Kompas.com - 11/05/2022, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Di beberapa daerah di Indonesia sedang dilanda gelombang panas, bersamaan dengan itu risiko serangan penyakit terkait suhu panas bisa meningkat.

Gelombang panas atau suhu panas merupakan bahaya alam yang dapat berdampak signifikan pada kesehatan.

Mengutip Single Care, tubuh kita tetap sejuk di musim panas dengan berkeringat.

Namun, jika tubuh terlalu panas untuk waktu yang lama dapat menyebabkan masalah, seperti dehidrasi dan ketidakmampuan untuk mendinginkan diri dengan benar.

Baca juga: 14 Makanan Penurun Panas Demam yang Baik Dikonsumsi

“Cuaca panas menyebabkan peningkatan keringat dan peningkatan risiko dehidrasi jika kehilangan cairan tidak cukup diganti,” kata Julia Blank, dokter keluarga di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California.

Ketika panas yang masuk ke tubuh lebih besar dari pada panas yang dapat dikeluarkan lewat berkeringat, panas yang ekstrem itu dapat mengganggu termoregulasi dan meningkatkan suhu inti tubuh.

Dokter menjelaskan penyakit tipes bisa menyebabkan kematian. Namun, dengan pengobatan tepat dan cepat, penyakit ini mudah disembuhkan.

Jika demikian, tubuh berisiko terkena penyakit terkait suhu panas.

Mengutip WebMD, penyakit terkait suhu panas itu sering dikelompokkan sebagai hipertermia.

Hipertermia mengacu pada kondisi di mana tubuh tidak dapat mempertahankan suhu dan menangani panas dengan baik.

Siapa pun bisa berisiko terkena penyakit akibat paparan suhu panas ekstrem, khususnya:

  • Bayi dan anak kecil
  • Lansia usia 65 tahun atau lebih
  • Orang yang kelebihan berat badan
  • Orang yang berolahraga atau bekerja di luar ruangan
  • Orang yang memiliki kondisi, seperti penyakit jantung atau tekanan darah tinggi
  • Orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat untuk depresi atau insomnia.

Baca juga: 3 Obat Dada Terasa Panas dan Cara Mencegah Sakit Kambuh

Berikut sejumlah risiko penyakit terkait suhu panas yang bisa muncul:

1. Heat stroke

Mengutip WebMD, heat stroke adalah penyakit terkait suhu panas yang paling serius.

Penyakit ini terjadi ketika suhu inti manusia meningkat dengan cepat karena panas dan kelembaban yang tinggi.

Gejalanya meliputi:

  • Kebingungan atau kondisi mental berkabut
  • Bicara cadel
  • Kehilangan kesadaran (koma)
  • Kulit panas, kering atau banyak berkeringat
  • Kejang
  • Suhu tubuh sangat tinggi

Di rumah sakit, seseorang yang mengalami heat stroke akan mendapatkan cairan intravena (IV) untuk merehidrasi dan menggantikan natrium serta kalium.

Mereka mungkin juga memerlukan obat untuk mengontrol kejang atau komplikasi lainnya.

Mereka kemungkinan akan ditidurkan di tempat tidur dan dipantau selama 24 jam hingga beberapa hari.

“Heat stroke adalah keadaan darurat medis yang harus segera diobati,” kata Dr. Blank.

Baca juga: Kenapa Dada Terasa Panas? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

2. Kelelahan panas (heat exhaustion)

Mengutip WebMD, seseorang mengalami kelelahan setelah menghabiskan waktu lama di suhu tinggu dan tidak mendapatkan cukup air.

Gejala kelelahan panas meliputi:

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Pusing
  • Kelemahan
  • Merasa mudah tersinggung
  • Haus
  • Banyak berkeringat
  • Peningkatan suhu tubuh
  • Kencing lebih sedikit dari biasanya

Baca juga: 11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

3. Rhabdomyolisis

Mengutip WebMD, rhabdomyolisis adalah suatu sindrom atau kumpulan gejala yang disebabkan oleh kerusakan dan kematian jaringan otot rangka.

Kondisi ini terkait dengan kondisi tubuh kepanasan karena banyak aktivitas fisik.

Rhabdomyolisis dapat menyebabkan:

  • Irama jantung yang tidak teratur
  • Kejang
  • Kerusakan ginjal

Beberapa gejala rhabdomyolysis adalah:

  • Kram atau nyeri otot
  • Kencing berwarna gelap, seperti air teh
  • Kelemahan
  • Ketidakmampuan untuk melakukan latihan keras

Namun, beberapa orang tidak memiliki gejala.

Jika Anda berpikir seseorang mungkin menderita rhabdomyolysis:

  • Beritahu mereka untuk berhenti berolahraga.
  • Beri mereka air atau cairan penghidrasi lainnya.
  • Beri mereka perawatan medis segera dan minta dokter atau perawat untuk melakukan pemeriksaan rhabdomyolysis.

Baca juga: Bahaya Minum Teh Panas bagi Kesehatan

4. Heat syncope

Mengutip WebMD, heat syncope adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami pingsan atau hampir pingsan karena paparan suhu panas dalam jangka waktu tertentu

Dehidrasi atau kondisi di mana tubuh tidak dapat menyesuaikan diri dengan iklim baru mungkin berperan dalam munculnya penyakit terkait suhu panas ini.

Beberapa gejalanya adalah:

  • Pingsan untuk waktu yang singkat
  • Merasa pusing
  • Menjadi pusing setelah berdiri beberapa saat, atau setelah Anda tiba-tiba bangun dari duduk atau berbaring

Jika menurut Anda seseorang mengalami Heat Syncope, mintalah ia duduk atau berbaring di tempat yang sejuk.

Dorong orang tersebut untuk meneguk air, jus bening, atau minuman olahraga.

Baca juga: Mana yang Lebih Tepat, Kompres Dingin atau Panas untuk Atasi Demam?

5. Kram panas

Mengutip WebMD, biasanya menyerang saat seseorang berolahraga di luar ruangan.

Anda berkeringat sangat banyak yang membuat tubuh kehilangan cairan dan garam yang disebut elektroli, hingga otot menjadi kram.

Kram panas juga bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami kelelahan panas.

Gejala kram panas meliputi nyeri otot atau kram, dan kejang di perut, lengan, atau kaki. Untuk menghindari atau meringankannya:

  • Keluar dari panas.
  • Menyesap air dan menikmati makanan ringan atau minuman olahraga setiap 15-20 menit.
  • Jangan minum tablet garam.
  • Pijat dengan lembut otot yang kram.

Hubungi dokter segera, jika seseorang yang mengalami kram panas:

  • Memiliki masalah jantung
  • Makan diet rendah sodium
  • Mengalami kram yang tidak hilang dalam waktu satu jam.

Baca juga: 3 Manfaat Minum Kopi Panas Bagi Kesehatan yang Sayang untuk Dilewatkan

6. Ruam panas arau biang keringat (heat rush)

Mengutip WebMD, kulit Anda bisa teriritasi saat Anda banyak berkeringat saat cuaca panas dan lembab.

Ruam panas yang disebut sebagai biang keringat tampak seperti kumpulan jerawat merah atau lepuh kecil.

Biang keringat sering muncul di beberapa area tubuh, meliputi:

  • Leher
  • Dada atas
  • Kunci paha
  • Di bawah payudara
  • Di lipatan siku

Cara untuk membantu menghilangkan biang keringat, meliputi:

  • Pergi ke tempat yang lebih sejuk dan kurang lembab jika memungkinkan.
  • Jaga agar area yang biasa muncul tetap kering.
  • Oleskan bedak untuk menenangkannya.
  • Jangan gunakan salep atau krim.

Baca juga: 5 Manfaat Minum Air Panas bagi Kesehatan

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.