Kompas.com - 23/12/2021, 08:00 WIB

KOMPAS.com - Coronavirus adalah keluarga virus yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan pada manusia.

Virus ini disebut "corona" karena paku seperti mahkota di permukaan virus.

Sindrom pernapasan akut parah (SARS), sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) dan flu biasa adalah contoh virus corona yang menyebabkan penyakit pada manusia.

Baca juga: Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Jenis baru virus corona, yakni COVID-19 pertama kali dilaporkan di Wuhan, Cina pada Desember 2019.

Virus tersebut telah menyebar ke semua benua dan menjadi pandemi global.

Penyebab

Sampai sekarang, para peneliti mengetahui bahwa virus corona menyebar melalui droplet dan partikel virus yang dilepaskan ke udara ketika orang yang terinfeksi bernapas, berbicara, tertawa, bernyanyi, batuk, atau bersin.

Tetesan yang lebih besar dapat jatuh ke tanah dalam beberapa detik, tetapi partikel infeksius kecil dapat bertahan di udara dan menumpuk di tempat-tempat dalam ruangan, terutama di mana banyak orang berkumpul dengan ventilasi yang buruk.

Inilah sebabnya mengapa memakai masker, kebersihan tangan, dan jarak jarak sangat penting untuk mencegah COVID-19.

Kasus pertama COVID-19 dilaporkan pada 1 Desember 2019 dan penyebabnya adalah virus corona baru yang kemudian dinamai SARS-CoV-2.

SARS-CoV-2 diyakini berasal dari hewan dan berubah (bermutasi) sehingga dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Di masa lalu, beberapa wabah penyakit menular telah ditelusuri ke virus yang berasal dari burung, babi, kelelawar dan hewan lain yang bermutasi menjadi berbahaya bagi manusia.

Penelitian masih berlanjut, dan lebih banyak penelitian dapat mengungkapkan bagaimana serta mengapa virus corona berevolusi menyebabkan penyakit pandemi.

Baca juga: Lawan Virus Corona, Begini Langkah Mencuci Tangan yang Benar

Gejala

Gejala COVID-19 meliputi:

  • Batuk
  • Demam atau kedinginan
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Nyeri otot atau tubuh
  • Sakit tenggorokan
  • Kehilangan rasa atau bau baru
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Kelelahan baru
  • Mual atau muntah
  • Hidung tersumbat atau pilek.

Beberapa orang yang terinfeksi virus corona memiliki penyakit COVID-19 ringan, dan yang lain tidak memiliki gejala sama sekali.

Namun, dalam beberapa kasus yang berat, COVID-19 dapat menyebabkan gagal napas, kerusakan otot jantung dan paru-paru yang berlangsung lama, masalah sistem saraf, gagal ginjal, atau bahkan kematian.

Diagnosis

Hubungi dokter jika:

  • Memiliki gejala dan merasa telah terpapar COVID-19
  • Memiliki COVID-19 dan gejala semakin parah.

Baca juga: Bisakah orang yang sudah mendapatkan vaksin terinfeksi virus Corona?

Hubungi gawat darurat apabila:

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada atau tekanan
  • Kebingungan atau ketidakmampuan untuk bangun
  • Bibir atau wajah biru
  • Gejala lain yang parah atau mengkhawatirkan.

Jika memiliki gejala COVID-19, penyedia layanan kesehatan akan melakukan diagnosis untuk kondisi tersebut.

Diagnosis dilakukan dengan pengambilan swab dari bagian belakang hidung, bagian depan hidung, atau tenggorokan.

Jika seseorang diduga memiliki COVID-19, sampel ini akan diuji untuk SARS-CoV-2.

Perawatan

Kebanyakan orang yang sakit dengan COVID-19 akan dapat pulih dengan isolasi mandiri di rumah.

Beberapa perawatan lain sama jika terkena flu, cukup istirahat, tetap terhidrasi dengan baik, dan minum obat untuk meredakan demam serta nyeri.

Melansir Harvard Health Publishing, penelitian besar yang diterbitkan Lancet Global Health pada Oktober 2021 menemukan bahwa antidepresan fluvoxamine (Luvox) secara signifikan mengurangi risiko rawat inap pada beberapa pasien COVID-19 yang berisiko serius mengalami gejala parah.

Sementara itu, para ilmuwan terus bekerja keras untuk mengembangkan pengobatan lain yang efektif.

Baca juga: Alasan Orang yang Sudah Divaksinasi Covid-19 Masih Bisa Terinfeksi dan Menularkan Virus Corona

 

Komplikasi

Komplikasi COVID-19 dapat mencakup:

  • Gejala COVID-19 yang berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan setelah terinfeksi virus (disebut long COVID)
  • Kerusakan pada jantung dan pembuluh darah, ginjal, otak, kulit, mata, dan organ pencernaan
  • Kegagalan pernapasan
  • Kematian.

Pencegahan

Vaksin COVID-19 digunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi dari COVID-19.

Vaksin ini adalah alat terbaik untuk membantu menghentikan pandemi COVID-19.

Orang dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas bisa mendapatkan vaksin COVID-19 untuk melindungi diri dari virus.

Selain itu, selagi pandemi masih ada, tetap gunakan masker minimal 2 lapis, mencuci tangan, menjaga jarak, dan sebisa mungkin hindari kerumunan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.