Kompas.com - 13/05/2021, 14:00 WIB
Ilustrasi makanan khas lebaran. SHUTTERSTOCK/IKA RAHMAIlustrasi makanan khas lebaran.

KOMPAS.com - Setelah berpuasa satu bulan penuh selama Ramadhan, banyak orang mungkin mengalami penurunan berat badan.

Ini karena selama berpuasa sebulan, tubuh mengubah metabolismenya dengan memanfaatkan cadangan lemak tubuh.

Namun biasanya, jarum timbangan yang ke arah kiri tersebut tidak berlangsung lama. Itu karena pasca Idul Fitri, banyak orang yang justru mengalami kenaikan berat badan.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Bikin Berat Badan Naik, Bagaimana Solusinya?

Kebanyakan kasus melonjaknya berat badan setelah lebaran terjadi karena porsi makan yang mendadak lebih banyak dibanding saat berpuasa.

Dikutip dari The Nest, saat kita berhenti berpuasa, metabolisme tubuh kembali berubah. Tubuh kembali menyimpan energi dengan menambah lemak tubuh.

Hal inilah yang kemudian membuat berat badan kita naik cukup signifikan setelah tidak lagi berpuasa.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

3 Cara Cegah Berat Badan Naik saat Lebaran
Lebaran sering membuat banyak orang kalap dengan berbagai jenis makanan khas. Akibatnya berat badan jadi naik. Bagaimana cara mencegahnya?
Bagikan artikel ini melalui

Penambahan berat badan juga tidak dapat dihindari karena tubuh mengisi kembali glikogen atau simpanan karbohidrat di otot dan liver.

Meski begitu, ada beberapa langkah yang bisa Anda ambil untuk tetap mempertahankan berat badan yang sudah baik atau menghindari kenaikan berat badan pasca lebaran.

1. Batasi kalori

Seperti yang telah disebutkan, salah satu yang memicu lonjakan berat badan pasca lebaran adalah porsi makan yang mendadak bertambah banyak.

Makan banyak biasanya juga identik dengan kenaikan asupan jumlah kalori.

Namun, sebenarnya tidak hanya jumlah makanan yang dikonsumsi. Saat lebaran, jenis makanan dengan kalori tinggi juga turut menjadi biang kerok jarum timbangan ke arah kanan.

Untuk itu, Anda perlu membatasi jumlah kalori yang masuk saat lebaran tiba.

Memang kekurangan kalori setelah berpuasa sebulan penuh dapat mendorong tubuh untuk meningkatkan simpanan energi dalam lemak tubuh.

Baca juga: 5 Hal Penyebab Naiknya Berat Badan Tak Terduga

Dalam ulasan yang terbit dalam Journal of Research in Medicine Sciences tahun 2014 menunjukkan bahwa metode terbaik untuk menurunkan berat badan adalah membatasi asupan kalori berdasarkan rekomendasi harian.

2. Pilih jenis makanan sehat

Menjaga berat badan yang sudah ideal pasca berpuasa juga dapat dilakukan dengan memilih jenis makan yang sehat.

Anda juga perlu menghindari jenis makanan dengan gula tinggi dan ultraproses seperti fast food atau junk food.

Jenis makanan tersebut memberikan timbunan lemak pada tubuh nantinya. Selain itu, jenis makanan tidak sehat tersebut juga sulit dicerna oleh tubuh.

Sebaliknya, Anda perlu banyak mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah seperti sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan polong-polongan.

Anda juga bisa memilih makanan yang mengandung protein tinggi seperti daging tanpa lemak, ikan, serta olahan susu rendah lemak.

Protein membantu mengurangi rasa lapar, meningkatkan massa otot, dan mengurangi ketergantungan tubuh terhadap karbohidrat.

3. Berhenti makan maksimal 2 jam sebelum tidur

Menerapkan jadwal makan juga penting untuk mencegah tubuh mengalami kenaikan berat badan.

Baca juga: 3 Alasan Perbanyak Minum Air Putih Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Dirangkum dari Pop Sugar, berhenti makan paling tidak dua jam sebelum tidur mencegah kita untuk tidur dengan kelebihan kalori dalam perut.

Selain itu, hal ini juga akan membuang kebiasaan untuk mengemil terus menerus sampai waktu menjelang waktu tidur.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Health
Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO

Penyakit
3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

Health
3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.