Kompas.com - 20/01/2022, 19:00 WIB

KOMPAS.com - Tetanus adalah infeksi bakteri serius yang memengaruhi sistem saraf dan menyebabkan otot di seluruh tubuh menegang.

Kondisi ini disebut juga sebagai Lockjaw karena sering menyebabkan kontraksi otot di rahang dan leher.

Baca juga: Tetanus: Penyebab, Komplikasi, dan Cara Mencegahnya

Penyebab

Berdasarkan Mayo Clinic, tetanus disebabkan oleh bakteri disebut Clostridium tetani yang dapat bertahan hidup di dalam tanah dan kotoran hewan.

Ketika bakteri memasuki luka pada tubuh, bakteri akan tumbuh, membelah, dan melepaskan racun yang disebut tetanospasmin.

Toksin tersebut merusak saraf dalam tubuh yang mengontrol otot.

Faktor risiko 

Faktor risiko infeksi tetanus adalah sebagai berikut:

  • Tidak divaksinasi
  • Luka terkena tanah atau pupuk kandang
  • Benda asing di luka, seperti paku atau serpihan
  • Riwayat kondisi medis yang mengganggu sistem kekebalan
  • Lesi kulit yang terinfeksi pada orang penderita diabetes
  • Tali pusar yang terinfeksi ketika seorang ibu tidak sepenuhnya divaksinasi
  • Penggunaan jarum bersama atau tidak bersih untuk obat-obatan terlarang.

Gejala

Menurut Healthline, gejala tetanus meliputi:

  • Kesulitan menelan
  • Kejang dan kekakuan pada berbagai otot terutama di rahang, perut, dada, punggung, dan leher
  • Detak jantung cepat
  • Demam
  • Berkeringat
  • Tekanan darah tinggi.

Baca juga: Waspada Tetanus saat Berkebun, Begini Cara Mencegahnya...

Diagnosis

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis tetanus, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik termasuk kekakuan otot dan kejang yang menyakitkan
  • Tes laboratorium untuk menyingkirkan penyakit dengan gejala serupa
  • Pemeriksaan riwayat imunisasi untuk memastikan jika Anda belum diimunisasi atau jika terlambat untuk mendapatkan suntikan booster.

Perawatan

Dilansir dari Healthline, pilihan perawatan tetanus meliputi:

  • Antibiotik seperti penisilin untuk membunuh bakteri
  • Tetanus immune globulin (TIG) untuk menetralisir racun yang telah dibuat bakteri dalam tubuh
  • Pelemas otot untuk mengontrol kejang otot
  • Vaksin tetanus yang diberikan bersamaan dengan pengobatannya
  • Membersihkan luka untuk menyingkirkan sumber bakteri
  • Pembedahan untuk mengangkat jaringan mati atau terinfeksi
  • Pemberian tabung pernapasan atau ventilator jika Anda kesulitan bernapas.

Komplikasi

Mengutip Mayo Clinic, komplikasi tetanus termasuk:

  • Masalah pernapasan
  • Penyumbatan arteri paru-paru
  • Radang paru-paru
  • Patah tulang akibat kejang
  • Kematian.

Baca juga: 5 Ciri-ciri Tetanus yang Perlu Diwaspadai

Pencegahan

Pencegahan utama terhadap tetanus adalah dengan memastikan Anda telah mendapatkan vaksinasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Flu Tulang
Flu Tulang
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.