Kompas.com - 03/05/2022, 08:32 WIB

KOMPAS.com - Melasma adalah kondisi kulit yang ditandai dengan bercak coklat atau biru abu-abu atau bintik-bintik seperti bintik. 

Melasma terjadi karena kelebihan produksi sel-sel pembuat warna kulit. Ini merupakan kondisi yang umum serta tidak berbahaya.

Melasma biasanya memudar setelah beberapa bulan.

Baca juga: Jangan Asal Pilih Sunscreen, Ini Rekomendasi Dokter Spesialis Kulit

Penyebab

Melasma adalah kelainan kulit yang umum.

Kondisi ini paling sering muncul pada wanita muda dengan warna kulit kecoklatan, tetapi dapat menyerang siapa saja.

Melasma sering dikaitkan dengan hormon wanita estrogen dan progesteron. Penyakit ini umum terjadi umum:

  • Wanita hamil
  • Wanita yang menggunakan pil KB (kontrasepsi oral)
  • Wanita yang menggunakan terapi penggantian hormon (HRT) selama menopause.

Berada di bawah sinar matahari membuat melasma lebih mungkin berkembang. Masalahnya lebih sering terjadi di iklim tropis

Gejala

Satu-satunya gejala melasma adalah perubahan warna kulit. Namun, perubahan warna ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada penampilan.

Perubahan warna kulit yang paling sering adalah warna coklat merata.

Perubahan ni sering muncul di pipi, dahi, hidung, atau bibir atas. Bercak gelap seringkali simetris.

Diagnosis

Penyedia layanan kesehatan akan memeriksa kulit untuk mendiagnosis masalahnya.

Baca juga: Bolehkah Anak-anak Pakai Sunscreen? Ini Saran Dokter Spesalis Kulit

Pemeriksaan lebih dekat menggunakan alat lampu Wood (yang menggunakan sinar ultraviolet) dapat membantu memandu perawatan.

Perawatan

Perawatan untuk melasma antara lain mencakup:

  • Krim yang mengandung zat tertentu untuk memperbaiki penampilan melasma
  • Kulit kimia atau krim steroid topikal
  • Perawatan laser untuk menghilangkan pigmen gelap jika melasma parah
  • Menghentikan obat-obatan hormon yang mungkin menyebabkan masalah
  • Obat-obatan oral.

Hubungi dokter jika memiliki penggelapan wajah yang tidak kunjung hilang.

Komplikasi

Hubungi dokter segera jika memiliki penggelapan wajah yang tidak kunjung hilang.

Pencegahan

Cara terbaik untuk menurunkan risiko melasma akibat paparan sinar matahari adalah dengan melindungi kulit dari sinar matahari dan sinar ultraviolet (UV).

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan sinar matahari meliputi:

  • Kenakan pakaian seperti topi, kemeja lengan panjang, rok panjang, atau celana
  • Cobalah untuk menghindari berada di bawah sinar matahari pada siang hari, saat sinar ultraviolet paling intens
  • Gunakan tabir surya berkualitas tinggi, sebaiknya dengan peringkat faktor perlindungan matahari (SPF) minimal 30
  • Oleskan tabir surya sebelum pergi ke luar, dan sering-seringlah mengoleskannya kembali setidaknya setiap 2 jam saat berada di bawah sinar matahari
  • Gunakan tabir surya sepanjang tahun, termasuk di musim dingin
  • Hindari lampu matahari, tanning bed, dan salon tanning.

Baca juga: Tips Memilih Sunscreen untuk Wajah Berminyak dan Berjerawat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini tidak diperuntukkan untuk melakukan self diagnosis. Harap selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Indeks Penyakit


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.