Kompas.com - 28/04/2022, 22:01 WIB

KOMPAS.com - Gangguan kepribadian histrionik adalah salah satu masalah kesehatan mental yang perlu diwaspadai.

Pengidap gangguan kepribadian ini sekilas bisa terlihat biasa, ceria, dan dapat beraktivitas seperti kebanyakan orang.

Namun, perilaku, pemikiran, dan respons emosi yang tidak stabil membuat pengidapnya kesulitan berinteraksi dengan orang sekitarnya.

Untuk meningkatkan kewaspadaan pada masalah kesehatan mental ini, kenali apa itu gangguan kepribadian histrionik, ciri-ciri, sampai penyebabnya.

Baca juga: Apa itu Borderline Personality Disorder?

Apa itu gangguan kepribadian histrionik?

Gangguan kepribadian histrionik adalah jenis gangguan kejiwaan yang membuat pengidapnya berlaku dan bersikap dramatis demi mencari perhatian (caper).

Dilansir dari Cleveland Clinic, pengidap gangguan kepribadian ini memiliki emosi yang meluap-luap, tidak stabil, dan harga dirinya sangat bergantung pada persetujuan orang lain.

Mereka tak sungkan untuk menangis, marah-marah, atau menunjukkan ekspresi emosi berlebihan di depan umum.

Gangguan kepribadian ini lebih sering dialami wanita ketimbang pria. Gejalanya jamak terlihat mulai awal masa dewasa.

Baca juga: Kenali Apa itu Body Shaming dan Efek Buruknya Pada Kesehatan Mental

Ciri-ciri gangguan kepribadian histrionik

Dilansir dari HealthDirect, ada beberapa ciri-ciri gangguan kepribadian histrionik yang perlu diwaspadai, yakni:

  • Caper terus-menerus
  • Tak nyaman jika bukan pusat perhatian
  • Emosi berubah dengan cepat
  • Bertindak sangat dramatis dengan emosi dan ekspresi berlebihan
  • Membesar-besarkan apa yang sedang dirasakan
  • Terlalu mempedulikan penampilan fisik
  • Kerap menggunakan penampilan fisik untuk mendapatkan perhatian
  • Genit dan tak jarang menggoda
  • Berperilaku provokatif secara seksual
  • Haus validasi atau pengakuan orang lain
  • Gampang dipengaruhi orang lain
  • Sangat sensitif ketika dikritik atau ada yang tidak sependapat
  • Gampang frustasi
  • Mudah bosan dengan rutinitas
  • Sering tidak menyelesaikan sesuatu yang sudah dikerjakan
  • Tidak berpikir matang sebelum bertindak
  • Kerap membuat keputusan yang terburu-buru
  • Sangat egois dan tidak mempedulikan perasaan orang lain
  • Susah mempertahankan hubungan baik yang tulus dengan orang lain
  • Tak segan mengancam untuk melukai diri sendiri demi mencari perhatian

Jika ada gejala kepribadian histrionik di atas, coba konsultasikan dengan ahli kesehatan mental seperti psikolog atau psikiater.

Psikolog atau psikiater akan melakukan wawancara, penilaian, dan tes diagnostik untuk mendeteksi gangguan kepribadian histrionik.

Ahli biasanya juga membuat diagnosis pembanding dengan gangguan kepribadian narsistik, ambang, dan dependen.

Baca juga: Apa itu Self Love?

Penyebab gangguan kepribadian histrionik

Penyebab gangguan kepribadian histrionik tidak diketahui dengan pasti. Tapi, ada beberapa faktor yang menyebabkan masalah kesehatan mental ini, seperti:

  • Dibesarkan di lingkungan keluarga dengan gangguan kepribadian histrionik
  • Tidak pernah dikritik dan atau jarang dihukum sewaktu kecil
  • Ada pengalaman traumatis di masa kanak-kanak
  • Pernah mengalami penerlantaran di masa kanak-kanak
  • Pola asuh tidak tepat semasa kanak-kanak

Di beberapa kasus, orang dengan gangguan kepribadian histrionik berasal dari keluarga normal, berlimpah kasih sayang, dan masa kecilnya cukup bahagia.

Gangguan kepribadian histrionik yang tidak ditangani tepat dengan terapi psikologis bisa berujung depresi, gangguan kecemasan, memiliki masalah kecanduan, dan penderitanya tak segan melukai diri sendiri.

Setelah mengenali apa itu gangguan kepribadian histrionik, ciri-ciri, dan penyebabnya, waspadai perilaku caper berlebihan dan dramatis. Kondisi ini bisa jadi tanda gangguan mental.

Baca juga: Apa Itu Me Time dan Arti Pentingnya bagi Kesehatan Mental?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.