Kompas.com - 04/04/2020, 18:01 WIB
Ilustrasi lupa Ilustrasi lupa

KOMPAS.com – Pernahkah Anda merasa bisa mengingat sesuatu yang sudah lama terjadi, tapi lupa akan peristiwa yang sangat baru?

Gambaran itu juga bisa Anda lihat ketika mungkin pernah mendengar cerita dari kakek atau nenek yang sudah berusia lebih dari 70 tahun.

Di mana, mereka mampu bercerita panjang lebar dan mendetail mengenai kisah yang terjadi saat masih muda.

Baca juga: Tak Bisa Jawab 6 Pertanyaan Ini? Tanda Otak Alami Penurunan Fungsi

Misalnya, kakeh begitu bersemangat bercerita soal bagaimana harus bersembunyi dari kejaran tentara Belanda atau perjuangan mendapatkan cinta nenek. Padahal, kisah tersebut sudah berulang kali diceritakan.

Fenomena ini bisa menjadi bukti bahwa otak kakek mempunyai ingatan yang sangat baik tentang satu peristiwa di masa lalu secara mendetail, tapi bisa juga lupa terhadap peristiwa yang baru terjadi, yakni lupa jika pernah menceritakannya berulang kali.

Menurut Anda, mengapa otak bisa demikian?

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Cara Membuat Ingatan Tersimpan Lebih Lama di Otak
Berikut ini kiat dari dokter spesialis saraf mengenai cara membuat ingatan atau memori bisa tersimpan lebih lama di otak.
Bagikan artikel ini melalui

Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S dalam bukunya berjudul Investasikan Otak Anda: Agar Otak Tetap Sehat, Cerda & Produktif di Masa Depan (2016), menerangkan memori atau ingatan bisa tersimpan lebih lama di otak karena memasukkan unsur emosional di sana.

Dijelaskan oleh dr. Yuda, memori secara garis besar terbagi menjadi dua, yakni:

  • Ingatan terkait pengalaman (memori episodik)
  • Ingatan terkait fakta (memori semantik)

Dua-duanya tergantung pada demensia, yakni kemerosotan semua kegiatan pikiran karena kerusakan atau penyakit pada otak.

Namun, sebuah penelitian menunjukkan pengalaman individu, bukan pengetahuan semantik, bisa dipertahankan lebih lama saat otak terkena demensia.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lidah Terasa Asam

Lidah Terasa Asam

Penyakit
Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Health
Payudara Bengkak

Payudara Bengkak

Penyakit
7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

Health
Punggung Panas

Punggung Panas

Penyakit
Tips Jalani Kehamilan Sehat untuk Penderita PCOS

Tips Jalani Kehamilan Sehat untuk Penderita PCOS

Health
Gangguan Penyimpanan Lisosom

Gangguan Penyimpanan Lisosom

Penyakit
3 Pengaruh PCOS dalam Kehidupan Wanita

3 Pengaruh PCOS dalam Kehidupan Wanita

Health
Pusar Bau

Pusar Bau

Penyakit
4 Perbedaan Vitamin D2 dan Vitamin D3 yang Penting Diketahui

4 Perbedaan Vitamin D2 dan Vitamin D3 yang Penting Diketahui

Health
Kuku Kaki Bergelombang

Kuku Kaki Bergelombang

Penyakit
9 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi untuk Dihindari Saat Diet

9 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi untuk Dihindari Saat Diet

Health
Mengenal Apa Itu PCOS dan Gejalanya, Wanita Wajib Tahu

Mengenal Apa Itu PCOS dan Gejalanya, Wanita Wajib Tahu

Health
9 Jenis Asam Amino Esensial dan Fungsinya untuk Tubuh

9 Jenis Asam Amino Esensial dan Fungsinya untuk Tubuh

Health
Infeksi Virus

Infeksi Virus

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.