Kompas.com - 14/08/2021, 06:01 WIB
  • Pusing atau sakit kepala saat tiba-tiba beranjak dari tempat duduk serta bangun dari tempat tidur
  • Pandangan kabur
  • Badan lemas
  • Bingung
  • Mual
  • Pingsan untuk kasus yang parah

Gejala tersebut biasanya muncul selama beberapa menit. Tapi, Anda perlu berkonsultasi ke dokter jika gejala tersebut berkepanjangan dan terus-menerus muncul.

Baca juga: 6 Gejala Tekanan Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Penyebab hipotensi ortostatik

Saat berdiri, gravitasi seara alami akan mendorong darah untuk terkumpul di kaki dan perut.

Kondisi ini dapat menurunkan tekanan darah karena darah yang mengalir kembali ke jantung jadi lebih sedikit.

Dalam kondisi normal, sel baroreseptor di dekat pembuluh darah arteri jantung dan leher akan mendeteksi tekanan darah yang lebih rendah ini.

Baroreseptor mengirim sinyal ke otak, otak lantas segera memberi sinyal pada jantung untuk berdetak lebih cepat dan memompa darah lebih banyak, sel tersebut menyempit, sehingga tekanan darah naik dan tensi stabil.

Hipotensi ortostatik terjadi ketika sesuatu mengganggu respons alami tubuh untuk menyetabilkan tekanan darah rendah.

Baca juga: 10 Faktor yang Memengaruhi Besarnya Tekanan Darah

Ada beberapa kondisi dan masalah kesehatan yang bisa jadi penyebab hipotensi ortostatik, termasuk:

  • Dehidrasi atau kekurangan cairan
  • Penyakit jantung seperti detak jantung lemah (bradikardia), gangguan katup jantung, serangan jantung, dan gagal jantung
  • Gangguan endokrin seperti penyakit tiroid, penyakit addison, gula darah rendah, dan diabetes
  • Gangguan sistem saraf seperti penyakit parkinson, atrofi sistem ganda, demensia, sampai amiloidosis
  • Efek samping makan terlalu banyak
  • Pertambahan umur, setelah 65 tahun umumny sel baroreseptor melemah
  • Efek samping obat hipertensi, penyakit jantung, obat penyakit parkinson, dan antidepresan tertentu
  • Kepanasan
  • Terlalu lama tirah baring atau istirahat di tempat tidur
  • Kehamilan
  • Konsumsi alkohol berlebihan

Hipotensi ortostatik yang terjadi sesekali umumnya tidak berbahaya. Namun, masalah kesehatan ini apabila berkepanjangan bisa menyebabkan komplikasi serius, terutama pada orang tua.

Komplikasi hipotensi ortostatik di antaranya rawan terjatuh, cedera, dan meningkatkan risiko penyakit jantung pada kalangan lansia.

Baca juga: 10 Ciri-ciri Darah Rendah Kambuh

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.