMPAS.com - Sindrom tourette (Tourette Syndrome) adalah jenis gangguan neurologis yang ditandai dengan tic fisik maupun suara secara berulang.

Mengutip Medical News Today, tic adalah gerakan atau suara yang tidak biasa yang tidak dapat dikendalikan oleh seseorang, kadang juga bisa dikendalikan, tetapi hanya sementara.

Tic ini bisa berupa:

  1. Mengedipkan mata
  2. Batuk
  3. Membersihkan tenggorokan (berdehem)
  4. Mengendus
  5. Menggerakkan wajah
  6. Menggerakkan kepala
  7. Menggerakkan anggota badan
  8. Membuat suara yang tidak biasa

Baca juga: Sindrom Sheehan

Menurut Asosiasi Tourette of America, 1 dari setiap 160 anak di Amerika Serikat mungkin mengalami sindrom tourette.

Mengutip Better Health, penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 1 dari setiap 100 anak sekolah di Australia mungkin engalami sindrom tourette.

Mayoritas kasus Tourette Syndrome ini terjadi dari anak-anak berusia 4-12 tahun.

Lebih banyak anak laki-laki dari pada anak perempuan yang terkena.

Kondisi ini biasanya muncul pertama kali saat anak usia antara 2-12 tahun.

Untuk beberapa orang dengan sindrom tourette, mungkin ada pengurangan gejala pada akhir masa remaja.

Namun, sindrom ini adalah kondisi seumur hidup yang tidak degeneratif.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.