KOMPAS.com - Stenosis tulang belakang adalah penyempitan ruang di dalam tulang belakang. Kondisi tersebut menyebabkan tekanan pada saraf yang melalui tulang belakang.
Stenosis tulang belakang paling sering terjadi di punggung bawah dan leher.
Beberapa orang dengan stenosis tulang belakang tidak memiliki gejala.
Baca juga: TBC Tulang Belakang (Potts Disease)
Gejala yang mungkin timbul, yaitu:
Gejala dapat memburuk seiring waktu.
Tulang punggung (tulang belakang) membentang dari leher ke punggung bawah. Tulang-tulang tersebut membentuk kanal tulang belakang yang melindungi sumsum tulang belakang.
Beberapa orang dilahirkan dengan kanal tulang belakang yang kecil.
Namun, kebanyakan kasus stenosis tulang belakang terjadi karena kondisi yang mempersempit kanal tulang tersebut.
Penyebab stenosis tulang belakang dapat termasuk.
Baca juga: 4 Cara Jaga Menjaga Kesehatan Tulang Belakang
Dokter akan bertanya terkait gejala yang muncul dan riwayat kesehatan. Lalu, mencari tanda-tanda adanya stenosis tulang belakang, seperti:
Baca juga: Rentan Alami Penuaan, Berikut 4 Cara Jaga Kesehatan Tulang Belakang
Tes yang dapat membantu diagnosis, yaitu:
Komplikasi yang mungkin timbul akibat stenosis spinal, yaitu:
Obat-obatan yang mungkin diresepkan oleh dokter, meliputi:
Stenosis spinal juga dapat ditangani dengan pembedahan untuk mengangkat bagian tulang yang berlebih atau diskus yang memenuhi kanal tulang belakang dan menjepit saraf tulang belakang.
Beberapa prosedur yang dapat digunakan untuk mengobati stenosis tulang belakang, meliputi hal di bawah ini.
Baca juga: Penyebab TBC Tulang dan Gejalanya
Dalam kebanyakan kasus, operasi yang membuat ruang ini dapat membantu mengurangi gejala stenosis tulang belakang.
Namun, dalam beberapa kasus lain gejala akan tetap timbul atau justru memburuk.
Risiko bedah lainnya termasuk infeksi, robekan pada membran yang menutupi sumsum tulang belakang, bekuan darah di vena kaki, dan kerusakan neurologis.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Hype
Brandzview
Prov
Prov
Tekno
News
Brandzview
Hype
Tekno
Hype
Global
Tekno
Prov
Food