Kompas.com - 13/11/2021, 15:00 WIB

KOMPAS.com - Kebotakan atau alopecia umumnya terjadi akibat rambut rontok atau proses penuaan bagi sebagian orang.

Kondisi ini menyebabkan tidak adanya rambut yang terlihat di bagian kulit kepala.

Baca juga: Mengapa Pria Rentan Alami Kebotakan?

Penyebab

Pada dasarnya, kebotakan dapat terjadi akibat kerontokan rambut.

Berdasarkan URMC, berikut faktor-faktor yang dapat menyebabkan rambut rontok hingga kebotakan, yaitu:

  • Penuaan
  • Perubahan hormon
  • Memiliki penyakit tertentu yang menyebabkan kerontokan rambut
  • Riwayat kebotakan dalam keluarga
  • Kondisi autoimun
  • Penggunaan obat-obatan seperti talium, retinoid, atau obat kanker dengan dosis tinggi.

Perlu diketahui bahwa semakin dini kerontokan rambut terjadi, maka risiko mengalami kebotakan akan semakin tinggi atau parah.

Gejala

Menurut Medical News Today, gejala kebotakan yang terjadi pada pria dan wanita akan bervariasi, seperti:

Kebotakan pada pria

  • Mengalami kerontokan pada bagian depan, samping, atau ubun-ubun kepala
  • Kerontokan rambut di atas kedua pelipis yang sering waktu membentuk seperti huruf ‘M’
  • Terdapat garis rambut yang surut.

Kebotakan pada wanita

  • Mengalami ketipisan rambut di seluruh bagian kepala
  • Tetap mengalami kesurutan garis rambut namun terjadi pelebaran pada bagian tersebut.

Baca juga: Rambut Rontok

Meskipun tidak berbahaya, kebotakan dapat mengurangi rasa percaya diri atau sebagai bentuk dari kondisi medis yang mendasarinya.

Oleh karena itu, segera temui dokter Anda jika mengalami gejala di atas atau kerontokan rambut yang mengkhawatirkan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Diagnosis

Menurut URMC, kebotakan dapat didiagnosis melalui cara sebagai berikut:

  • Pemeriksaan fisik dan riwayat medis
  • Biopsi kulit, membantu mengidentifikasi jenis kebotakan atau penyebabnya
  • Kultur, dilakukan jika dicurigai terjadinya infeksi.

Perawatan

Sebagian besar bentuk kebotakan tidak ada obatnya. Namun, menurut Medical News Today, perawatan untuk mengatasi kebotakan dapat termasuk:

  • Obat-obatan tertentu untuk meningkatkan pertumbuhan rambut seperti minoxidil dan finasteride
  • Pengurangan kulit kepala, dilakukan untuk menutupi area kebotakan di bagian atas dan belakang kepala
  • Pengencangan kulit dan cangkok
  • Transplantasi rambut, memindahkan kandungan kecil kulit kepala yang mengandung rambut ke area kepala yang botak atau menipis
  • Ekspansi kulit kepala, menumbuhkan sel-sel kulit baru di kepala
  • Operasi lipatan, menutupi area kebotakan yang besar.

Baca juga: 5 Penyebab Rambut Rontok selama Kehamilan

Dokter akan mendiskusikannya dengan Anda untuk menentukan jenis perawatan yang paling tepat dengan penjelasan efek samping atau dampak dari pilihan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.