Kompas.com - 08/04/2021, 06:03 WIB

Dalam panduan ini disebutkan apabila posyandu berada di daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak berusia di bawah lima tahun (balita) bisa dilakukan di rumah masing-masing.

Sedangkan apabila pemerintah daerah tidak memberlakukan PSBB atau kasus Covid-19 negatif, maka kegiatan posyandu bisa dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kondisi PSBB dan kasus Covid 19 di berbagai tempat di Indonesia sendiri kini sangat fluktuatif. Untuk itu, update informasi kondisi pandemi harus sering disampaikan kepada masyarakat,” kata mahasiswa S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat UNS itu.

2. Pemberian layanan

Erindra berpendapat kegiatan utama posyandu, seperti pemantauan tumbuh kembang anak sebaiknya tetap harus dilakukan sekalipun di masa pandemi Covid-19.

Jika situasi memungkinkan dan ada izin dari pemerintah setempat, kegiatan posyandu bisa dilaksanakan secara langsung di tempat yang lapang dan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam pelaksanaan posyandu kala pandemi, menurut Erindra, beberapa hal berikut perlu dipehatikan:

  • Anak-anak atau balita mesti dibawa sendiri oleh orang tuanya
  • Membawa selendang atau kain untuk menimbang sendiri
  • Kader menyiapkan tempat posyandu dengan baik, seperti mendesinfeksi meja dan kursi serta area posyandu
  • Kader postandu menyediakan masker, tempat cuci tangan beserta sabun
  • Kader memeriksa suhu tubuh setiap orang yang datang
  • Kader harus dalam keadaan sehat

Jika pemerintah setempat tidak mengizinkan pelaksanaan posyandu secara langsung, maka pemantauan tumbuh kembang dapat dilakukan dengan cara kader posyandu bisa datang ke rumah warga sehingga tidak terjadi kerumunan.

Dalam melakukan kegiatan ini, kader posyandu harus dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD).

“Orang tua yang telah mendapat penjelasan tentang prosedur pengukuran dan mempunyai kemampuan untuk mengukur pertumbuhan dan perkembangan anak diharapkan selanjutnya bisa melakukan kegiatan itu sendiri dan melaporkan hasilnya kepada kader posyandu melalui media sosial atau sistem informasi jika tersedia,” tutur Erindra.

Baca juga: Sampai Kapan Tetap Harus Disiplin Protokol Kesehatan meski Sudah Divaksin?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.