Kompas.com - 11/01/2022, 11:00 WIB
Ilustrasi anak cacingan CGN089Ilustrasi anak cacingan

KOMPAS.com - Cacing merupakan parasit yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan penyakit.

Biasanya, telur cacing akan masuk melalui mulut dan bertahan hidup di dalam usus manusia.

Selain melalui mulut, telur cacing juga dapat masuk melalui kulit ketika melakukan kontak langsung dengan tanah yang terkontaminasi larva atau telur cacing.

Baca juga: Cacingan: Gejala, Bahaya, dan Cara Mengobati

Salah satu jenis cacing parasit yang paling umum dialami oleh anak-anak adalah cacing kremi dan cacing pita.

Anak-anak dapat terinfeksi cacing kremi ketika mereka secara tidak sengaja melakukan kontak langsung dengan telur cacing yang berada di tangan dan menelannya.

Kondisi ini dapat terjadi ketika mereka memasukkan tangan ke dalam mulut atau menggigit kuku setelah menyentuh benda yang terkontaminasi telur atau larva cacing.

Meskipun lebih sering dialami oleh anak-anak, penyakit cacingan juga dapat dialami oleh orang dewasa.

Seseorang lebih berisiko mengalami penyakit cacingan apabila mereka bertempat tinggal di lingkungan padat penduduk fasilitas kebersihan dan sanitasi yang buruk.

Jenis

Melansir Healthline, berikut beberapa jenis cacing yang menyebabkan penyakit cacingan pada manusia:

  • Cacing pita

Cacing pita merupakan jenis cacing pipih yang terlihat seperti pita panjang berwarna putih.

Cacing ini dapat tumbuh hingga mencapai 24 meter dan dapat bertahan hidup selama 30 tahun.

Cacing pita dapat masuk ke dalam tubuh manusia ketika mereka mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi telur atau larva cacing pita.

Selain itu, konsumsi daging sapi atau babi yang mentah atau dimasak kurang matang juga dapat menyebabkan cacing pita masuk ke dalam tubuh manusia.

Baca juga: Mengenal Penyebab Cacingan Pada Anak dan Cara Mengatasinya

  • Cacing tambang

Cacing tambang dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui kontak langsung dengan tanah atau feses yang terkontaminasi telur atau larva cacing pita.

Berjalan tanpa alas kaki di atas tanah yang terkontaminasi larva cacing tambang dapat menyebabkan larva cacing menembus kulit dan akan hidup di dalam usus halus.

Panjang cacing ini biasanya sekitar 13 milimeter.

  • Cacing kremi

Cacing kremi merupakan cacing yang dapat hidup dan berkembang biak di usus besar dan rektum manusia.

Infeksi cacing kremi lebih sering dialami oleh anak-anak usia sekolah. Cacing kremi dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui kontak langsung dengan telur cacing.

Telur atau larva cacing kremi dapat menempel dan bertahan hidup pada permukaan benda, seperti tempat tidur dan pakaian selama tiga minggu.

Ketika seseorang menyentuh benda-benda tersebut lalu memasukkan tangan atau benda yang terkontaminasi larva ke mulut maka larva cacing akan masuk ke dalam tubuh.

Dikarenakan ukuran larva cacing kremi yang sangat kecil menyebabkan larva cacing kremi dapat melayang di udara.

Akibatnya, larva cacing kremi akan terhirup dan masuk ke dalam tubuh saat seseorang bernapas.

Baca juga: Infeksi Cacing Tambang

  • Trichinella

Trichinella merupakan salah satu jenis cacing gelang yang dapat menyebabkan penyakit trichinosis.

Cacing ini dapat masuk ke dalam tubuh ketika seseorang mengonsumsi daging kurang matang atau mentah yang terkontaminasi oleh larva cacing.

Gejala

Dirangkum dari situs Medical News Today dan WebMD, gejala cacingan cukup bervariasi, tergantung pada jenis cacing yang menginfeksi. Berikut beberapa gejala cacingan:

  • Adanya cacing pada feses yang keluar saat buang air besar
  • Gatal pada anus, terutama saat malam hari
  • Mual dan muntah
  • Nyeri sendi dan otot
  • Sakit perut
  • Sembelit atau konstipasi
  • Diare
  • Tubuh merasa lelah
  • Ruam gatal pada kulit
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Tidak nafsu makan
  • Perut kembung
  • Batuk
  • Demam
  • Buang air besar disertai darah
  • Tumbuh kembang anak terhambat
  • Anemia
  • Kaki gajah.

Baca juga: Infeksi Cacing Kremi

Penyebab

Menurut About Kids Health, penyebab cacingan adalah adanya parasit yang hidup dan berkembang biak di dalam usus.

Parasit di dalam usus ini umumnya berupa cacing kremi dan cacing pita yang masuk ke dalam tubuh dan bertahan hidup di dalam usus.

Berikut beberapa cara bagaimana cacing dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan seseorang mengalami cacingan:

  1. Menyentuh benda yang telah terkontaminasi telur (larva) cacing lalu memasukkan tangan ke mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu
  2. Mengonsumsi makanan atau cairan yang terkontaminasi telur (larva) cacing, misalnya air minum yang berasal dari tanah, sungai, atau danau
  3. Menyentuh tanah yang terkontaminasi telur (larva) cacing secara langsung tanpa menggunakan alas kaki atau sarung tangan
  4. Mengonsumsi daging sapi atau babi yang mentah atau tidak dimasak hingga matang.

Faktor risiko

Dikutip dari situs Medical News Today, berikut beberapa kondisi yang meningkatkan risiko seseorang mengalami cacingan:

  1. Bertempat tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang buruk
  2. Tidak menerapkan kebiasaan kebersihan yang baik
  3. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti akibat menderita HIV/AIDS.

Baca juga: Enterobiasis

Diagnosis

Melansir Healthline, berikut beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis cacingan:

  1. Pemeriksaan feses, untuk mendeteksi keberadaan larva atau cacing parasit yang menyebabkan cacingan pada feses (tinja)
  2. Tes darah, untuk mendeteksi keberadaan cacing parasit dalam darah
  3. Tes pencitraan, seperti CT scan, MRI, atau rontgen dapat digunakan untuk mengetahui keberadaan larva cacing pada organ-organ di dalam tubuh.

Perawatan

Dirangkum dari Royal Children's Hospital Melbourne dan Medical News Today, cacingan dapat ditangani dengan obat cacing.

Dokter akan memberikan obat cacing kepada penderita dan seluruh anggota keluarga penderita untuk mencegah penularan infeksi.

Pemberian obat cacing juga akan disesuaikan dengan jenis cacing yang menginfeksi dan gejala yang dialami penderita.

Obat cacing yang biasanya diresepkan adalah praziquantel, mebendazole, albendazole, atau triclabendazole.

Obat-obatan tersebut akan membunuh cacing sehingga dapat keluar dari usus dan melewati saluran pencernaan hingga akhirnya keluar dari tubuh saat buang air besar.

Pencegahan

Mengutip situs Royal Children's Hospital Melbourne, berikut beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko dan mencegah cacingan:

Baca juga: 8 Penyebab Anus Gatal, Tak Hanya Cacingan

  • Meskipun gatal, hindari menggaruk area pantat yang gatal
  • Gunting kuku secara berkala dan hentikan kebiasaan menggigit kuku atau menghisap jari
  • Cuci tangan secara berkala, terutama setelah buang air
  • Jika terdapat anggota keluarga yang mengalami cacingan, ganti pakaian dan seprai setiap hari selama proses pemulihan
  • Cuci pakaian, seprai, dan handuk secara rutin dengan air panas untuk membunuh telur cacing
  • Bersihkan permukaan benda yang mungkin disentuh anak-anak, seperti gagang pintu dan mainan
  • Cegah anak untuk memakan makanan yang telah jatuh di lantai.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.