Kompas.com - 06/10/2021, 13:00 WIB

KOMPAS.com - Gangguan kecemasan sosial atau social anxiety disorder  adalah jenis gangguan kecemasan yang menyebabkan ketakutan ekstrem dalam lingkungan sosial.

Kondisi ini sering juga disebut dengan fobia sosial.

Penderita fobia sosial mengalami kesulitan berbicara dengan orang, bertemu orang baru, dan menghadiri pertemuan sosial.

Baca juga: Kenali Apa itu Fobia, Gejala, Penyebab, Cara Mengatasinya

Terdapat kecenderungan untuk merasa akan dihakimi atau tidak diterima oleh orang lain.

Orang dengan gangguan ini dapat memahami bahwa ketakutan mereka tidak rasional atau masuk akal, tapi sulit bagi mereka untuk menanganinya.

Bagi sebagian orang, kondisi ini akan membaik seiring bertambahnya usia. Namun, bagi sebagian lain dibutuhkan pengobatan agar kondisinya membaik.

Gejala

Merasa malu atau gugup, khususnya saat bertemu orang baru, memang sebuah perasaan yang normal.

Namun, berbeda dengan gangguan kecemasan sosial.

Penderita akan merasa sangat takut hingga perasaan tersebut menghambat aktivitas mereka sehari-hari, baik itu bersekolah, bekerja, atau memengaruhi kepercayaan diri dan hubungan yang lain.

Penderita akan rentan merasa cemas akan interaksi sosial di sekitar mereka.

Gejala emosi dan perilaku

Gejala atau tanda bagi penderita fobia sosial dari tingkah laku dapat meliputi:

  • takut akan situasi ketika adanya kemungkinan dinilai negatif
  • khawatir mempermalukan diri sendiri
  • ketakutan intens untuk berinteraksi atau berbicara dengan orang asing
  • takut orang lain memerhatikan kecemasan yang dirasakan
  • takut akan gejala fisik yang timbul, seperti wajah memerah, berkeringat, gemetar, atau bicara yang tidak jelas
  • menghindari melakukan sesuatu atau berbicara dengan orang lain
  • menghindari situasi yang mengharuskan jadi pusat perhatian

Baca juga: Mengapa Kecemasan Sebabkan Jantung Berdetak Kencang?

Gejala fisik

Gejala atau tanda penderita fobia sosial secara fisik, mencakup:

  • detak jantung cepat
  • gemetar
  • berkeringat
  • sakit perut atau mual
  • sulit mengatur napas
  • pusing atau sakit kepala ringan
  • mual
  • otot tegang

Penyebab

Tidak diketahui penyebab fobia sosial secara pasti. Namun, terdapat asumsi bahwa terdapat kombinasi faktor lingkungan dan genetika bagi penderitanya.

Pengalaman negatif traumatis juga dapat menjadi faktor terjadinya fobia sosial bagi seseorang, seperti:

  • intimidasi
  • perundungan
  • konflik keluarga
  • pelecehan seksual
  • kelainan fisik seperti sindrom serotonin

Melansir healthline, gangguan kecemasan juga bisa jadi merupakan sesuatu yang genetik.

Asumsi tersebut dibuat berdasarkan bagaimana seorang anak dapat memiliki gangguan kecemasan karena orang tuanya memiliki gangguan yang serupa.

Baca juga: 9 Makanan untuk Bantu Mengatasi Kecemasan

Anak-anak juga dapat mengalami gangguan kecemasan akibat dibesarkan pada lingkungan yang terlalu protektif.

Diagnosis

Meskipun sulit, jangan merasa malu atau takut untuk menemui seorang ahli kesehatan mental jika merasa punya fobia sosial.

Kondisi ini sangat umum dan terdapat berbagai opsi penanganan yang dapat membantu.

Tes fobia sosial yang dilakukan adalah dokter akan melihat riwayat gejala yang dialami.

Ahli kesehatan mental akan bertanya soal perasaan, tingkah laku, dan gejala yang muncul dalam membuat diagnosis.

Komplikasi

Jika tidak ditangani, gangguan kecemasan sosial dapat berpengaruh buruk pada kualitas hidup.

Gangguan ini bisa jadi menyebabkan:

  • tingkat kepercayaan diri yang rendah
  • menganggap citra diri buruk
  • hipersensitif terhadap kritik
  • keterampilan sosial yang buruk
  • isolasi diri
  • penyalahgunaan zat, seperti alkohol atau narkotika
  • percobaan bunuh diri atau pikiran bunuh diri

Baca juga: Tak Hanya Ganggu PIkiran, Kecemasan Juga Sebabkan Gangguan Fisik

Perawatan

Beberapa pilihan penanganan utama yang dilakukan sebagai cara mengatasi fobia sosial dapat meliputi:

  • Terapi perilaku kognitif (CBT). Terapi yang membantu penderitanya menangani kecemasan melalui relaksasi dan pernapasan. Serta bantuan untuk mengganti pikiran negatif menjadi positif.
  • Bantuan mandiri terpandu melalui buku kerja berbasis CBT atau kursus daring dengan dukungan terapis
  • Obat antidepresan seperti selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) untuk membantu tubuh lebih tenang
  • Grup pendukung agar dapat saling berbagi dengan sesama penderita gangguan ini. Saling belajar dari satu sama lain agar dapat menangani gangguan lebih baik.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Flu Tulang
Flu Tulang
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.