Kompas.com - 06/06/2021, 18:00 WIB
Ilustrasi tempe dan tahu Ilustrasi tempe dan tahu

KOMPAS.com - Tempe dan tahu merupakan makanan olahan dari kedelai.

Tahu dibuat dari susu kedelai yang digumpalkan dan ditekan menjadi balok-balok putih padat.

Di sisi lain, tempe terbuat dari kedelai yang telah difermentasi dan dipadatkan menjadi padat.

Baca juga: 6 Manfaat Tempe untuk Kesehatan yang Sayang Dilewatkan

Keduanya menjadi salah satu makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Harganya yang murah dan nutrisinya yang tinggi menjadikan dua bahan makanan wajib di daftar menu mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di samping itu, makanan yang kaya akan protein nabati ini juga menjadi makanan pengganti daging untuk orang-orang yang memilih menjadi vegetarian.

Meskipun terbuat dari bahan baku yang sama, keduanya memiliki kandungan nutrisi, rasa, dan bentuk yang berbeda.

Lalu, mana yang lebih sehat?

Kandungan nutrisi

Melansir dari Healthline, meskipun kandungan nutrisinya serupa dalam beberapa hal, ada beberapa perbedaan antara keduanya.

Karena tempe biasanya dibuat dengan kacang-kacangan atau biji-bijian, tempe secara signifikan lebih kaya kalori, protein, dan serat.

Faktanya, hanya 3 ons (85 gram) tempe menyediakan 7 gram serat.

Angka ini telah memenuhi 28 persen asupan serat harian.

Sementara itu, tahu lebih rendah protein. Namun, tahu memiliki lebih sedikit kalori.

Baca juga: Berapa Kalori Gorengan seperti Tahu Isi, Tempe, Bakwan, Pisang Goreng?

Meski begitu, tahu juga menawarkan sejumlah zat besi dan kalium.

Tahu juga memiliki kalsium dua kali lebih tinggi daripada tempe.

Kedua produk kedelai tersebut umumnya rendah sodium dan bebas kolesterol.

Di samping itu, inilah beberapa persamaan antara keduanya dalam hal kandungan nutrisi.

Manfaat tempe dan tahu bagi kesehatan

1. Kaya akan isoflavon

Tempe dan tahu kaya akan fitoestrogen yang dikenal sebagai isoflavon.

Menurut studi berjudul “Interaction of phytoestrogens with estrogen receptors alpha and beta”, isoflavon adalah senyawa tanaman yang meniru struktur kimia dan efek estrogen, yakni hormon yang mendorong perkembangan seksual dan reproduksi.

Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan, tahu dan tempe memiliki beberapa manfaat yang hampir sama, yakni dapat mengurangi risiko terkena kanker dan meningkatkan kesehatan jantung.

Dalam 3 ons (84 gram) tahu, terdiri atas 17-21 mg isoflavon. Sedangkan tempe menyediakan 10-38 mg dalam porsi yang sama.

2. Dapat mengurangi risiko penyakit jantung

Beberapa penelitian mengaitkan peningkatan asupan kedelai dengan penurunan risiko penyakit jantung karena efeknya pada kolesterol dan trigliserida.

Baca juga: Terbuat dari Ampas Tahu, Ini Manfaat Tempe Gembus bagi Kesehatan

Secara khusus, satu penelitian pada tikus berjudul “Hepatoprotective Effect of FermentedSoybean (Nutrient Enriched Soybean Tempeh) against Alcohol-Induced Liver Damage in Mice” menemukan bahwa tempe yang diperkaya nutrisi menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol.

Tahu tampaknya memiliki efek yang sama.

Sebagai contoh, sebuah penelitian lain terhadap tikus berjudul “Tofu (soybean curd) lowers serum lipid levels and modulates hepatic gene expression involved in lipogenesis primarily through its protein, not isoflavone, component in rats” menunjukkan bahwa tahu secara signifikan menurunkan trigliserida dan kolesterol.

Selain itu, sebuah penelitian pada 45 pria berjudul “Effects of soy as tofu vs meat on lipoprotein concentrations” mencatat bahwa kadar kolesterol total dan trigliserida secara signifikan lebih rendah pada diet kaya tahu daripada diet kaya daging tanpa lemak.

Perbedaan kandungan

Satu perbedaan yang mencolok antara kedua olahan kedelai ini adalah bahwa tempe menyediakan prebiotik yang bermanfaat .

Prebiotik adalah serat alami yang tidak dapat dicerna, yang mendorong pertumbuhan bakteri sehat di saluran pencernaan.

Serat ini dapat membantu buang air besar secara teratur, mengurangi peradangan, menurunkan kadar kolesterol, dan bahkan meningkatkan daya ingat.

Kandungan prebiotik yang tinggi dalam tempe karena kandungan seratnya yang cukup tinggi.

Baca juga: Tahu atau Tempe, Mana yang Lebih Sehat?

Secara khusus, satu penelitian tabung berjudul “Evaluation of bean and soy tempeh influence on intestinal bacteria and estimation of antibacterial properties of bean tempeh” menemukan bahwa tempe merangsang pertumbuhan Bifidobacterium, yakni sejenis bakteri usus yang baik.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X