Kompas.com - 29/10/2021, 22:01 WIB

KOMPAS.com - Beberapa orang merasakan ketika tidur tubuhnya berkeringat cukup banyak di malam hari.

Kondisi ini membuat bantal, seprai, atau pakaian basah kuyup dan lembab oleh keringat.

Normalnya, orang berkeringat saat sedang banyak beraktivitas atau suhu udara di sekitarnya cukup tinggi.

Sementara itu, tidur bukanlah aktivitas yang banyak menguras energi, sehingga tubuh semestinya tidak banyak berkeringat.

Baca juga: Kesemutan saat Bangun Tidur Tanda Penyakit Apa?

Tidur berkeringat sampai berlebihan umumnya normal apabila hanya muncul sesekali, terutama saat gerah atau selimut dan pakaian yang dipakai saat tidur terlalu tebal.

Namun, ada beberapa penyakit dan kondisi yang membuat seseorang tidur berkeringat berlebih setiap malam, bahkan saat suhu di kamar relatif normal.

Kenali beberapa penyebab tidur berkeringat sampai berlebihan di malam hari yang perlu diwaspadai berikut.

Baca juga: Apakah Tidur Siang Bisa Menambah Berat Badan?

Tidur berkeringat gejala apa saja

Melansir beberapa sumber, tidur berkeringat berlebih di malam hari bisa jadi gejala penyakit atau kondisi tertentu, seperti:

  • Menopause, hamil, pasca-melahirkan

Wanita yang memasuki menopause, ibu hamil, dan baru melahirkan biasanya mengalami kegerahan di malam hari (hot flashes), kondisi ini memicu keringat berlebih saat tidur.

  • Hiperhidrosis idiopatik

Hiperhidrosis idiopatik adalah kondisi saat tubuh berkeringat banyak terus-menerus, termasuk saat tidur. Kondisi ini bisa muncul tanpa penyebab medis yang jelas, biasanya hiperhidosis bukan masalah kesehatan serius.

  • Infeksi

Beberapa infeksi kronis seperti tuberkolosis, HIV, radang katup jantung, radang tulang, atau abses bisa menyebabkan tidur berkeringat banyak di malam hari.

  • Kanker

Tidur berkeringat cukup banyak juga bisa jadi gejala kanker, seperti limfoma, payudara, atau prostat. Selain tidur kerap berkeringat berlebih, gejala kanker khas lainnya yakni berat badan turun drastis tanpa sebab jelas.

  • Efek samping obat tertentu

Obat antidepresan, steroid, penurun demam, dan beberapa obat lain terkadang menyebabkan efek samping keringat berlebih, termasuk saat tidur.

Baca juga: Badan Menggigil Tiba-tiba Saat Tidur, Kenali 4 Penyebabnya…

  • Gula darah rendah

Kondisi gula darah rendah atau hipoglikemia juga bisa jadi penyebab tidur berkeringat cukup banyak di malam hari. Kondisi ini biasanya dialami orang yang menggunakan insulin atau obat diabetes.

  • Gangguan hormon

Tidur berkeringat berlebih juga bisa jadi gejala gangguan hormon, seperti pheochromocytoma, sindrom karsinoid, atau hipertiroidisme.

  • Masalah saraf

Di beberapa kondisi, tidur berkeringat cukup banyak bisa muncul karena gangguan saraf, termasuk disrefleksia otonom, siringomielia pasca-trauma, atau stroke.

  • Penyakit asam lambung

Beberapa penelitian menunjukkan, penyakit asam lambung kronis atau gastroesophageal reflux disease (GERD) bisa jadi penyebab keringat berlebih di malam hari.

  • Gangguan tidur apnea

Gangguan tidur seperti apnea tidur obstruktif yang membuat napas beberapa kali terhenti saat tidur juga bisa membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat saat tidur.

Baca juga: 13 Penyebab Susah Tidur dan Sering Buang Air Kecil di Malam Hari

Cara mengetahui penyebab tidur berkeringat berlebihan

Terdapat banyak kemungkinan tidur berkeringat berlebih bisa jadi gejala penyakit atau kondisi apa saja.

Untuk mengetahui akar penyebabnya, dokter biasanya bakal menanyai riwayat medis pasiennya, melakukan pemeriksaan fisik, dan merekomendasikan beberapa tes.

Baca juga: Efek Minum Obat Tidur Sembarangan Bisa Kecanduan, Kenali Tandanya...

Cara mengatasi tidur berkeringat berlebihan

Melansir Sleep Foundation, cara mengatasi tidur berkeringat sampai berlebihan di malam hari perlu disesuaikan dengan akar penyebabnya.

Di luar mengontrol penyakit, dokter biasanya merekomendasikan beberapa perawatan, seperti:

  • Jaga suhu ruangan di tempat tidur tetap dingin
  • Gunakan kasur, seprai, dan pakaian tidur yang tidak menyebabkan kegerahan
  • Hindari asupan yang mengandung kafein, alkohol, atau makanan pedas menjelang tidur
  • Minum sedikit air es sebelum tidur agar suhu inti tubuh menurun
  • Jaga berat badan agar tetap ideal, sehingga obesitas dan gangguan tidur apnea bisa dikendalikan
  • Lakukan relaksasi menjelang tidur
  • Jalani terapi perilaku kognitif ke psikiater atau psikolog untuk mengurangi kecemasan dan stres

Setelah menyimak beberapa kemungkinan penyebab tidur berkeringat bisa jadi gejala apa saja, pastikan Anda berkonsultasi ke dokter jika tidur berkeringat cukup banyak sering terjadi atau sampai mengganggu tidur.

Terlebih jika masalah kesehatan ini disertai gejala penyakit lainnya seperti berat badan turun drastis, asam lambung kerap naik, atau sering demam.

Baca juga: 6 Penyebab Susah Tidur Nyenyak di Malam Hari dan Cara Mengatasinya

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.