Kompas.com - 13/10/2021, 10:00 WIB
Ilustrasi mata bernanah Ilustrasi mata bernanah

KOMPAS.com - Mata bernanah terjadi ketika terdapat cairan kental atau lendir yang keluar dari salah satu atau kedua mata.

Cairan pada mata umumnya disebut sebagai kotoran yang dapat hilang dengan membersihkannya.

Namun, jika cairan yang keluar dari mata berjumlah banyak atau berlebihan, terdapat kemungkinan kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri.

Baca juga: 6 Cara Mudah Jaga Kesehatan Mata

Tipe

Melansir Verywell, nanah pada mata dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan warna dan bentuknya, seperti:

  • Nanah hijau atau abu-abu, kemungkinan menunjukkan infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri
  • Nanah kuning, tersumbatnya kelenjar kelopak mata yang dapat menyebabkan bintitan
  • Gumpalan nanah putih atau kuning, tanda umum dari infeksi sistem drainase air mata
  • Nanah berkerak tebal, disebabkan oleh blepharitis atau infeksi pada area kulit
  • Lendir putih berserabut, menunjukkan mata memiliki alergi
  • Lendir berair, air mata yang bercampur sedikit dengan lendir dapat disebabkan oleh virus
  • Partikel lendir yang kering, menandakan mata kering

Penyebab

Dilansir dari Healthline, pada dasarnya mata bernanah disebabkan oleh infeksi yang terjadi akibat berbagai kondisi seperti:

  • Konjungtivitis bakteri, infeksi bakteri pada selaput lendir mata atau konjungtiva yang dapat menular
  • Keratitis bakteri, infeksi kornea akibat Staphylococcus aureus atau Pseudomonas aeruginosa yang dapat menyebabkan kebutaan jika tidak diobati
  • Ulkus kornea, luka terbuka pada kornea yang sering disebabkan oleh infeksi mata
  • Saluran air mata tersumbat, infeksi terjadi ketika sistem drainase air mata tersumbat
  • Selulitis kelopak mata, infeksi kelopak mata dan jaringan di sekitarnyaInfeksi menular seksual, seperti gonore atau klamidia dapat menyebabkan infeksi konjungtivitis

Baca juga: Jangan Asal Kucek, Begini 3 Cara Tepat Mengatasi Mata Gatal

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, terkadang mata Anda akan mengeluarkan nanah untuk menangani partikel kecil asing seperti kotoran atau pasir yang berada di bawah kelopak mata Anda.

Gejala

Menurut Healthline, berikut adalah beberapa gejala yang kemungkinan menandakan Anda mengalami mata bernanah, yaitu:

Gejala umum

  • Terdapat lendir, nanah, atau air mata yang berlebihan dari mata
  • Keluarnya cairan kuning atau hijau di mata
  • Cairan atau kotoran pada bulu dan kelopak mata
  • Bulu mata saling menempel setelah tidur
  • Mata sensitif terhadap cahaya

Gejala kronis

  • Sakit mata semakin parah
  • Kelopak mata sangat bengkak
  • Mata merah
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Demam tinggi
  • Tetap memiliki nanah di mata meskipun telah menggunakan obat tetes mata antibiotik selama lebih dari tiga hari

Lebih baik bagi Anda untuk segera menemui dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang tepat.

Baca juga: 4 Gangguan Mata yang Rentan Menyerang Penderita Diabetes

Perawatan

Mengutip Healthine, kondisi ini tidak selalu berbahaya, terutama jika diketahui lebih awal.

Dokter Anda akan meresepkan obat tetes mata antibiotik, yang umumnya merupakan obat yang cepat dan efektif.

Selain itu, untuk menghindari infeksi mata yang menyebabkan mata bernanah, hilangkan kebiasaan menyentuh, menggosok, atau menggaruk mata dan area di sekitarnya tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Trikomoniasis
Trikomoniasis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.