Kompas.com - 23/10/2021, 08:00 WIB
Ilustrasi hepatitis. SHUTTERSTOCK/JARUN ONTAKRAIIlustrasi hepatitis.

KOMPAS.com - Hepatitis C adalah penyakit menular yang menyebabkan peradangan atau infeksi pada hati dan dapat bersifat akut maupun kronis.

Penyebab

Berdasarkan Healthline, virus hepatitis C dapat ditularkan melalui kontak darah dengan seseorang yang terinfeksi atau cara lain seperti:

Baca juga: Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

  • Transplantasi organ atau transfusi darah
  • Berbagi barang pribadi seperti pisau cukur atau sikat gigi
  • Disuntik dengan jarum yang tidak steril
  • Melahirkan, virus dapat menular dari ibu dengan hepatitis C ke bayi
  • Kontak seksual yang melibatkan pertukaran darah dengan penderita hepatitis C
  • Mendapatkan tato atau tindik dengan peralatan tidak steril

Perlu diketahui, hepatitis C tidak dapat ditularkan melalui kontak fisik seperti berbagi makanan dan minuman, berpelukan, ciuman, batuk, atau gigitan nyamuk.

Gejala

Melansir Medical News Today, gejala dari hepatitis C dapat dibedakan berdarkan tingkat keparahannya, yaitu:

Gejala akut

Pada tahap ini, gejala yang muncul akan mirip dengan infeksi virus lainnya.

  • Demam
  • Kelelahan
  • Sakit perut
  • Kehilangan selera makan
  • Mual atau muntah
  • Urine gelap
  • Nyeri sendi
  • Penyakit kuning
  • Kulit dan bagian putih mata menguning

Baca juga: Apakah Penyakit Hepatitis Menular?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala kronis

Tahapan ini dapat terjadi ketika tubuh tidak dapat membersihkan virus.

Pada kebanyakan kasus, hepatitis C kronis tidak menimbulkan gejala apapun atau gejala umum. Kemungkinan Anda akan mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan ke dokter.

Oleh karena itu, segera hubungi dokter Anda jika mengalami gejala atau kecurigaan terpapar virus untuk penanganan yang tepat dan mencegah terjadinya komplikasi lain.

Komplikasi

Dilansir dari Healthline, hepatitis C yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Kerusakan hati
  • Penyakit hati kronis
  • Sirosis, atau jaringan parut hati
  • Gagal hati
  • Kanker Hati

Diagnosis

Mengutip Medical News Today, terdapat jenis-jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis kondisi hepatitis B, meliputi:

  • Tes darah sederhana, mencari antibodi hepatitis C dalam darah
  • Tes RNA hepatitis C, mendeteksi virus dalam darah
  • Tes genotipe, mendeteksi jenis virus hepatitis
  • Pemindaian ultrasound, mencari kerusakan hati dan tingkat keparahannya
  • Biopsi hati, pengambilan sampel kecil dari jaringan hati yang dilakukan jika tes lainnya tidak memberikan informasi yang cukup

Baca juga: 7 Jenis Hepatitis yang Perlu Diwaspadai

Perawatan

Pada dasarnya, tidak semua penderita hepatitis C memerlukan pengobatan. Umumnya kondisi ini dapat pulih dengan sendirinya tergantung dengan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki.

Namun, berdasarkan Healthline, perawatan hepatitis C juga dapat dilakukan dengan:

  • Resep obat antivirus
  • Transplantasi hati

Oleh karena itu, diagnosis yang tepat akan membantu dokter menentukan jenis perawatan yang paling efektif untuk Anda.

Pencegahan

Melansir Medical News Today, tidak terdapat vaksin untuk hepatitis C.

Oleh karena itu, Anda harus menghindari paparan virus untuk mencegah infeksi dengan cara berikut:

  • Jika memungkinkan, berhenti menggunakan perawatan obat yang melibatkan suntikan
  • Jaga kebersihan diri dan lingkungan
  • Berhenti merokok
  • Jaga berat badan yang sehat dan ideal
  • Hindari alkohol
  • Obati kondisi medis yang Anda derita dengan baik

Selain itu, jika telah positif sebagai penderita hepatitis C, Anda dapat mencegah penularannya ke orang lain dengan:

Baca juga: Penularan Hepatitis Melalui Hubungan Seksual

  • Tidak berbagi jarum obat atau bahan obat lainnya
  • Menggunakan sarung tangan saat menyentuh luka terbuka orang lain
  • Memberi tahu ahli tato atau penindik kondisi Anda untuk memastikan mereka menggunakan alat steril dan tinta yang belum dibuka
  • Hindari berbagi barang pribadi seperti sikat gigi, pisau cukur, dan gunting kuku
  • Menggunakan pengaman selama aktivitas seksual.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Nyeri Ulu Hati
Nyeri Ulu Hati
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
Iskemia

Iskemia

Penyakit
3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

Health
Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.