Kompas.com - 30/10/2021, 09:00 WIB
Ilustrasi patah kaki Ilustrasi patah kaki

KOMPAS.com - Cedera atau benturan keras pada kaki dapat menyebabkan salah satu tulang di kaki menjadi patah atau retak.

Kondisi ini disebut dengan patah kaki, yang dapat terjadi pada tulang paha, tulang kering atau tibia, dan tulang betis.

Salah satu tulang di kaki yang patah menimbulkan rasa sakit hebat dan disertai pembengkakan atau memar pada area kaki yang cedera.

Baca juga: Patah Tulang

Patah kaki juga menyebabkan penderita sulit atau bahkan tidak dapat menggerakkan kaki yang cedera.

Patah kaki umumnya disebabkan oleh jatuh, cedera olahraga, dan kecelakaan kendaraan bermotor.

Jenis

Berdasarkan Healthline patah kaki dapat terjadi pada bagian berikut:

  • Tulang paha
  • Tulang kering
  • Tulang betis

Ada beberapa jenis patah tulang yang mungkin terjadi pada kaki. Jenis patah tulang ini berpengaruh pada bagaimana penanganan patah kaki yang terjadi.

Merangkum dari NHS, Drugs.com, dan Mayo Clinic, berikut beberapa jenis dari patah tulang kaki:

  • Fraktur terbuka
    Fragmen atau patahan tulang menembus hingga ke kulit sehingga tulang akan terlihat dalam luka
  • Fraktur tertutup
    Patah tulang kaki tidak menembus kulit sehingga kulit di sekitarnya tetap utuh dan tidak rusak
  • Fraktur tidak lengkap
    Bagian tulang tidak patah sepenuhnya atau tulang hanya retak, tetapi tidak patah
  • Fraktur komplit
    Kondisi di mana seluruh bagian tulang patah atau hancur menjadi dua atau beberapa bagian
  • Displaced fracture
    Fragmen tulang di setiap sisi patahan tidak sejajar
  • Greenstick fracture
    Tulang retak tetapi tidak seluruhnya dan tulang tampak bengkok. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak.
  • Stress fractures
    Retakan kecil pada tulang yang disebabkan oleh penggunaan berlebihan
  • Undisplaced or hairline fracture 
    Patah tulang yang disertai sedikit kerusakan pada jaringan di sekitarnya.

Baca juga: 4 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Tulang

Gejala

Dikutip dari Healthline, gejala patah kaki, di antaranya adalah:

  • Nyeri hebat
  • Rasa sakit yang memburuk saat berdiri atau menggerakkan kaki yang cedera
  • Pembengkakan dan memar pada area kaki yang cedera
  • Kaki tampak lebih bengkok dari kaki yang sehat (deformitas)
  • Kaki yang patah terlihat lebih pendek
  • Sulit atau kehilangan kemampuan untuk berjalan.

Penyebab

Melansir eMedicine Health, terdapat beberapa penyebab patah kaki, yaitu:

  • Jumlah kekuatan yang diberikan pada tulang lebih besar dari kemampuan tulang sehingga tulang retak atau patah
  • Cedera atau trauma, seperti kecelakaan kendaraan bermotor, cedera olahraga, dan jatuh dari ketinggian
  • Cedera akibat kondisi medis, seperti kanker, tumor, kista tulang, atau osteoporosis
  • Penggunaan kaki secara berlebihan atau gerakan berulang pada kaki, seperti berlari jarak jauh.

Faktor risiko

Dikutip dari Mayo Clinic, terdapat beberapa kondisi yang meningkatkan risiko mengalami patah kaki, yaitu:

Baca juga: Yang Bisa Terjadi saat Mengalami Patah Tulang Metatarsal

  1. Melakukan aktivitas fisik, seperti berlari, menari balet, atau bermain basket
  2. Melakukan olahraga yang dapat menyebabkan cedera atau pukulan langsung pada kaki, seperti sepak bola dan hoki
  3. Mengidap diabetes
  4. Menderita osteoporosis
  5. Menderita rheumatoid arthritis.

Diagnosis

Melansir dari Drugs.com, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada area kaki yang nyeri, bengkak, atau mengalami deformitas.

Dokter juga akan memeriksa setiap luka terbuka di kulit dan menekan secara pelan area kaki yang cedera untuk mengetahui tingkat sensitivitas kaki penderita.

Dokter mungkin memerlukan pemeriksaan penunjang, seperti rontgen, ultrasound, CT scan, atau MRI scan, untuk mengetahui lokasi dan tingkat keparahan patah kaki.

Pertolongan pertama

Patah kaki merupakan kondisi yang perlu ditangani secara medis. Oleh karena itu, segera hubungi dokter jika Anda mengalami patah kaki.

Selain itu, melansir NHS, berikut langkah-langkah pertolongan pertama patah kaki yang dapat dilakukan saat menunggu bantuan medis, yaitu:

  • Hindari menggerakkan kaki yang terluka atau patah
  • Jaga posisi kaki agar tetap lurus dengan meletakkan bantal atau pakaian di bawahnya untuk menopang kaki
  • Jangan mencoba meluruskan kembali tulang yang tidak pada tempatnya
  • Tutup luka terbuka dengan pembalut steril atau kain bersih
  • Baringkan dan istirahatkan kaki di atas ketinggian jatuh jika dalam keadaan syok.

Baca juga: 9 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Tulang

Perawatan

Merangkum Drugs.com dan Mayo Clinic, perawatan patah kaki akan disesuaikan dengan lokasi dan jenis fraktur atau patah tulang kaki.

Berikut beberapa metode penanganan untuk mengatasi patah kaki:

  • Mengatur kaki

Penanganan pada kaki yang patah biasanya diawali dengan evaluasi cedera dan pemasangan splint atau bidai sebagai penyangga dan mengurangi pembengkakan.

  • Imobilisasi

Membatasi pergerakan pada tulang kaki yang patah dapat mempercepat proses penyembuhan.

Penderita dapat menggunakan alat bantu mobilitas, seperti kruk atau tongkat untuk mengurangi beban kaki.

  • Obat-obatan

Obat pereda nyeri, seperti acetaminophen dan ibuprofen dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan

  • Terapi

Setelah gips atau splint dilepas maka penderita memerlukan fisioterapi atau rehabilitasi untuk mengurangi kekakuan dan mengembalikan jangkauan gerak kaki yang cedera.

  • Pembedahan

Pembedahan mungkin diperlukan untuk memasang fiksasi internal atau eksternal agar tulang tetap berada di posisi yang tepat selama penyembuhan.

Baca juga: Benarkan Minum Susu Bantu Menjaga Kesehatan Tulang?

Komplikasi

Pada beberapa kasus, patah kaki dapat pulih setelah beberapa waktu.

Risiko mengalami komplikasi patah kaki akan semakin tinggi jika Anda memiliki patah tulang yang kronis, diabetes, dan merokok atau kurang beristirahat selama masa pemulihan.

Dirangkum dari NHS dan Healthline, terdapat beberapa komplikasi yang mungkin timbul selama dan setelah proses penyembuhan patah kaki, yaitu:

  1. Osteomielitis atau infeksi tulang
  2. Kerusakan saraf, otot, atau pembuluh darah akibat patah tulang yang merusak jaringan di sekitarnya
  3. Nyeri sendi
  4. Osteoarthritis akibat panjang tulang yang berbeda atau tidak selaras selama proses penyembuhan
  5. Sindrom kompartemen.

Pencegahan

Merangkum Mayo Clinic dan eMedicine Health, terdapat beberapa cara untuk mencegah patah kaki, yaitu:

  1. Konsumsi makanan kaya akan kalsium dan vitamin D, untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tulang
  2. Gunakan sepatu yang sesuai dengan aktivitas
  3. Gunakan sabuk pengaman saat berkendara
  4. Gunakan pelindung diri atau perlengkapan yang memadai saat melakukan olahraga ekstrem
  5. Gunakan alat bantu mobilitas jika memiliki kelainan gaya berjalan
  6. Lakukan variasi olahraga agar tidak memberi tekanan pada bagian tulang yang sama, seperti berenang dan bersepeda.

Baca juga: 6 Posisi Duduk yang Benar untuk Menjaga Kesehatan Tulang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.