Para ahli kesehatan sering kali dapat mengenali syok karena tanda-tandanya yang khas, termasuk tekanan darah rendah (hipotensi).
Perawatan untuk syok ini akan bervariasi berdasarkan penyebab yang mendasari.
Misalnya, seseorang yang mengalami anafilaksis mungkin memerlukan suntikan epinefrin, yang dapat mengobati reaksi alergi yang parah.
Jika seseorang menderita sepsis, mereka mungkin membutuhkan antibiotik, oksigen, dan cairan intravena (IV).
Sementara, orang dengan syok hipovolemik mungkin memerlukan transfusi darah dan cairan intravena.
Baca juga: Bagaimana Asam Lambung Bisa Menyebabkan Mual?
Dokter dapat memulai transfusi darah atau tindakan lain untuk membantu memulihkan aliran darah yang benar, meskipun mereka tidak mengetahui penyebab yang mendasarinya.
Tim medis mungkin akan melakukan berbagai tes untuk menentukan penyebab syok, di antaranya:
Setelah seseorang menerima pengobatan untuk syok, dokter dapat membantu mereka membuat rencana tindak lanjut untuk membantu mencegah kejadian lain.
Beberapa contoh tindakan yang bisa dilakukan, yakni:
Perlu beberapa saat untuk pulih dari semua jenis syok medis.
Baca juga: 21 Makanan Penambah Energi yang Baik Dikonsumsi
Syok dapat menyebabkan kelelahan, nyeri otot, dan masalah dengan kekuatan atau fungsi mental. Terkadang, efek ini dapat bertahan lama.
Seseorang mungkin membutuhkan rehabilitasi, baik di rumah sakit atau di fasilitas lain.
Pasien mungkin juga membutuhkan bantuan dengan tugas-tugas di rumah sebelum mereka benar-benar pulih.
Setelah syok septik, beberapa orang mengalami efek samping yang tidak kunjung hilang, seperti nyeri atau kesulitan berkonsentrasi atau mengingat.
Depresi atau kecemasan juga bisa terjadi.
Berbicara dengan dokter tentang efek ini dapat membantu selama pemulihan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.