Kompas.com - 23/12/2021, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Ensefalitis (radang otak) adalah peradangan pada jaringan otak.

Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus.

Dalam kasus yang lebih jarang, radang otak dapat disebabkan oleh bakteri atau bahkan jamur.

Baca juga: Mengenal Gejala Ensefalitis, Peradangan Akut pada Otak

Jenis

Terdapat dua jenis utama ensefalitis:

  • primer: terjadi saat virus secara langsung menginfeksi otak dan sumsum tulang belakang
  • sekunder: terjadi saat infeksi berasal dari tempat lain di tubuh dan menyebar ke otak.

Penyakit ini langka. Namun, dapat mengancam jiwa secara serius.

Gejala

Ensefalitis terkadang dimulai dengan gejala seperti flu, seperti suhu tinggi dan sakit kepala.

Lalu, gejala yang lebih serius muncul selama berjam-jam, berhari-hari, atau berminggu-minggu, seperti:

  • kebingungan atau disorientasi
  • kejang-kejang
  • perubahan kepribadian dan perilaku
  • kesulitan berbicara
  • kelemahan atau tidak bisa menggerakkan beberapa bagian tubuh
  • hilang kesadaran.

Pada bayi dan anak kecil, gejala juga mungkin termasuk:

  • tonjolan di ubun-ubun (fontanel)
  • tengkorak bayi
  • mual dan muntah
  • kekakuan tubuh
  • makan yang buruk atau tidak bangun untuk menyusu
  • lekas marah (rewel).

Segera bawa ke rumah sakit jika seseorang memiliki gejala seperti ini.

Baca juga: Ensefalitis Virus

Penyebab

Beberapa virus yang dapat menyebabkan ensefalitis atau radang otak adalah sebagai berikut.

  • Virus herpes simpleks (HSV): baik HSV tipe 1 (terkait dengan luka dingin dan lepuh demam di sekitar mulut) dan HSV tipe 2 (terkait dengan herpes genital) dapat menyebabkan ensefalitis. HSV tipe 1 lebih jarang menyerang otak, tetapi dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan hingga kematian.
  • Virus herpes lainnya: seperti Epstein-Barr yang biasanya menyebabkan mononukleosis menular dan virus varicella-zoster yang menyebabkan cacar air dan herpes zoster.
  • Enterovirus: virus ini termasuk virus polio dan virus coxsackie yang dapat menyebabkan penyakit dengan gejala seperti flu, radang mata, dan sakit perut
  • Virus yang dibawa nyamuk: seperti West Nile, La Crosse, St/ Louis, ensefalitis equine barat dan timur. Gejala infeksi dapat muncul beberapa hari atau minggu setelah terpapar virus yang dibawa nyamuk.
  • Virus yang ditularkan melalui kutu: virus Powassan yang dibawa kutu menyebabkan ensefalitis di Amerika Serikat bagian barat tengah. Gejala biasanya muncul sekitar seminggu setelah gigitan kutu yang terinfeksi.
  • Virus rabies: ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi menyebabkan perkembangan cepat menjadi ensefalitis begitu gejala timbul.
  • Infeksi masa kecil: yang terjadi pada anak-anak seperti campak (rubeola), gondok dan campak jerman (rubella), dianggap sebagai penyebab ensefalitis sekunder yang cukup umum.

Diagnosis

Dalam mengevaluasi jika seseorang mengalami ensefalitis, dokter akan bertanya terkait riwayat gejala dan melakukan pemeriksaan fisik.

Baca juga: Apa Itu Radang Otak?

Beberapa tes yang mungkin akan dilakukan, yaitu:

  • neuroimaging seperti MRI otak atau CT scan
  • pungsi lumbar untuk memeriksa tanda-tanda infeksi di otak atau sumsum tulang belakang
  • EEG untuk mencari kejang atau pola aktivitas listrik spesifik di otak
  • tes darah atau tes urin dan tinja untuk mengidentifikasi organisme atau antibodi yang berperan atas infeksi.

Beberapa tes tambahan dapat termasuk:

  • kultur dahak, untuk menguji bahan yang dibatukkan dari paru-paru untuk melihat jika ada infeksi tertentu
  • biopsi jaringan otak untuk memungkinkan pemeriksaan di bawah mikroskop
  • pemantauan tekanan intrakranial (ICP) untuk mengukur tekanan di dalam tengkorak untuk memantau pembengkakan otak.

Perawatan

Beberapa orang dapat sembuh total dari ensefalitis, meskipun harus melalui proses yang panjang.

Banyak orang tidak pernah sembuh total dan kondisi dapat berkembang dengan masalah jangka panjang akibat kerusakan otak.

Komplikasi umum meliputi:

  • hilang ingatan
  • sering kejang atau cocok
  • perubahan kepribadian dan perilaku
  • masalah dengan perhatian
  • konsentrasi
  • perencanaan dan pemecahan masalah
  • kelelahan terus-menerus.

Baca juga: 7 Gejala Radang Otak yang Perlu Diwaspadai

Masalah-masalah ini dapat memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan orang yang terdampak, serta keluarga, dan teman-teman mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.